Website Kuliah: Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Kamis, 31 Desember 2020

JALAN CEPAT MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

AMALAN PALING CEPAT DALAM MENDEKATKAN DIRI  KEPADA ALLAH SWT. Bersungguh-sungguhlah MENJAGA HATI

1. Menjaga hati dari was-was, seperti keraguan masalah rezeki, seperti keraguan di hati "kalau aku tidak turun bekerja, bagaimana nanti aku makan dan manafkahi anak Istriku". Yakinlah di hati: "Besok nanti seandainya aku, anak dan Istriku ada umur, rezeki itu pasti ada, karena Allah Swt. menentukan memberi rezeki pada hambaNya, dengan cara yang dikehendakiNya. Keraguan masalah ini bisa membawa mati tidak membawa Iman.
2. Menjaga hati dari penyakit hati, seperti Iri, dengki, sombong, ria, dll.
3. Menjaga hati dari geritik hati yang jahat, seperti sangka buruk dengan Tuhan, atau sangka buruk dengan manusia-walau tidak tertentu orangnya, misalnya: "Aku bisa diperbuat orang, tidak mau sembuh"; "Aku ini bisa diletakkan orang pembenci, dulunya laku sekali tokoku, panasan banar", "Aku ini boleh jadi diperbuat orang"

Semua itu harus  awasi dengan muraqabah, seperti anda katakan :"Mungkin rezekiku berkurang",  "Jangan berkesimpulan buruk sangka pada orang lain, mungkin obatnya belum pas, sehingga belum sembuh sakitnya" "Jangan buruk sangka, ini tidak boleh" "Tidak , Allah lah yang memperbuat semuanya, manusia tidak memiliki daya upaya"

4. Pengawasan langsung "muraqabah" agar jangan sampai masuk sesuatu dari was-was, penyakit hati geritik jahat tersebut di atas. Karena jika sudah masuk-walaupun sebentar-sulit mengeluarkannya/membersihkannya dan merusak hati, sehingga pikirannya akan berkembang berbagai macam sangka buruk dan penyakit.

Bersungguh-sungguhlah membersihkan Hati, karena hati merupakan tempat pandangan pertama:
1. Hindarilah cenderung kepada keinginan-keinginan dunia, yaitu keinginan-keinginan yang membuat lalai kepada Allah Swt., sesuatu yang dapat merusak hati, melengahkan, lupa pada Allah Swt., tidak karuan dalam shalat/ibadah(lupa rakaat, tidak khusu', seperti sahabat nabi mewaqafkan kebunnya karena kebun itu melalaikannya tatkala shalat), terlambat/mengganggu dalam beribadah-seperti tegesa-gesa dalam shalat-, membuat lengah pada ketaatan Allah swt. Carilah sesuatu yang bisa mendekatkan kepada Allah Swt.
2. Sungguh-sungguhlah membersihkan hati dari sifat dendam. Yaitu menyimpan kemarahan, seperti ada orang yang pernah menyakiti, mengecewakan, menganiayanya, namun dia belum kesampaian/berkeinginan membalasnya. Mestinya akhlak mulia dianjurkan untuk memaafkannya, karena "Orang mu'min bukanlah pendendam"
3. Khianat, yaitu dalam hati ada niatan tidak baik terhadap orang lain.  Diriwayatkan shabat dikatakan nabi saw: akan datang ahli syurga(s.d 3 kali datang majelis itu saja orangnya). Abdullah bin Amr menelitinya dan bermalam dirumahnya hingga tiga hari. Ternyata tidak banyak shalat maupun ibadah lainnya. Orang tersebut memberitahukan amalannya satu hal, yaitu: "Aku ini tidak ada di hati berniat jahat pada orang lain, seperti berkeinginan pada orang lain kalah, rugi, celaka, jadi malu, dapat celaka, keburukan.  Aku berhendak baik terhadap muslimin, seperti beruntung, menang, ahli ibadah"
4. Niat hati Menipu kaum muslimin; Sangka buruk terhadap sesama muslim, hendaknya bermaksud baik dan kasih sayang terhadap mereka;ber'itiqad baik terhadap mereka(lawan buruk sangka, walaupum benar);
5. Ingin kaum muslimin mendapat kebaikan sebagaimana dia dapat kebaikan, seperti dapat rezeki, dapat ilmu, dan kebaikan lainnya. Dan dia benci dan  tidak suka bagi kaum muslimin mendapat sesuatu kejahatan dan keburukan sebagaimana jika menimpa dirinya dari musibah dan keburukan itu, seperti ditipu, dibodohi, rugi. 
Hal tercela adalah berkeinginan supaya orang lain celaka, rugi, dan keburukan lainnya.

Nilai memperbaiki hati,  sangat tinggi nilai kedudukanya dibanding ibadah Dzahir seperti banyak baca Al-Qur'an, Shalat,  namun hatinya punya penyakit  seperti sangka buruk, dendam, karena hal ini akan menghapus pahala amal ibadahnya.

Sumber: Imam Abdullah  Al-Haddad, Risalah Adab Suluk Murid, h. 12.

والله أعلم
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Web Kuliah Abdullah | Powered by Blogger | Design by ronangelo Theme Editor: Abdullah Jejangkit | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com