Website Kuliah: Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Rabu, 29 Juli 2020

DOA LEBIH CEPAT DIKABULKAN

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

"Doa untuk orang lain lebih cepat kabulnya dibanding doa untuk pribadinya sendiri"

Contoh: "Ya Allah jadikahlah hamba org yg sukses" ini bisa dikabulkan, namun jika dibandingkan dgn doa:

"Ya Allah jadikanlah saudara hamba ini, org yang sukses" 
Doa ini lebih cepat diijabah, org yg mendoakan "Pertama sukses" kemudian temannya.

 -Ini merupakan strategi(حيلة) Aulia/para wali Allah dalam meminta pd Tuhannya.
والله أعلم
Share:

HADIS : MENAHAN DARI BERBICARA BERLEBIHAN

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya
طوبى لمن أمسك الفضل من لسانه، وأنفق الفضل من ماله (رواه البغوي وابن قانع والبيهقي، وقال ابن عبد البر إنه حسن)
"Sungguh beruntung orang yang mampu menahan lisannya dari ucapan berlebihan dan mau menafkahkan kelebihan hartanya"

Share:

AMALAN HARI RAYA

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

AMALAN  HARI RAYA:

1.Sembahyang sunnah  2 rakaat dihadiahkan  untuk orangtua dan keluarga yg sudah meninggal (Antara magrib dan Isya Malam hari raya)
2. Menyesali, berhenti, dan bertekad tidak mengulangi dosanya(pagi) dan berIstigfar 100 x (pagi) :
أستغفر الله العظيم
3. Membaca Tasbih 300 x (pagi) dihadiahkan untuk kaum muslimin-muslimat:
 سبحان الله وبحمده
4. Berdoa (agar Tasbih tersebut diterima menjadi berlipat ganda dan pahalanya untuk kaum muslimin-muslimat.) 
اللهم إني أهديت ثواب هذه التسبيحات لأموات المسلمين والمسلمات 3 x
5. Baca 400 x: (Pagi)
لا إله إلا الله وحده لاشريك له، له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو حي لا يموت بيده الخير وهو على كل شيئ قدير
(Berkeramat di kubur)

Sumber:
1.  مكاشفة القلوب, (484) Senjata mu'min Husin 2.  Qadri

Catatan Abdullah, 30 Ramadhan 1441 H.,  dari Pengajian Guru Muhammad Rijani Palangka Raya.


"Waktu Takbir Hari Raya Fitrah sesudah Baca Wirid, Sedangkan Takbir Hari Raya Adha Adalah sesudah Salam (Sebelum Wirid)"
Share:

RENUNGAN UNTUK BERSIFAT RENDAH HATI

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Bersifat Rendah Hati(التواضع) :  "Tidak keberatan ditempatkan pada tempat yang meskipun bukan tempatnya/tidak sewajarnya(seperti: Dalam undangan seseorang  Ulama ditempatkan di teras rumah, tawing halat, dll., maka dia tidak mempermasalahkan) dan menerima kebenaran dari siapa pun datangnya (walaupun dari bawahannya, seperti:  org yang lebih muda, lebih rendah pendidikannya, pembantu, karyawan, dll)

Lawan kata dari "Rendah hati" adalah : Sombong (التكبر)
Share:

MAKAN YANG HALAL SELAMA 40 HARI!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

"Seseorang yang makan minum (yang diyakini kehalalannya) selama 40 hari, maka akan timbul cahaya memancar dalam hatinya dan Allah Swt akan mengalirkan mutiara-mutiara hikmah dimulutnya. Dan ia diberikan Ilmu(ladunni)"

-Walaupun dia tidak menuntut ilmu, tidak melaksanakan ibadah sunnah(Ibadah fardhu saja yang dikerjakannya)  dalam 40 hari itu, akan tetapi dia menjaga perutnya dari yang haram dan syubhat (tidak diyakini kehalalannya). Hal ini sudah banyak dibuktikan oleh para ulama, seperti dimulai dari 3 hari sudah mulai timbul cahaya dihatinya.
Share:

HADIS : BAHAYA MEMANDANG WANITA CANTIK!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

إن النظر إلى محاسن المرأة سهم مسموم من سهام إبليس،  فمن تركها أذاقه الله تعالى طعم عبادة تسره (رواه الحاكم)

“Sesungguhnya memandang kecantikan seorang wanita (yang tidak halal) adalah sama dengan panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang meninggalkannya(memalingkan pandangan  darinya), maka Allah akan merasakan kepadanya(di dalam hatinya) rasa ibadah yang menyenangkan(kelazatan dalam beribadah)"
Share:

5 Hal yang Tidak boleh didengar telinga!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Hal-hal yang dilarang untuk didengarkan(teliga harus menjaganya):

1. Pembicaraan orang-orang yang menyembunyikannya. Misal mendengarkan pembicaraan orang-orang sedang rapat, sedangkan dia bukan pesertanya.
2. Suara/bunyi Alat-alat yang diharamkan, seperti seruling, gitar, gambus, terumpet, dll (secara langsung). Sebagian membolehkan yang tidak langsung seperti Rekaman, siaran TV/langsung online dengan syarat :a. tidak melalaikan ibadah wajib/Fardhu; dan b. Tidak mendorong/semangat pada kema'siatan
3. Mendengar hal-hal yang dilarang, seperti Ghibah, namimah(adu domba), cerita dusta, dll
4. Ilmu-ilmu yang tidak boleh didengarnya dan dipelajarinya(seperti sihir), atau Ilmu yang dia belum sampai ketingkatan itu(seperti ilmu hakikat, padahal ilmu fardhu ain saja dia belum beres)
5. Suara perempuan yang menimbulkan fitnah, demikian juga sebaliknya suara laki-laki(seperti rayuan kpd org yang bukan istrinya). Karena hal ini bisa menimbulkan pikiran-pikiran ma'siat/tergoda. Sehingga dalam syariat, perempuan dilarang : 1. Azan 2. Baca Al-Qur'an dengan nyaring dihadapan orang yang bukan muhrim, karena kedua hal ini(Azan dan Bacaan Al-Qur'an) merupakan hal disunnahkan untuk mendengarkannya. Namun perempuan tidak dilarang bersya'ir atau bernyanyi, karena hal ini tidak disunnahkan untuk mendengarkannya.

Sumber: Pengajian Kitab Minhajul 'Abidin, ke 35. Guru KH. Muhammad Bakhiet.
MA. 35
Share:

HATI-HATI MEMUJI SESEORANG, UJUNG-UJUNGNYA DAPAT DOSA!!!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Hati-hati dalam memuji seseorang, bisa menjadi DOSA, karena:

1. Bisa berlebihan;
2. Bisa menampakkan Ria, bahkan tidak sesuai dgn dihatinya; seperti Memuji seseorang agar balik dipuji...
3. Dia biasa tidak selamat dari perkataan yg benar, karena ia tidak mengetahui hati org yg sebenarnya;
4. Bisa tidak selamat dari memuji org yg dzalim/fasik;
5. Membuat org yg dipuji jadi sombong dan bangga diri; dan
6. Membuat yg puji merasa senang, lemah, merasa puas dgn apa yg telah diperbuatnya, dan malas dari taat pd Allah.

Jika puji-memuji terhindar dari 6 hal di atas, maka boleh memuji, bahkan kadang dianjurkan.....
Share:

PEMARAH KOK DIANGGAP PEMBERANI DAN MULIA!!!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

ORANG BODOH MENGANGGAP KEMARAHAN
ADALAH BENTUK KEBERANIAN DAN KEMULIAAN

Yang paling bisa membangkitkan kemarahan mayoritas orang-orang bodoh(jahil) adalah anggapan mereka bahwa kemarahan adalah bentuk keberanian dan kemuliaan diri. 

Sehingga hati mereka condong dan menilai baik terhadap amarah(panyarikan). Hal ini adalah bentuk dari kebodohan bahkan termasuk penyakit hati dan kurangnya akal.

Cara mengobati orang bodoh seperti ini adalah menceritakan kisah-kisah orang bijak/penyabar dan pemaaf serta sikap mampu menahan amarah yang terpuji dari mereka, karena semua sikap itu merupakan ajaran dari para nabi dan
para ulama. (Muaidzatul Mu'minin, 105)
Share:

BAGAIMANA MENIRU AKHLAK ALLAH SWT?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

MENIRU AKHLAK ALLAH SWT

Amal Ibadah terbagi dua bagian:

1. Ibadah khusus untuk Hamba(tuhan tidak termasuk), seperti shalat dan puasa
2. Ibadah Rububiyyah /sifat ketuhanan(Amalan yang mencontoh Akhlak Allah), seperti pemaaf, penyantun, menahan marah, dll.

-Ibadah Rububiyyah(Meniru Akhlak Allah)kedudukannnya lebih tinggi dari ibadah sekedar hamba. Dan lebih berpotensi husnul khatimah

-Manusia yang belum bisa mencontoh Akhlak Allah, dia tidak bisa dan sulit masuk syurga, walaupun dia rajin  sholat dan puasa namun misalnya dia bersifat kikir, pemarah, dsb. 
-Demikian sebaliknya seseorang tidak rajin sholat(bahkan kadang meninggalkannya/shalat balangkambingan)namun dia pemurah, penyantun, tidak pemarah, dsb. Orang ini lebih dulu masuk syurga dan berpotensi Husnul khatimah dibanding dengan orang rajin sholat tetapi dia kikir(umpamanya), karena orang yang mencontoh Akhlak Allah, akan dicintai Allah dan suatu saat akan diberi hidayah oleh Allah menjadi orang yang bertaqwa.

-Kedudukan Ibadah Rububiyyah (Mencontoh Akhlak ketuhanan yang telah diperintahkan mengikutinya, seperti pemaaf, penyabar, penyantun, pemurah,kasih sayang, dll) lebih tinggi dibanding Ibadah Kehambaan...

-Amal Ibadah paling mendekatkan diri pada Allah dan Paling meninggikan derajat manusia adalah memaafkan orang yang salah, tidak membalas kedzaliman dengan kejahatan, tetap baik kepada orang berbuat jahat kepadanya& bahkan bertambah baik, karena semua ini adalah termasuk Akhlak Allah Swt.

-Siapa saja yang berakhlak dengan akhlak Allah Swt., maka dia punya kedudukan yang tinggi dekat dengan-Nya.

-Yang perlu diikuti berdasarkan ada suruhan mengikutinya tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadis. Seperti pengampun, pemaaf, kasih sayang, dan sebagainya, kalau seperti sifat sombong(متكبر) yang tidak diperintahkan untuk mengikutinya, karena khusus milik Allah Swt.

Semoga bermanfaat dan mengamalkan meniru Akhlak Allah Swt...Aamiin...
Share:

Penyabar plus Pemaaf Seperti Apa?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

SIFAT HILM
(Penyabar lagi Pemaaf)
الحلم هو:
Sifat Hilm bermakna:

1 ترك الانتقام عند شدة الغضل مع القدرة على ذلك
"Meninggalkan tindakan (baik perkataan maupun perbuatan) ketika marah,padahal mampu untuk membalasnya"
 
2. الطمأنينة عيد ثورة الغضب
"Bersifat tenang(kata-kata dan perbuatannya teratur sesuai tuntutan agama) di saat marah bergejolak"

-Sifat Hilm adalah Orang yang marah(terkendali), kelakuan maupun tutur katanya tetap teratur sesuai tuntutan agama. 

-Sifat Hilm tidak bisa didapatkan kecuali dengan melatihnya-dengan memaksa mengusahakan untuk bisa bersifat Hilm. 

إنما العلم بالتعلم والحلم بالتحلم
"Hanyasanya Ilmu itu didapat dengan belajar dan sifat Hilm hanya bisa diraih dengan berusaha melatih sifat hilm(penyabar plus memaafkan)"
-Pada awalnya memang berat dan harus berusaha sekuat tenaga dalam mendapatkan sifat  Hilm, jika dilatih  akan menjadi kebiasaan yang melekat sehingga amarahnya tidak mudah berkobar...
-Hilm bukan menolak kejahatan dengan KEJAHATAN , namun membalasnya dengan perkara baik  (ادفع بالتي هي أحسن)
Contoh: Jika dicela,  tidak dihiraukannya, tidak membalas, tidak melawani orang yang jahil.
Jawabannya:
إن كنت كاذبا فغفر الله لك، و إن كنت صادقا فغفر الله لي
"Jika memang kamu berbohong, semoga Allah mengampunimu, namun jika engkau benar semoga Allah mengampuniku"


Apakah perlu membalas perbuatan Dzalim? 

إنِ امرؤٌ عيَّركَ بما فيكَ فلا تُعَيّـِرْهُ بما فيهِ (رواه أحمد)
"Jika ada seseorang mencelamu tentang sesuatu yg ada pd dirimu, jangan engkau balas menghinanya dengan sesuatu yang ada pada dirinya"

Terkait perbuatan zalim yang muncul dari seseorang tidak boleh dibalas dengan perbuatan serupa, seperti Ghibah dibalas ghibah, cacian dibalas cacian serupa, begitu maksiat lainnya.

Apabila seseorang didzalimi, seperti dicela orang lain, maka ada dua pendapat ulama berikut:

1. Ketika dicela, dia memaafkan dan tidak membalas, menyerahkan pada Allah membalasnya. (lebih utama)
2. Boleh membela dengan syarat tidak melampaui batas atau mengada-ada/berlebihan. (Pendapat kedua ini masih dikwatirkan akan melampaui batas, lebih baik diam saja, mengambil pendapat pertama)

Lihat sumber Muidzatul Mu'minin dari Ihya Ulumiddin, h. 112-113.
Share:

DISADANGI UMUR SUDAH 40 TAHUN???

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

BILA USIA TELAH SAMPAI 40 TAHUN 

Allah Ta'ala berfirman :

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ ...
"رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ"

"...Sehingga apabila dia telah dewasa dan usianya sampai 40 tahun, ia berdoa : "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhai, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir terus sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang muslim" (QS. Al-Ahqaf : 15).

Bila Usia 40 Tahun, maka manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah ke masa dewasa yang sebenar-benarnya...

Bila Usia 40 Tahun, maka hendaknya manusia memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian, semakin meneguhkan tujuan hidup, menjadikan uban sebagai peringatan dan semakin memperbanyak syukur...

Bila Usia 40 Tahun, maka meningkatnya minat seseorang terhadap agama, sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Banyak yang mulai menutup aurat dan mengikuti kajian-kajian agama. Jika ada orang yang telah mencapai usia ini, namun belum ada juga minatnya terhadap agama, maka bisa jadi pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia...

Bila Usia 40 Tahun, maka tidak lagi banyak memikirkan "masa depan" keduniaan, mengejar karir dan kekayaan. Tetapi sudah jauh berpikir tentang nasibnya kelak di akhirat...

Bila Usia 40 Tahun, jika masih gemar melakukan dosa dan maksiat, mungkin meninggalkan shalat, berzina dll, maka akan lebih sulit baginya untuk berhenti dari kebiasaan tersebut...

Bila Usia 40 Tahun, maka perbaikilah apa-apa yang telah lewat dan manfaatkanlah dengan baik hari-hari yang tersisa dari umur yang ada, sebelum ruh sampai di tenggorokan. Ingatlah menyesal kemudian tiada guna...

Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu berkata :

"Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak bagus dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke Neraka"

Imam Malik rahimahullah berkata :

"Aku dapati para ahli ilmu di negeri kami mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka usia 40 tahun. Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, mereka pun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasi untuk meningkatkan ibadah dan ilmu)" (At-Tadzkiroh hal 149).

Imam asy-Syafi’i rahimahullah tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab :

"Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk-pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah"

Abdullah bin Dawud rahimahullah berkata :

"Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. Lalu mengejar segala ketertinggalan pada usia sebelumnya dengan amal-amal di hari sesudahnya" (Ihya Ulumiddin IV/410).

Wahai Saudaraku, bagaimanakah dengan dirimu ?

“Barangsiapa menunjukkan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.”  (HR. Muslim no. 2674).
Share:

Kok memilih Dunia??? Mencontoh tujuan HP diciptakan

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Ibadah adalah pilihan, jangan terjebak MEMILIH DUNIA dan mengalahkan tujuan hakikat diciptakan Manusia

Manusia diciptakan untuk BERIBADAH, ibadah adalah utama selainnya akan dikesampingkan(pasti dikalahkan). Apapun ada pekerjaan harus ditinggalkan jika datang perkara ibadah ...

"Tidaklah aku ciptakan Jin dan manusia, kecuali hanya  untuk beribadah kepadaKu"

HP dibuat sebagai alat komunikasi, tatkala datang panggilan masuk, semua aplikasi kegiatan di hp, seperti SMS,WA, melihat foto atau vedio, mendengarkan musik, game, dll niscaya akan terhenti menuju panggilan masuk, karena kembali pada tujuan utama dibuatnya HP...
Share:

TIDAK SEMUA ILMU WAJIB DISAMPAIKAN???

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Tidak semua Ilmu wajib disampaikan pada Ummat, orang bodoh bisa salah memahaminya...

 ليس كل حق يقال، لكل مقام رجال"
"Tidak semua yang benar mesti disampaikan, tiap-tiap orang ada kedudukan/kelas masing-masing (Abdullah Al-Haddad)

Obat itu baik, namun tidak semua orang bisa meminumnya, seperti obat penenang yg mestinya diminum untuk orang yang tidak bisa tidur, dll, bukan bisa untuk semua orang yang bisa berakibat mabuk. Obat tersebut baik namun yang meminum bukan kedudukannya.

-Begitu juga ilmu (yang mendalam, yang halus-halus, غامض ) tidak semua orang bisa menerimanya. Orang yang bodoh akan terkena fitnah, "Barangkali dia bisa salah paham dan  tidak melakukan shalat(kada basembahyangan), tidak berpuasa, dll meninggalkan kewajiban yang diperintahkan Allah Swt., karena maqam/tingkatnya belum sampai untuk menerimanya.
Share:

Senin, 27 Juli 2020

Seseorang masuk syurga dengan Rahmat Allah Swt., lalu apa gunanya Amal?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Seseorang masuk syurga dengan Rahmat Allah Swt, lalu apa gunanya Amal?
Ibnu mas'ud berkata: "1. Kita selamat dari titian sirathal mustaqim dengan kema'afan Allah Swt(amal tidak bisa menyelamatkan); 2. Kita masuk syurga karena Rahmat Allah Swt., kalau dihitung, amal ibadah tidak bisa membayar tiket syurga.

Dengan demikian, amal kita berfungsi hanya untuk mendapatkan jatah-jatah syurga, sedikit/banyaknya fasilitas yang diterimanya, kalau modal masuk syurga tidak bisa. Oleh karena itu hendaknya : a. Ikhlaskan ibadah kita hanya untuk Allah semata; b. Janganlah menganggap agung, jangan mengandalkan, menganggap luar biasa ibadahnya,  ibadah kita tidak ada apa-apanya, apalagi jika dibanding dengan amal ibadah para nabi&malaikat.
Share:

Rabu, 22 Juli 2020

Pandanglah Anugerah Allah Swt., bukan melihat segi perbuatan ibadah kita!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Pandanglah Anugrah Allah Swt., bukan melihat segi perbuatan ibadah kita!

"Seseorang bisa beribadah shalat malam, menuntut ilmu,dsb., berarti mendapat anugerah Allah Swt., inilah  yang dibanggakan, bukan bangga pada diri yang tidak ada harganya. Cobalah lihat orang-orang yang tidak dapat hidayah taufik pertolonganNya, mereka sibuk dunia dan melupakan ibadah"

Shalat jika kita pandang/dinilai/dihargai dari segi perbuatan kita, sedikit sekali nilainya(tidak seberapa). Akan tetapi Allah Swt. dengan sifatnya yang maha pemurah memberikan balasan/ganjaran yang luar biasa. Tentu tidak pantas memandang/ta'jub pada amal(perbuatan taat) kita, karena sangat murah (apalagi jika dibandingkan dengan banyaknya ibadah para nabi, para malaikat, orang-orang shaleh, dan aulia Allah Swt.) Yang dipandang adalah dari segi PEMBERIAN(ANUGERAH) ALLAH SWT.

Allah Ta’ala berfirman :
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Artinya : “ Katakanlah : “ Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira, karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan “.( Yunus : 58 ).

Sebagai contoh: Dalam melaksanakan shalat 2 (dua) rakaat (tentu tidak sempurna dan banyak kekurangannya, seperti kurang khusu', tergesa-gesa, tidak memahami apa dibaca, dsb). Namun Allah Swt. memberikan ganjaran yang tidak bisa dihitung dan sangat berharga. Pantaskah kita Ujub/ta'jub pada diri terhadap shalat dua rakaat yang penuh cela itu? Pantaskah kita membanggakan shalat dua rakaat itu? Padahal kita bisa melaksanakan shalat(beribadah) adalah anugerah Allah Swt., bisa bergerak, berbicara, bernafas, melaksanakan syarat dan rukun, diberi kehidupan, dan nikmat lainnya yang tak terhitung banyaknya. Mestinya yang dibanggakan adalah Allah Swt, bukan pekerjaan shalat dua rakaat itu(ibadah).

Dengan demikian, janganlah kita memandang segi ibadah yang telah dilakukan , seperti shalat, baca Qur'an, Zikir, dan ketaatan lainnya yang telah dikerjakan, karena ini merupakan kebodohan(tidak berakal), mestinya yang kita banggakan adalah anugerah Allah Swt, sehingga kita bisa beribadah kepadaNya.

والله أعلم
Share:

Minggu, 19 Juli 2020

Pilih Ikhlas atau terjerumus Sifat Munafik&Ria?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Ikhlas beramal(1) dan Ikhlas dalam mencari ganjaran(2)

Ayat menerangkan agar kita dapat menjadi orang yang ikhlas dalam ibadah. Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala,

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (artinya: ikhlas) dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah: 5).

Ibadah yang terdorong perintah Allah Swt/mendekatkan diri pada Allah disebut Ikhlas beramal(1), jika ibadah yang terdorong makhluk disebut NIFAQ/MUNAFIK, misalnya: Beribadah karena ingin dekat dengan manusia, selamat dari ejekan orang-orang, atau dikatakan termasuk orang dermawan atau orang baik-baik/taqwa dan dorongan selain Allah lainnya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,  ia berkata bahwa Nabi Saw bersabda:

قال الله تعالى: أنا أغنى الشركاء عن الشرك، من عمل عملاً أشرك فيه معي غيري تركته وشركه
“Allah Ta’ala berfirman: ‘Aku adalah Tuhan yang paling tidak perlu sekutu terhadap. Barangsiapa melakukan suatu perbuatan, kemudian aku disekutukan dengan selainku(yang lain), akan Ku tinggalakan ia bersama kesyirikannya‘” (HR. Muslim)

Selanjutnya setiap Ibadah yang dikehendaki manfaatnya di akherat disebut IKHLAS dalam mencari ganjaran(2). 
Misalnya: Seseorang baca surah Al-Waqi'ah dorongannya karena disuruh/diperintahkan Allah Swt serta agar diberi sifat Qana'ah(merasa cukup dan puas terhadap apa yang diterimanya dari Allah Swt) atau agar diberi rezeki agar bisa kuat/bertambah Ibadah dan menuntut Ilmu atau supaya murah rezeki agar bisa membayar hutang, karena membayar hutang termasuk kewajiban(bukan duniawi). Namun walaupun ibadahnya karena Allah Swt, akan tetapi yang dikehedakinya adalah manfaatnya di dunia, ini termasuk RIA MURNI(mengharap ganjaran dunia), misalnya: Seseorang membaca Surah Al-Waqi'ah dorongannya terbatas agar rezekinya melimpah ruah, juga seperti bersedekah semata-mata agar diluaskan rezeki. Karena semua ini termasuk mencari ganjaran kepada hal-hal yang bersifat duniawi. 

Firman Allah Swt:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
Artinya: Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (QS. Asy-Syura : 20)

Dengan demikian, "Segala sesuatu untuk persiapan Ibadah, sama dengan(menjadi) Ibadah" Seperti Rezeki yang luas untuk digunakan dalam kebaikan. Beribadah agar luas rejekinya untuk bisa melaksanakan haji/modal menuntut ilmu/bisa bersedekah/agar Ibadah bisa lurus. Namun jika beribadah semata-mata agar "mendapat banyak rezeki(keuntungan dunia)", hal ini termasuk perbuatan RIA MURNI.

Jadi dalam niat/dorongan seseorang dalam beribadah harus dikembangkan, misalnya: seseorang beribadah(seperti bersedekah)agar diberikan rezeki luas untuk beribadah kepada Allah Swt. 

Ria berbeda dengan do'a yang minta kepada Allah Swt. tanpa mengandalkan sesuatu. Contoh: Ya Allah murahkanlah rezeki hamba! Ini bukan ria, karena ria mengandung harapan(manfaat dunia) dengan mengandalkan ibadahnya.

Dengan demikian, setiap ada amalan seperti baca Al-Qur'an, shalawat, Istigfar, tasbih, shalat sunnah, zikir, dan lain sebagainya harus IKHLAS BERAMAL dan IKHLAS DALAM MENCARI GANJARAN.(Lihat sumber : Al-Ghazali, Minhajul 'Abidin, h. 80-82)

والله أعلم

Share:

Sabtu, 18 Juli 2020

Khayal Semata (Berharap Syurga namun tidak berbuat Ta'at)

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

الأمنية (Khayalan Semata)

ترجو النجاة ولم تسلك مسالكها، إن السفينة لا تجرى على اليبس
"Engkau berharap keselamatan, namun tidak menempuh jalannya. Perahu itu tidak berjalan di tempat yang kering"

Maksudnya: Mengkhayal mengharapkan diampuni Allah dan masuk syurga, sementara dia tidak berbuat taat(taqwa). Seperti tidak shalat/shalat balangkambingan, perkara yang haram dikerjakannya, tidak berpuasa, dan berbuat ma'siat lainnya ... misal perkataan seseorang: "Nantinya aku diampuni Allah juga!

Orang ini seperti petani yang tidak menggarap ladangnya sama sekali sepanjang tahun, tapi ia berharap bisa panen besar di musim panen nanti. Maka "harapan" ini tidak punya dasar dan tidak lebih dari pikiran yang sia-sia(khayal belaka)

والله أعلم
Share:

Jumat, 17 Juli 2020

Waspada waspada lah ! Dosa berbuat dzalim pada Makhluk

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

"Betapapun banyak amal Ibadah, namun masih ada sangkut paut(dosa)dengan makhluk, seperti pernah menganiaya atau mengambil harta orang(contoh:mencuri/menipu/hutang tidak dibayar, dll), dsb. Dia belum sempat taubat dengan mengembalikan atau minta halal dan minta ridha kepada orang yang telah didzalimnya di dunia ini. Allah Swt tidak akan membiarkannya. Walaupun kebaikan 10.000 tapi ada satu dosa pada makhluk, ini tidak akan selamat sebelum orang yang terdzalimi tersebut menghalalkan, meridhakan di hari perhitungan(hisab) akherat kelak"


"Berbeda dengan dosa yang berkaitan dengan Allah Swt, seperti meninggalkan shalat dan puasa, dst. Jika banyak kebaikan dibanding  dosanya, misal 110(kebaikan) berbanding 100(dosa), maka dia  akan selamat"

والله أعلم
Share:

Rabu, 15 Juli 2020

PENYAKIT AHLI IBADAH

Penyakit orang Ahli Ibadah yang tanpa didampingi Ilmu yang bagus/cukup: 
"Menyangka rasa untung, merasa sudah baik, merasa bakal masuk syurga matinya nanti, merasa aman dari siksa/azab Allah Swt. ",  ternyata di akherat kelak berlainan dengan apa yang dia kira." 
نعوذ بالله من ذلك
Share:

JANGAN BANGGA DENGAN IBADAHMU

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Janganlah bangga dengan Ibadahmu...

Carilah kekurangan yang dilakukan dalam beribadah,dan salahkanlah dirimu atas kekurangan itu, karena disitu masih tetap ada berbagai kejahatan, dosa, dan aneka bahaya....

Misal: Tidak seberapa ibadahku ini, orang saleh terdahulu lebih banyak ibadahnya!!!

-Seseorang yang sudah ujian, belum tentu dia lulus, jadi janganlah  bangga. Begitu pula janganlah  bangga dengan ibadah, bangga dengan amal kebaikan yang telah dilakukannya, karena belum finish sebelum dia menemui kematian...

Share:

PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH

Contoh perkataan orang yang putus asa dari rahmat Allah Swt.:

-"Aku banyak ba isi dosa, mun ba ibadah kada diterima jua!"

-"Aku kulir manuntut ilmu, kena pacang kada kawa mamakai(mengamalkan)  jua !" 
(padahal sebenarnya dia tidak tahu taqdir/ketetapan tuhan terkait dia nantinya bs mengamalkan atau tidak)

-Ba apa turun pengajian, kada kawa mamakai jua!!

Janganlah merasa tidak ada harapan lagi untuk bisa diampuni Allah, Rasa kebanyakan berbuat salah dan dosa, rasa tidak ada lagi hati untuk bisa dibukakan kebaikan/menjadi orang baik. Karena punya pengalaman jahat, seperti pernah mencuri, merampok, berzina, minum arak, mengkonsumsi narkoba bahkan orang kafir atau menyembah berhala, karena Allah mengampuni dosa seluruhnya.

Orang non muslim/kafir/penyembah berhala, jika mengucap dua kalimat syahadat(masuk Islam), maka dia menjadi orang yang bersih, orang yang baru laksana orang yang dilahirkan kembali.

إن الإسلام يجب ما قبله
"Sesungguhnya Islam memutuskan apa-apa yang sebelumnya"

Dan dinyatakan juga oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika 'Amr bin Al 'Ash ingin masuk Islam dengan syarat Allah mengampuni dosa-dosanya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

« أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الإِسْلاَمَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهَا وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ ».

artinya: "Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa Islam menghapuskan apa yang terjadi sebelumnya (berupa dosa) dan berhijrah menghancurkan apa yang terjadi sebelumnya dan haji menghancurkan apa yang terjadi sebelumnya." (HR. Muslim.)

Firman Allah Swt dalam Al-Quran Surat Az-Zumar Ayat 53:

۞ قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas(banyak berbuat dosa) terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


والله أعلم
Share:

Minggu, 12 Juli 2020

ALLAH BUKAN MENGUJI TAPI MEMBAGUSKAN HAMBANYA

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

ALLAH BUKAN MENGUJI TAPI MEMBAGUSKAN HAMBANYA

Allah bukan mencoba/menguji (karna Allah sudah mengetahui) tapi membaguskan kita, cobaan hanya bagi makhluk. 

Semakin banyak cobaan, semakin tinggi derajat seseorang dan semakin disayangi Tuhan. Begitu juga sebaliknya semakin kurang mulia di sisi Allah, jika sedikit cobaan yang diterimanya

 إذا أحب الله قوما إبتلاهم (رواه البيهقي)
"Apabila Allah mencintai  suatu kaum, Dia akan menguji mereka(memberikan bala)"

Waspada jika tidak ada cobaan, seperti tidak pernah sakit berat, rezeki lancar, ringan persoalan hidup, dll, padahal dia bukan ahli taat dan rutin Ibadah. Orang ini dalam posisi AWAS

Kita meminta dihindarkan bala bencana, malahan  Aulia/wali Allah malah berdoa minta tambahkan bala ujian, karna mengejar kedudukan tinggi di sisi Allah Swt.

اللهم زدني البلاء
"Ya Allah tambahkan Bala pada diriku"

والله أعلم

Share:

Sabtu, 11 Juli 2020

REJEKI YANG DIJAMIN (الرزق المضمون)

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya


REJEKI YANG DIJAMIN (الرزق المضمون) 

"Allah Swt. tidak menjamin punya rumah, kendaraan, toko, kebun, dll. Yang dijamin adalah kita pasti hidup berdasarkan umur yang ditetapkan, dijamin rezeki untuk bisa tegak beribadah kepada-Nya, baik melalui bekerja atau tidak, diam dimana saja, di hutan, pasar, kamar, dan tempat lainnya" 

Allah Swt. pasti memberikan kekuatan pada kita, kemampuan tegaknya tubuh hingga bisa beribadah. Sedikitpun kita tidak boleh ragu-ragu, tidak boleh bergolak, bergoncang di dalam hati terkait Rezeki (yang dijamin)ini.
(lihat: Al-Ghazali, Minhajul A'bidin, h. 64)

والله أعلم
Share:

RAHASIA 40 HARI DALAM MEMBENTUK KARAKTER MULIA ???

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Pembiasaan Taat (sesuai fitrah kesucian diri) 40 hingga 120 hari

"Seseorang yang bisa Istiqamah Shalat malam(tahajjud) adalah Tamu Istimewa yang dipilih Allah" 

Tidak akan bisa istiqamah/rutin beribadah, kecuali ditolong Allah Swt.  Insya Allah ia  akan bisa dengan pertolongan-Nya, seperti dengan melakukan hal berikut.

 1. Taubat

-Tidak akan bisa rutin shalat tengah malam kecuali dia bersih dari dosa, sedikit saja  ada dosa, maka ia tidak bisa melaksanakan shalat malam, apalagi telah banyak melakukan dosa..., maka lakukanlah taubat dari segala Dosa. Karena dosa akan mengikat seseorang untuk ringan berbuat Ibadah. Dengan bertaubat seseorang diberikan kemudahan untuk beribadah.

Diingat-ingat kalau seandainya ada dosa yang masih belum taubat, sehingga masih ada dosa yang belum diampuni Allah SWT.

Setelah Taubat Beres, kemudian melatih diri(رياضة النفس):

2. Mujahadah pembiasaan Ta'at 40 hari hingga 120 Hari, terus dirutinkan

-Yakni Pembiasaan Ibadah(misalkan shalat malam) berdasarkan tahapan kejadian Manusia sempurna. Menurut ulama berdasarkan kejadian manusia, 40 hari berupa Air mani, 40 hari (segumpal darah), 40 hari berikutnya (daging), dan 40 hari berikutnya ditiupkan roh.

Caranya yaitu:

-Merutinkan, tidak boleh putus selama 40 hari/malam. Jikalau manusia baik-baik (sedikit dosa, dengan taubat yang mudah beres), cukup 40 hari saja pembiasaan dengan berat (dengan memaksa nafsu agar mau beribadah). Malam yang ke- 41 dan seterusnya akan mudah, dan akhirnya menikmati/ibadahnya(tidak terpaksa/menjadi karakter diri). 

-Jika tidak mempan 40 hari masih berat(karena banyak kekotoran dosa) tambah lagi 40 hari dan biasakan jangan putus hingga 80 hari, InsyaAllah hari ke-81 dan seterusnya akan dimudahkan Allah Swt.

- Jika belum mempan 80 kali (karena sangat luar biasa kotor/sangat banyak dosa pada dirinya) tambah lagi 40 hari, hingga 120 hari, maka hari ke-121 dan seterusnya ini dapat dipastikan InsyaAllah "dirinya memperoleh nikmat dalam beribadah" akan menjadi nyaman, menjadi kebiasaan dan akhirnya mendarah daging.
والله أعلم وبالله التوفيق

Share:

BERSERAH DIRI PADA ALLAH SWT YANG MAHA BIJAKSANA(تفويض)

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

BERSERAH DIRI PADA ALLAH (تفويض)

Tafwid adalah menyerahkan urusan sepenuhnya kepada Allah Swt.

Contoh tafwid:  Seseorang minta pilihkan pada Allah, mana yang terbaik untuknya, karena dia(kita) tidak mengetahui apa yang terbaik untuknya, seperti apakah dia punya harta yang banyak(menjadi kaya)/sederhana/miskin, jadi pejabat/bawahan, tinggal dirumah tertentu/rumah yang lain, lulus/tidak lulus, dll. Karena Yang maha mengetahui hanyalah Allah, pilihan-Nya pasti tidak salah.

Memilih sesuatu menjadi tugas orang yang mengetahui seluk beluknya, atau orang ahli dibidangnya, seperti kita berserah diri pada Dokter terkait pengobatan untuknya. Janganlah keliru/salah, minta pilihkan warna atau pakaian kepada orang yang buta.

Berserah dirilah engkau kepada Allah Swt, setiap hari, dimana dan kapan pun, seperti kalimat berikut:

"Ya Allah urusanku, urusan anak biniku, dan semua urusanku. Kuserahkan pada engkau. Aku yakin, engkau maha bijaksana, maha mengetahui, melindungi, dan engkau tentu tidak akan menyia-nyiakan kami sekeluarga"

Misalnya dihari itu ia apakah diberikan Nikmat atau musibah/hal-hal yang tidak menyenangkannya.  Ia akan meyakini baik dan percaya bahwa tuhan sudah memberikan yang terbaik untuknya, walaupun tidak sesuai dengan kehendak/seleranya...

Firman Allah Swt. dalam Surat Al-Qashash, ayat 68-70:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (68) وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ (69) وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الأولَى وَالآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (70)

"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan."

والله أعلم 
Share:

KENAPA MENGHADIRI UNDANGAN MENJADI TIDAK WAJIB?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Perbuatan Mungkar di Tempat Undangan: Walimahan, dll.

Tidak boleh menghadiri undangan, seperti walimahan, dsb, jika di tempat tersebut terdapat kemaksiatan/kemungkaran, seperti  ada karoke dgn  artis menyanyi dgn membuka aurat, makanannya haram/dari uang yg haram, ada yang meminun arak,dll. dikecualikan bagi yang mampu merubah kemungkaran pd tempat tersebut, jika tidak maka dia berdosa.

-Padahal penganten/mempelai perlu sekali rahmat keberkahan dari Allah Swt.  agar rumah tangganya bahagia punya keturunan yang shaleh dan shalehah. Akibat pelaksanaan walimah dicampur dengan perkara yang maksiat/mungkar, sehingga akan mengurangi keberkahan dari-Nya, karena rahmat dan keberkahan Allah Swt. tidak akan turun di tempat ma'siat.

-Padahal menghadiri undangan/walimahan hukumnya wajib (dgn syarat yang cukup)

-Menurut Imam Zarkasyi:"Undangan Zaman sekarang sudah hilang kewajiban menghadirinya, statusnya cuma boleh, makruh, atau haram".

-Jika di suatu kampung/daerah/RT setuju terhadap hiburan walimahan  yang mengandung kemungkaran(seperti karoke dgn artis membuka Aurat), dan tidak ada yang menegurnya, maka berdosa sekampungan/se RT an.

Lih Sumber: Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, Kitab Amar Ma'ruf Nahi Mungkar.

Semoga bermanfaat...
Share:

SABAR ADALAH PADA HENTAKAN PERTAMA

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

SABAR KETIKA PADA HENTAKAN PERTAMA

Dari Anas bin Malik, beliau berkata,

مَرَّ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِامْرَأَةٍ تَبْكِى عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ « اتَّقِى اللَّهَ وَاصْبِرِى » . قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّى ، فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِى ، وَلَمْ تَعْرِفْهُ . فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – . فَأَتَتْ بَابَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ . فَقَالَ « إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى »

”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Bertakwalah pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.” Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika (hentakan pertama/beberapa saat saja) di awal musibah.” (HR. Bukhari, no. 1283)

Contoh: Ketika dicaci/dihina/hal yang membuat marah/sedih, dll, ketika itu hati tidak nyaman. Pada saat itulah seketika menahan marah/sedih dengan kesabaran. Kalau sudah berlalu satu hari, baru ia bisa bersabar,maka tidak termasuk lagi. Karena sudah dilupakan(hati sudah dingin). 
Share:

Jumat, 10 Juli 2020

Mengorbankan Agama demi kepentingan Dunia

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

نرقع دنيانا بتمزيق ديننا فلا ديننا يبقى ولا ما نرقع
"Aku sedang menambal kepentingan duniaku dengan merobek agamaku. Jadi, agamaku tidaklah tetap(tak tersisa lagi) kebaikannya. dan apa yang aku tambalpun tidaklah menjadi bagus" (Ibrahim bin Adham)

Menambal kain dunia dengan kain Agamanya.  Mengorbankan akherat untuk meraih dunia, diibaratkan seperti Baju mahal, bagus, tanpa cacat, kemudian dirobek dan digunakan untuk penambal baju yg sudah usang lagi jelek....
Share:

Senin, 06 Juli 2020

Hukum berjabat Tangan Laki-laki dan perempuan

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Hukum Berjabat Tangan, laki-laki dan perempuan

1. Pendapat Kuat, Haram mutlak, bagi org tua ataupun muda
2. Boleh, jika pakai alas/lapik dgn syarat tdk ada syahwat  serta aman dari fitnah
3. Pendapat paling rendah: Boleh, jika keduanya sama-sama tua atau salah satunya, serta tidak ada syahwat dan aman dari fitnah. /Jika sama-sama MUDA tidak ada ulama yang membolehkan(haram muthlak)

MM 118
Share:

Rabu, 01 Juli 2020

Penting...!!! Apa itu Hakekat Nafsu dalam diri Manusia???

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Penting...!!! Apa itu Hakekat Nafsu dalam diri Manusia???


Sifat Nafsu selalu mementingkan kesenangan seketika, jangka pendek, melupakan akibat. Tidak sedikit orang menyesali perbuatannya karena menuruti keinginan Nafsunya.

Akal Sempurna akan selalu memandang pada akibat kemudian. Sifat akal selalu bertentangan dengan Nafsu (yang membujuk untuk merasakan kesenangan seketika), tetapi akal akan selalu memberikan nasehat kepada hati untuk memikirkan akibatnya.

Seperti anak-anak yang dia sudah tahu sakit salesma(pilek, bahingusan), tetap menghendaki es, coklat yang bisa membahayakan/bertambah sakit(karna nafsu belum berakal). Anak-anak sulit sekali diberi minum obat(dirayu agar mau) karena obat PAHIT seketika (dari nafsu), jika punya akal tentu memandang obat sebagai penyebab kesembuhan dan kesehatan, tentu tidak susah payah minum obat. 

Begitulah NAFSU, tidak tahu urusan yang penting ENAK, jika menurutinya pasti tidak cukup(kada kaawakan)melayaninya, mau ini-itu, yang berakibat membahayakan dirinya.

Oleh karena itu, sangat penting dan  perlu untuk mengendalikan Nafsu perlu bersungguh-sungguh melatih nafsu (رياضة النفس) untuk bisa Istiqamah dalam beribadah kepada Allah.

Seperti dalam membiasakan Shalat malam bangun di akhir malam, melakukan berbagai ibadah sunnah. Pada mulanya semua itu susah dan payah, namun tidak lama, dan pada akhirnya terbiasa(menjadi kebiasaannya)dan tidak sulit lagi, bahkan menjadi Nikmat. contoh lain: Kalau mau bangun malam jam 03.00 untuk beribadah , paling lama 40 hari dikerjakan secara istiqamah, walaupun awalnya beban nafsu sangat berat namun pada akhirnya akan terbiasa, jam berapa saja dia tidur maka ia akan terbangun di waktu itu, karena nafsunya sudah terbiasa dapat dikendalikan.

Perkataan syair:

هي النفس ما حملتها تتحمل، ويروي: ما عودتها تتعود.

"Itulah Nafsu, anda bebani apapun ia akan kuat. dan dirwayatkan: "Selagi engkau membiasakannya, ia akan terbiasa"

Jika ada kemauan yang kuat untuk beribadah, menjadi orang baik. Insya Allah pasti bisa, ibadah itu gampang dan tidak ada yang membahayakan, bahkan membawa kebahagiaan dunia dan akherat.

Jalan menuju Keridhaan Allah adalah sulit yang hanya banyak disulitkan Nafsu manusia, namun semua rintangan hanyalah sebagai rintangan bayangan dan tidak akan membahayakan manusia. Rintangan tersebut hanyalah bayangan takut seakan-akan binatang buas yang bisa menerkamnya, padahal hanya hayalan yang tidak membahayakan. Padahal dijalani  akan mudah dan membawa keberuntungan di dunia dan di akherat.

Semoga kita bisa selalu diberi hidayah dan taufik, kemudahan, kekuatan dalam beribadah kepada Allah SWT. 
آمين، يا رب العالمين
Kemudahan apapun berada dalam genggaman kekuasaan Allah SWT, dan Dia  kuasa melaksanakan apa yang dia kehendaki. 

لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

Sumber: Lihat Al-Ghazali,  Minhajul Abidin, h. 50-51.
Share:
Copyright © Web Kuliah Abdullah | Powered by Blogger | Design by ronangelo Theme Editor: Abdullah Jejangkit | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com