Website Kuliah: Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Selasa, 13 Oktober 2020

Do'a dan Tawassul ketika memulai Pengajian

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته، بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين سيدنا وحبيبنا ومولانا وقرة أعيننا محمد وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.  رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري واحلل عقدة من لساني يفقهوا قولي، رب زدنا علما وارزقنا فهما آمين يا رب العالمين.
 سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ اَكْبَرُ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ،  الْعَزِيْز الَعَلِيْمِ عَدَدَ كُلِّ حَرْفٍ كُتِبَ  أو يُكْتَبُ أَبَدَ الْآبِدِيْنَ وَدَهْرَ الدَّاهِرِيْنَ.
سبحانك لا علم لنا إلا ما علمتنا أنك أنت العليم الحكيم، ولا ، حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

 (Dengan menyebut Nama Allah, Maha suci Allah, segal puji bagi Allah dan tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Luhur, Maha Agung, Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui, sebanyak huruf yang telah tertulis dan yang akan di tulis selama-lamanya sepanjang masa).

 أما بعد...
فقال المؤلف رحمه الله تعالى ونفعنا به وبعلومه في الدارين، رب يسر واعن.

Mari kita mulai membaca ..... dengan menghadiahkan Al-Fatihah kepada ....Imam Al-Ghazali(contoh)

إِلَى رُوْحِ نَبِيِّناَ وَشَفِيعِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَـْيهِ وَسَـلَّمَ، وإلى أرواح الأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَـلِينَ، وإلى الأولياء وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ ، وإلى أرواح العلماء المجتهدين والمؤلفين والمصنفين خُصُوصًا إِلَى روح ... حجة الأسلام أبي حامد الغرالي ... قدس الله سره ونور ضريحه وأعاد علينا من بركاته ونفعنا بعلومه و إلى أرواح أموات المسلمين والمسلمات خصوصا إلى أرواح مشايخنا ومعلمينا وإلى أرواح آبائنا وأمهاتنا وأجدادنا وجداتنا وأساتيذنا ومشايخنا وإخواننا  وأخواتنا وأصدقائنا لهم جميعا الفاتحه شيئ  لله لهم الفاتحة...


Share:

Minggu, 11 Oktober 2020

Bertasawwuf itu Mengalami, bukan sekedar teoretis!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Bertasawwuf adalah mengalami bukan teoretis semata!

"Orang yang membaca terlalu banyak ilmu tapi tidak diamalkan Ilmunya, hal ini justru bisa menimbulkan kebingungan pada dirinya sendiri.  Dia seakan-akan mutar-mutar tidak bisa keluar dari kebingungannya. Oleh karena itu, ibadah menjadi penting sekali dalam mengalami/merasakan(dzauq)pengamalan ilmu, baik ibadah ritual maupun non ritual" (inilah pengalaman bertasawwuf). 

Memiliki banyak teoretis tentang tasawwuf, tidak akan menjadikan anda seorang Sufi, jika tidak memiliki pengalaman mengalami langsung(beramal).  Terdapat perbedaan antara seseorang tahu tentang hakekat Zuhud, syarat maupun sebab-sebabnya  dengan Ia ada dalam keadaan Zuhud.


الْعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ جُنُوْنٌ، وَالْعَمَلُ بِغَيْرِ عِلْمٍ لَا يَكُوْنُ

‘Ilmu tanpa amal itu gila, dan ‘amal tanpa ‘ilmu tidak ada gunanya(Al-Ghazali, Ayyauhal Walad)


فعلمت يقينا : أنهم أرباب أحوال لا أصحاب أقوال ، و أن ما يمكن تحصيله بطرق العلم فقد حصلته و لم يبق إلا ما لا سبيل له بالسماع و التعلم ، بل بالذوق و السلوك 

"Dengan demikian, aku yakin bahwa para sufi adalah para pemilik ahwal, bukan sekadar pandai beretorika. Bagian dari tasawuf yang memungkinkan dicapai dengan ilmu maka aku telah mencapainya. Tinggal bagian yang tidak dapat dicapai dengan hanya mendengar dan mempelajarinya, tetapi harus dengan rasa dan suluk"(Al-Ghazali, المنقذ من الضلال:98)

والله أعلم
Share:

Sabtu, 10 Oktober 2020

Etika dalam menghadapi Ketetapan Allah Swt.

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Adab seseorang muslim dalam menghadapi ketetapan(taqdir) Allah Swt :

1. Mendapatkan Nikmat, maka bersyukurlah. Intisari Syukur adalah besikap pemurah, tidak kikir/pemalar (baik harta ataupun tenaga);
2. Mendapatkan Bencana/musibah/hal tidak disenangi, maka bersabarlah dan tidak berkeluh kesah. Semuanya adalah titipan Allah Swt, Dia yang memberi dan Yang mengambilnya;
3. Bebuat Keta'atan, memandang keta'atan itu semata-mata anugerah/kebaikan Allah Swt(شهود المنة) bukan mengakui dari diri sendiri,  semata-mata keesaan dan kekuasaan Allah Swt(وحدانية الله وقدرته); dan 
4. Berbuat kemaksiatan, segeralah bertaubat, jangannya ditunda-tunda minta ampun merasa hina(انكسار القلب) dihadapan Allah Swt.

Perkataan Ahli ma'rifah:
لا يريد الله بك إلا خيرا
"Allah Swt tidak menghendaki/mentakdirkan untukmu kecuali hanya kebaikan"


والله أعلم
Share:

Rabu, 07 Oktober 2020

Kebanyakan orang "Nalarnya Lemah"?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Janganlah kamu menjadi orang yang dikatakan  "Si Lemah Akal" karena kurang piknik!

أكثر الخلق ضعفاء العقول
" Kebanyakan orang "Nalarnya lemah"

يقول أبو حامد الغزالي: “ هذه عادة ضعفاء العقول يعرفون الحق بالرجال، لا الرجال بالحق. والعاقل يقتدي بسيد العقلاء، علي رضي الله، حيث قال: “لا تعرف الحق بالرجال، بل اعرف الحق تعرف أهله”، فالعاقل يعرف الحق، ثم ينظر في نفس القول، فإن كان حقًا، قبله سواء كان قائله مبطلًا أو محقًا، بل ربما يحرص على انتزاع الحق من تضاعيف كلام أهل الضلال عالما بأن معدن الذهب الرغام” المنقذ من الضلال

Imam Al-Ghazali berkata: Inilah kebiasaan orang-orang yang lemah akal; mereka mengetahui kebenaran karena melihat orangnya, dan bukan mengenal orang karena kebenarannya. 

Sebaliknya, orang yang berakal akan mengikuti nasihat Amirul Mukminin(pemimpin orang yang berakal), Ali bin Abi Thalib Ra., yang berkata, "Janganlah kamu mengenal kebenaran karena orangnya, tetapi kenalilah kebenaran itu, dan kamu akan mengenal penganutnya." Oleh sebab itu, orang yang berakal akan mengenali kebenaran terlebih dulu, baru kemudian mempertimbangkan apa yang sebenarnya diucapkan (oleh seseorang). Jika ucapan itu benar, dia menerimanya, meskipun si pembicara tersebut orang benar atau orang batil. Bahkan, mungkin dia akan berusaha mengambil kebenaran dari ucapan mulut orang-orang sesat, sebab dia tahu bahwa emas didapat pada ditambang bisa bercampur dengan tanah.
 (Al-Ghazali:Al-Munqidz Minaddhalal)



انظر ماقال ولا تنظر من قال
"Lihatlah perkataannya, jangan lihat orangnya"

"Kebenaran harus kita ambil walaupun bersumber pada orang yang kita tidak setuju padanya, berlawanan dari segi keyakinan, bahkan orang jahat sekalipun"

"Janganlah mendebat sesuatu yang ada dipikiran anda sendiri. Membuat-buat argumen atas nama lawan. Karena sebenarnya ia tidak memahami subtansi argumen lawannya"

"Hidup tinggal di ruang bergaung, hanya bisa mendengar suaranya, tidak pernah bisa mendengar pendapat orang lain, meskipun benar. Mau mengambil suatu pendapat, jika sesuai dengan gaung pendapatnya, walaupun sebenarnya pendapatnya itu keliru"

Share:

Struktur Khusu' perspektif Imam Al-Ghazali

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Konsep  Rangkaian dan Herarki Khusu' dalam Shalat perspektif Imam Al-Ghazali

Struktur Khusu dan sebab-sebab  pendorongnya:


1. Hadir Hati,(jadikan shalat kepentingan utama) 
2. Paham apa yg dibaca(mengenali maknanya dan menolak geritik yg lain muncul dalam hati);dan 
3. Membesarkan Allah Swt(Dengan mengenali keagungan Allah dan Kehinaan dirinya) 

Tiga hal ini, bisa selalu ada dalam rangkaian Khusu di setiap perbuatan shalat

Tambahan lebih tinggi pada tingkatan khusu: 

4. Takut(dengan mengenali kekuasaan Allah, 5.Harap(mengharap rahmat dan anugerah Allah; dan 
6. Malu(merasa kurang dalam melaksanakan Ibadah dan lemah/byk lalai melaksanakan dari besarnya hak Allah, bayak Aib diri, penyakit diri, sedikit ikhlas, hati condong dunia pada tiap perbuatannya beserta tahu tuntutan keagungan Allah padahal Dia tahu Rahasia hati dan geritik hatinya) 

Tambahan ini (4,5, dan 6) menyesuaikan konteks apa yg diperbuat dalam shalat/tergantung keadaannya. 

Dasar utama memperkuat datangnya sebab-sebab dari struktur Khusu' dalam Shalat adalah  Keimanan dan Keyakinan pada Allah Swt.

Sumber: Al-Ghazali, Mauidzatul Mu'minin, Ihya Ulumiddin.

Semoga Bermanfaat....

والله أعلم
Share:

Senin, 05 Oktober 2020

GERITIK HATI DARI MANA?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

AGAR KITA DAPAT  BERBUAT SESUATU YANG BENAR 

Mengetahui apa saja Geritik Hati(Bisikan Hati)yang mesti dilanjutkan(diperbuat) atau geritik hati yang mesti  dipalingkan/dilawan/ditinggalkan......

-Sangat Penting untuk mengenali dan membedakannya GERITIK HATI, apakah datangnya dari Allah/Malaikat/Iblis/Hawa nafsu:

1. Bisikan Hati dari Allah, Datangnya pertama-tama dan sangat kuat dorongan untuk kebajikan; bisa juga KEJAHATAN, sebagai akibat hukuman Allah dikarenakan dia melakukan dosa serta belum taubat/Istigfar-biasanya geritik hati ini akan hilang jika dibawa taubat/minta ampun;
2. Dari Malaikat, Bisikan berupa kebaikan, namun tidak begitu kuat
3. Dari Iblis/syaitan, Mendorong kepada kema'siatan:
-jika dilawan-berpindah "supaya tidak beribadah"-jika dilawan->terus bisikan agar ibadahnya tidak sah" jika dilawan
>terus "Supaya tidak berpahala"
Bisa juga mendorong pd kebaikan, namun akhirnya tidak ada nilai/hasilnya
4. Dari Hawa Nafsu, Dorongan kpd kema'siatan serta tidak berpindah-pindah(hanya satu macam, seperti ingin mengkonsumsi Narkoba); Dorongan pada KETAATAN, namun sesuai keinginan Hawa Nafsu, seperti beribadah ditengah orang banyak, puasa sekaligus diet atau sekaligus mengurangi pengeluaran.

-Seseorang tidak akan mampu  membedakan sumber geritik Hati apabila ada salah satu dari 4 hal berikut:
1. Sedikit punya Ilmu Agama- pengetahuan mengenai dirinya
2. Terbiasa hidup menuruti Hawa Nafsu, bahkan terhadap yang dilarang Allah
3. Di Hatinya sudah bertunggu Mencintai DUNIA, Tamak terhadap Dunia
4. Penyakit di Hati"Ingin dipuji Manusia atau mendapat kedudukan disisi manusia."

Semoga bermanfa'at dan bisa mengamalkannya... Aamin.

Share:

Minggu, 04 Oktober 2020

Dialog(bermunajat) dengan Allah ketika Membaca Surat al-Fatihah

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

HADITS PILIHAN

Dialog dengan Allah ketika Membaca Surat al-Fatihah

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهْىَ خِدَاجٌ – ثَلاَثًا – غَيْرُ تَمَامٍ ». فَقِيلَ لأَبِى هُرَيْرَةَ إِنَّا نَكُونُ وَرَاءَ الإِمَامِ. فَقَالَ اقْرَأْ بِهَا فِى نَفْسِكَ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِى عَبْدِى وَإِذَا قَالَ (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَىَّ عَبْدِى. وَإِذَا قَالَ (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ). قَالَ مَجَّدَنِى عَبْدِى – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَىَّ عَبْدِى – فَإِذَا قَالَ (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ). قَالَ هَذَا بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ). قَالَ هَذَا لِعَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ ».

Dari Abu Hurairah, dari Nabi Saw., beliau bersabda :“Barangsiapa yang shalat lalu tidak membaca Ummul Qur’an (yaitu Al Fatihah), maka shalatnya kurang (tidak sah) -beliau mengulanginya tiga kali-, maksudnya tidak sempurna.” Maka dikatakan pada Abu Hurairah bahwa kami shalat di belakang imam. Abu Hurairah berkata, “Bacalah Al Fatihah untuk diri kalian sendiri karena aku mendengar Rasulullah Saw. m bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: Aku membagi shalat (maksudnya: Al Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika hamba mengucapkan ’alhamdulillahi robbil ‘alamin (segala puji hanya milik Allah)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah memuji-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘ar rahmanir rahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah menyanjung-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘maaliki yaumiddiin (Yang Menguasai hari pembalasan)’, Allah berfirman: Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. Beliau berkata sesekali: Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku. Jika ia mengucapkan ‘iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)’, Allah berfirman: Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika ia mengucapkan ‘ihdiinash shiroothol mustaqiim, shirootolladzina an’amta ‘alaihim, ghoiril magdhuubi ‘alaihim wa laaddhoollin’ (tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat), Allah berfirman: Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta.”  (HR. Muslim no. 395). 

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist :

Hadis ini menunjukkan bahwa al-Fatihah adalah rukun Shalat, karena Allah menyebut al-Fatihah dengan kata shalat.

Al-Fatihah disebut shalat, karena surat ini dibaca saat shalat. Dan seorang hamba yang membaca surat ini ketika shalat, dia hakekatnya sedang melakukan dialog dengan Rabnya.

Allah membagi bacaan al-Fatihah dalam shalat menjadi dua, setengah untuk Allah dan setengah untuk hamba. Setengah untuk Allah ada di bagian awal, bentuknya adalah pujian untuk Allah. Mulai dari ayat, ‘Alhamdulillahi rabbil ‘alamin’ sampai ‘Maliki yaumiddin.’ Sementara setengahnya untuk hamba, yaitu doa memohon petunjuk agar seperti orang yang telah mendapat nikmat.

Ada satu ayat yang dibagi dua, yaitu ayat iyyaaka na’budu wa iyyaka nasta’in. setengah untuk hamba, setengah untuk Allah. Iyyaka na’budu, ini untuk Allah, dan iyyaka nasta’in, ini untuk hamba.

Itulah dialog antara hamba dengan Allah saat dia membaca surat al-Fatihah minimal 17 kali sehari  semalam ketika  shalat fardhu dan maksimal.... Semoga semakin meningkatkan rasa khusyu’ kita ketika menjalani ibadah shalat…

Tema hadist yang berkaitan dengan Al Qur'an :

Maka Esakanlah Aku dan sembalah Aku dan Shalatlah kamu untuk mengingat-Ku.

فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلاةَ لِذِكْرِي

Maka sembalah  Aku dan dirikanlah salat untuk mengingat Aku. (Thaha: 14)

Yakni sungguh telah beruntung, berbahagia, dan beroleh keberhasilan mereka yang beriman lagi mempunyai ciri khas diantaranya seperti, yaitu:

قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Sesungguhnya  beruntunglah orang - orang yang beriman  (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya. (Al Mu’minun: 1-2).

Dengan demikian kita “berdialog dan berbicara” dengan Allah dalam keseharian kita, minimal 17 kali dalam sehari melalui shalat.

Share:

Perhatikan Siapa layak yang dijadikan teman!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya


Kriteria orang-orang yang bisa dijadikan Teman:

1. Orang yang berakal/tdk bodoh
2. Berakhlak Baik(Tidak pemarah, dikalahkan syahwat, pelit, penakut, dan menuruti hawa nafsu)
3. Tidak Fasik/org shaleh(yaitu org yg suka berbuat dosa, seperti:pemabuk/narkoba, penzina, riba)
4. Tidak tamak/rakus dunia

Mauidzatul Mu'minin, 100.

Teman Bergaul Cermin Diri Seseorang

عن زهير بن محمد ، عن موسى بن وردان ، عن أبي هريرة - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - :
"الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ " .أخرجه أحمد في " المسند " ( 8 / 307 / 8398 )

Dari Zuhair bin Muhammad dari Musa bin Wardan, dari Abu Hurairota radhiAlloohu anhu berkata, bersabda Rasulullah saw:
Seseorang itu tergantung pada agama  temannya. Oleh karena itu, salah satu diantara kalian hendaknya memperhatikan siapa yang dijadikan teman.( Hadist, dikeluarkan dari Imam Ahmad di dalam" Al-Musnad (8/307/6398)

Pelajaran yang terdapat dalam hadist

1- Pergaulan cermin diri seseorang,

الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ (أخيه) الْمُؤْمِنِ

Seorang mukmin cerminan dari saudaranya yang mukmin.

2- Memilih teman yang baik adalah sesuatu yang tak bisa dianggap remeh. Karena itu, Islam mengajarkan agar kita tak salah dalam memilihnya.

3- Kalau seorang biasa berkumpul dengan seseorang yang hobinya berjudi, maka kurang lebih dia seperti itu juga. Begitu pula sebaliknya, kalau dia biasa berkumpul dengan orang yang rajin shalat berjamaah, maka kurang lebih dia seperti itu.

Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:

1- Pergaulan menentukan nasib seseorang.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَىٰ يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا
يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا
لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا

Dan (ingatlah) hari (ketika itu) orang yang zalim menggigit dua tangannya, seraya berkata: "Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul".
Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku).
Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al Quran ketika Al Quran itu telah datang kepadaku. Dan adalah syaitan itu tidak mau menolong manusia.
[Surat Al-Furqan : 27- 28-29]

2- Perintah sabar untuk selalu berkawan dengan orang-orang yang shaleh.

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
[Surat Al-Kahf : 28].




Tugas Orang tua harus menyeliksi siapa-siapa kawan/sahabat Anaknya?

-Mau anak bagus, carilah kawan anak yang baik> dgn siapa anaknya pergi/berkawan???

-Akhir Zaman: Kadang seorang Kawan lebih ditaati dibanding orang tua sendiri

Untuk mengetahui sifat seseorang, maka tenguklah siapa kawannya! Menjadi gambaran baik/buruk akhlaknya?

المرأ على دين خليله

Karena hal tersebut Carilah kawan yang Baik...

-Kualitas agama seseorang sangat tergantung dengan orang yang dijadikannya kawan

-Kriteria yang bisa dijadikan kawan/sahabat antara lain: Berakal, berakhlak baik, tidak fasik(suka berbuat dosa), dan org yg Tidak cinta dunia.

MM 129
Share:

Jumat, 02 Oktober 2020

PENYAKIT UMUMNYA ORANG AWAM

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Ada 2 penyakit yang umumnya melanda orang Awam, biasanya karena setengah-tengah menuntut ilmu, berisi ilmu cuma sepotong-potong:

1. Merasa diri sudah benar, padahal tidak. Contoh: merasa diri  Ikhlas, merasa baik, merasa khusu, merasa apa dicita-citakan terkabul hingga merasa disayangiNya, rezeki luas merasa disayangiNya, dll.  padahal sebaliknya;

2. Merasa diri tidak baik(padahal memang benar dia tidak baik)., namun tidak mau merubahnya. Yang diharapkannya  syafaat-syafaat/berkat-berkat. Contoh: Masih ada berdusta/bohong, ada usaha jalan haram namun tidak ditinggalkan, banyak berlumur dosa namun tidak taubat, sadar belum bisa beribadah dengan baik, namun tidak memperbaikinya, dll.
Share:

Rabu, 16 September 2020

Makna Do'a Nabi Minta dihidupkan dalam Keadaan Miskin

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Arti doa Nabi meminta dihidupkan dalam keadaan Miskin, wafat serta dikumpulkan dihalau bersama golongan orang-orang miskin. Maksudnya Bukan miskin dalam artian Sedikitnya Harta, melainkan miskin dalam arti "orang yang bersifat tawadhu/rendah hati" karena sifat tawadhu itu melekat pada orang yang sedikit memiliki harta(miskin).
Oleh karena itu Miskin memiliki dua makna:
1. Sedikit Harta
2. Orang tawadhu(walaupun dia kaya)
Share:

Waspada menyimpan Harta ! dicela Agama?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Niat Menyimpan Harta

Menyimpan harta tanpa tujuan yang baik sangat dicela Agama dan merupakan perbuatan yang tidak terpuji...

Oleh karena itu, dikecualikan jikalau  seseorang menyimpan harta harus disertai niat yang baik berikut ini.

1. Harta disimpan sebagai jaga-jaga kalau ada keperluan mendadak, untuk anak,/Istri, /keluarga/ Tetangga yang memerluakan(untuk nafkah/ meninjamkan/membantu mereka;
2. Untuk Harta warisan/meninggalkan Harta untuk anak-anak agar hidup mereka tidak mengemis/meminta-minta;
3. Disimpan untuk persiapan bayar zakat dengan harta tersebut,karena kwatir pada waktunya tidak memilikinya;
4. Menunggu dan disimpan untuk diberikan kepada org lain yang belum datang.

-Dengan niat baik tersebut, Hartanya akan dijaga dan diberkati Allah.

Sumber Pengajian ke- 22 Kitab Bustanul Arifin, Guru Bakhiet., Semoga bermanfaat...
Share:

Selasa, 15 September 2020

Al-Ghazali: jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Karya al-Ghazali berjudul  Minhaj al-'Abidin merupakan kitab yang mengkaji tentang jalan yang ditempuh oleh hamba Allah,jalan yang ditempuh oleh orang-orang dalam  beribadah kepada Allah dalam mendekatkan diri atau taqarrub kepada Allah. Dalam kitab ini al-Ghazali menuturkan bahwa jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah diumpamakan sebagai ‘aqabah, artinya jalan yang mendaki, atau jalan yang kecil,sempit dan mendaki, jika dilalui jalan tersebut banyak sekali rintangannya. ‘Aqabah itu ada tujuh macam atau tujuh tahapan : 
(1) aqabah al-'ilm ‘aqabah dalam mencari ilmu. 
(2) aqabah al-taubah, aqabah yang harus dijalani dalam taubat kepada Allah 
(3) aqabah al-awa'iq, aqabah yang berkaitan dengan rintangan- rintangan, yaitu rintangan-rintangan dalam mendekatkan diri kepada Allah 
(4) aqabah al-'awaridh, aqabah yang  berkaitan dengan segala sesuatu  yang terjadi, yang datang dalam  kehidupan manusia
(5) aqabah al-bawa'ith, aqabah yang berkaitan dengan perkara-perkara yang  mendorong manusia dalam mendekatkan diri kepada Allah
(6) aqabah al-qawadih, aqabah yang berkaitan dengan perkara tercela, yakni sifat buruk yang muncul ketika mendekatkan diri kepada Allah 
(7) aqabah al-hamd wa al-syukr, aqabah yang berkaitan denga puji dan syukur kepada Allah.
Share:

Konsep Ekonomi Al-Ghazali: Penghidupan atas Kadar Keperluan

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Konsep Imam  Al-Ghazali, kehidupan atas Kadar keperluan
(قدر الحاجة)
Ketika Umat Islam menang dan harta berlimpah, ekonomi keluarga yang stabil/lebih/tanpa kekurangan, banyak kaum muslimin yang terlena berlebihan dalam kehidupan hingga lalai untuk fokus dalam Ibadah/kebaikan. 
Sehingga Al-Ghazali menghidupkan kembali konsep ekonomi berdasarkan Zaman Nabi dan Sahabat atas dasar sekedar keperluan dalam rangka mendukung Ibadah/keta'atan.

Secara utuh pemikiran Al-Ghazali bukan berarti meninggalkan kebutuhan ekonomi, namun yang diperlukan hanya sekedar hajat menguatkan untuk beribadah(baik ibadah mahdah atau kebaikan lainnya(ghairu mahdhah). Jadi ibadah tidak bisa dipahami hanya sekedar hubungan dengan tuhan saja.  


Batasan konsep utama adalah: 
"Jangan sampai kekayaan, harta benda/urusan dunia yang dimilikinya bisa melalaikan ataupun menghilangkan fokus yang sebenarnya yaitu Kehidupan hamba ini diciptakan untuk ibadah"

Sekarang masih terjadi di kalangan kaum muslimin yang terlena dalam kehidupan dunia, seperti contoh kontekstual : Karena berdagang/banyak punya toko, karena usaha/bisnis/urusan kantor, karena kebun, karena ternak, karena sawah/pahumaan, karena asyik main hp/game/hiburan, dan lain sebagainya. Karenanya pikiran penuh dengan urusan dunia,  hingga melupakan dan melalaikan Ibadah/kebaikan.
Share:

Kamis, 03 September 2020

Dosa Berlapis akan membutakan mata hati

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

"Tatkala dosa itu kian berlapis-lapis, tentu akan makin menancap kuat di dalam hati. Dan pada saat itu, hati akan buta sehingga tidak mampu mengetahui kebenaran dan kebaikan agama. Masalah akhirat akan dianggapnya remeh, sementara urusan dunia dianggapnya besar dan amat penting. Akibatnya, fokus perhatiannya hanya terbatas pada dunia saja. Maka, manakala pendengarannya diketuk dengan masalah akhirat dan bahaya yang akan terjadi nanti, pasti akan masuk lewat satu telinga dan akan segera keluar dari telinga lainnya, sama sekali tak berbekas di hati, dan tidak mampu menggerakkan hati untuk bertobat serta meraih hal-hal yang telah hilang itu." (Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, Keajaiban Hati, h. 49)
Share:

Rabu, 02 September 2020

Bagaimana Mensyukuri Nikmat Waktu yang telah diberikan Allah Swt?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

MENGHARGAI WAKTU

Pertama yang harus kita garis bawahi adalah bahwa Islam sangat menghargai waktu, karena waktu adalah sangat bernilai. 

Tahukah kamu bahwa waktu sangat berarti dan penting dalam kehidupan kita, Islam telah memberikan gambaran yang utuh mengenai pentingnya memuliakan waktu. Dalam Al-Qur’an Allah telah menempatkan tentang waktu diposisi sangat tinggi, sampai-sampai Allah bersumpah atas nama waktu. Misalnya “Demi waktu” dalam surah Al-Ashr dan ada contoh lagi yaitu “Demi waktu saat matahari naik sepenggalah,” dalam surah Adh-Dhuha.

Dan ketahuilah bahwa Rasulullah saw pernah mengabarkan bahwa waktu salah satu nikmat diantara nikmat-nikmat Allah kepada hambaNya yang wajib disyukuri, Jika tidak, nikmat tersebut akan diangkat dan pergi menginggalkan pemiliknya.
Manifestasi dari syukur nikmat adalah dengan memanfaatkannya dalam ketaatan dan amal saleh. Nabi saw  bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang kebanyakan orang merugi padanya(tidak bisa memanfaatkan dengan baik), yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412).

Waktu senggang (waktu luang) adalah di antara nikmat yang banyak dilalaikan dan disia-siakan.
Padahal, setiap nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan kepada kita, kelak akan ditanyakan pada hari kiamat, Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanya tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan di dunia itu).” (QS. At-Takaatsur [102]: 8)
Dalam al-Qur`an, Allah swt pernah bersumpah dengan waktu, misalnya, dalam Q.s. al-‘Ashr (103/13): 3 disebutkan yang artinya: "Demi masa (waktu), sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang orang yang beriman, Beramal saleh(mengerjakankebajikan), Saling berwasiat dengan kebenaran, dan saling berwasiat dengan kesabaran.
Ayat ini, Allah swt membimbing bahwa agar manusia tidak rugi, ada tiga faktor yang bisa menjadikan manusia tidak akan dilindas oleh zaman, karena tiga faktor ini adalah faktor-faktor keberuntungan manusia, yaitu: 1. Iman dan amal saleh;2. Saling mengingatkan dengan kebenaran; dan 3. Saling mengingatkan akan kesabaran/tidak mengeluh.
Waktu merupakan hal yang sangat berharga. Orang Arab mengenal pepatah berikut:
الوقت كالسيف فإن لم تقطعه قطعك
"Waktu adalah seperti pedang, maka jika kamu tidak menebaskannya, ia yang akan menebasmu"
Pepatah ini lebih merupakan perumpamaan tentang betapa pentingnya waktu, karena waktu selalu berjalan tanpa kompromi, dan waktu yang telah berlalu tak pernah akan kembali. Jika kita tidak menggunakan waktu, dalam pengertian berbagai kesempatan, seperti peluang untuk sukses dan berprestasi, bisa jadi kesempatan itu tak akan kunjung lagi. Apalagi waktu kesempatan untuk beribadah janganlah disia-siakan,  karena umur hilang/berkurang tidak bisa lagi kembali dan tidak bisa diganti.

Perkataan syair:
لكل شيء إذا فارقته عوض، وليس لله إن فارفته من عوض
"Segala sesuatu itu apabila engkau tinggalkan ada gantinya, tetapi kalau engkau meninggalkan Allah(Ibadah) maka tidak ada gantinya"

Sebagai contoh, pada hari ini keluputan Ibadah(Dhuha), maka tidak ada gantinya, besok ibadah lain lagi/tugas baru, keluputan dunia ada harapan gantinya, namun ibadah tidak ada gantinya

PENTINGNYA MANAJEMEN WAKTU

Perkataan Syair:
إذا أبقت الدنيا على المرء فما فاته منها فليس بضائر
 "Apabila dunia masih menetapkan agama seseorang, maka apapun yang hilang dari dunia itu tidak akan merugikannya" 

Dalam mempertahankan TUGAS harian selama 24 jam sehari, mampukah kita mempertanggungjawabkan nikmat waktu yang Allah Ta’ala berikan pada kita?

Rasulullah saw bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ

“Tidak akan bergeser kedua kaki keturunan Nabi Adam (manusia) di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2416)

ترتيب الأوراد للغزالي

Penuntut ilmu/طالب العلم diartikan GURU dan MURID, jangan diartikan terbatas Murid saja. Mestinya mereka membuat Jadwal kegiatan harian/Tugas-tugas diri (وظيفة اليوم والليلة), agar hidup menjadi berkah dan sukses.

Sangat penting untuk Menghargai waktu dengan mengatur, terjadwal rutin harian untuk setiap kebaikan: Ilmu, amal(ibadah), dan penunjang keduanya(makan, tidur/istirahat, mencari nafkah). Jika tidak dibuat jadwal harian, diri kita liar serta tidak ada ikatan, sehingga waktu banyak terbuang.  

Agar waktu yang kita miliki dapat berguna dan terisi dengan hal yang bermanfaat, ada baiknya jika kita membuat daftar kegiatan tentang apa saja yang harus kita lakukan setiap hari/waktu.

Bagi penuntut Ilmu tidak akan bisa menjadi orang sukses,  jika tidak mengatur waktu(membuat jadwal harian), hingga tidak ada aturan untuk dirinya.  Mestinya ada jadwal sehingga  kegiatan menjadi teratur tiap hari/waktu, ada sesuatu yang dikerjakan terkait hal-hal yang bermanfaat.

Di antara metode dan kiat terbesar bagi kita agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik adalah dengan meninggalkan segala aktivitas yang sia-sia. Diriwayatkan dari dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi no. 2317; Ibnu Majah no. 3976)

Contoh mengatur jadwal kegiatan:
1.  Jam: 3.30-6.45: Bagun pagi Ibadah s.d Isyrak(terbit matahari); 
2. Jam 06.45-07.30 :Mandi dan Sarapan;
3... dst.s.d full hingga sehari semalam seluruh kegiatan terjadwalkan dengan baik.

Jadwalkanlah hal-hal kebaikan(Ilmu, Ibadah, dan penunjang keduanya) serta lakukan dengan rutin/istiqamah, sehingga menjadi WIRID. Jika tidak demikian akan rentan banyak membuang-buang waktu.

Sangat penting harus mengatur waktu dengan baik. Al-Ghazali memaparkan tentang tarbib Aurad(Susunan Wirid) dalam Ihya Ulumiddin. Bisa dikatakan termasuk menjadi Wirid, seperti jika kebiasaan seseorang setiap hari tidur dari jam 13.00-14.30 WIB , atau tiap sore makan  jam 16.30 WIB, yang penting waktu teratur dengan baik. Jika kita tidak menghargai waktu yang diberikan Allah, maka Allah cabut berkah waktu itu.


BAGI SANTRI(PENUNTUT ILMU) ATURLAH WAKTU. JANGAN DICAMPUR ADUK TANPA JADWAL SERTA HARUS FOKUS.

Bagilah waktu:
1. WAKTU IBADAH
2. WAKTU ILMU (SECARA LANGSUNG TATAP MUKA DENGAN GURU/USTADZ/DOSEN, MUZAKARAH, BELAJAR MANDIRI)
3. PENUNJANG KEDUANYA(Tidur, Istirahat, Membersihkan Rumah, Kerja (jika mencari nafkah) dst. 

والله أعلم

Share:

Sabtu, 29 Agustus 2020

AMALAN : TASBIH YANG SANGAT BESAR PAHALANYA

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Tasbih yang sangat bagus dibaca, sangat besar pahalanya:

سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ الله الْعَظِيْمِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Dalam sebuah hadits, dari Ummul Mukminin Juwairiyah binti al-Harits Radhiyallahu 'Anha, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam  keluar dari sisinya pada shalat Shubuh di masjid, sementara Juwairiyah sudah di tempat shalatnya. Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kembali saat waktu sudah Dhuha dan ia masih duduk di tempat shalatnya tersebut, maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam  bersabda, "Engkau masih di tempat ini sejak aku meninggalkanmu?" Ia menjawab, "ya." Lalu beliau bersabda,

لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

"Sungguh aku membaca empat kalimat tiga kali seandainya ditimbang dengan apa yang kamu baca seharian niscaya menyamainya; yakni Subhanallah Wabihamdih 'Adada Khalqih, Wa Ridhaa Nafsih, Wazinata 'Arsyih, Wamidada Kalimatih. (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan jiwa-Nya, seberat timbangan 'Arasy-Nya, dan sebanyak jumlah kalimat-kalimat-Nya)." (HR. Muslim) Yakni; dibaca tiga kali setiap pagi.
Share:

Minggu, 23 Agustus 2020

Sekarang Anda berada di golongan manusia yang mana?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

TIGA GOLONGAN MANUSIA DI AKHERAT KELAK, sekarang anda berada pada golongan yang mana?

1. Mati tidak membawa Iman atau kafir, manusia golongan ini kekal di Neraka.
2. Mati banyak membawa dosa mengalahkan amal kebaikannya. Orang ini terlebih dahulu masuk neraka. Setelah sekian lama akan dibangkitkan masuk syurga dikarenakan membawa Iman.(JALAN MUDAH, seperti :tidak melakukan shalat, dzalim, mengambil hak orang lain, memakan riba, berzina, menipu, minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, pergaulan bebas, dsb. untungnya ia mati beriman)
2. Mati membawa Iman dan Islam. Dosa tidak banyak dikalahkan amal kebaikan, sehingga langsung masuk SYURGA. Inilah yang kita harapkan, namun JALAN SULIT, perlu kesungguhan taqwa, hingga ada harapan diberi Anugerah oleh Allah Swt.
Share:

Jumat, 21 Agustus 2020

MANUSIA IDEAL MENURUT AL-GHAZALI

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Manusia yang Ideal perspektif Al-Ghazali

Setiap nikmat dan pertolongan yang diberikan Allah kepadamu dalam menempuh seluruh tahapan perjalanan ibadah selalu engkau syukuri. Hal ini bisa terjaga langgeng apa yang telah Allah Swt berikan kepadamu, bahkan Dia bisa menambah lebih dari yang engkau idam-idamkan.
Apabila engkau melakukan hal itu, maka berarti engkau sudah berhasil melewati perjalanan yang berbahaya ini, dan engkau beruntung menjadi pemilik dua kekayaan yang mulia dan membanggakan, yaitu: istiqamah dan diberikan tambahan nikmat. Maka, nikmat-nikmat yang sudah ada padamu itu kini lestari bagimu. Engkau tidak akan takut kehilangan. Dia juga memberimu tambahan dengan nikmat-nikmat lain yang belum diberikan kepadamu, yang engkau tidak merasa memintanya dan mengangan-angankannya. 

Ketika itu, engkau pun tergolong manusia yang 'arif, yang memahami ilmu agama, yang bertobat dan suci, serta zuhud pada dunia. Yang berkonsentrasi penuh untuk mengabdi, yang menaklukkan setan, yang Sebenar-benar takwa, dengan hati dan anggota tubuh. Yang bertakwa dengan pendek angan-angan, yang memberi nasihat dan senantiasa khusyu'. Yang bersikap tawadhu' dan tawakal. Yang menyerahkan semua urusan-nya kepada-Nya, lalu ridha dan sabar dalam menerima keputusan-Nya. Yang takut dengan ancaman dan kemarahan-Nya, yang menaruh harapan, yang ikhlas, senantiasa ingat dengan anugerah, yang mensyukuri  nikmat-nikmat Rabb semesta alam. Setelah itu, engkau menjadi orang-orang yang istiqamah, yang dimuliakan dan benar keimanannya. Maka renungkanlah kalimat-kalimat ini.
Semoga Allah Ta'ala memberikan taufiq. 
(Lihat: Al-Ghazali, Minhajul Abidin: h. 433-434)
Share:

Sabtu, 08 Agustus 2020

KAYA (SUGIH) HARTA DUNIA BUKANLAH NIKMAT YANG AGUNG

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

KAYA(SUGIH) HARTA DUNIA
BUKANLAH NIKMAT YANG AGUNG


Dari Sahl bin Sa’id as-Sa’idi radhiyallahu’anhu, Rasulullah Saw. bersabda:

لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi)


"Andaikata dunia itu ada harga dan nilainya di sisi Allah Swt. seberat sayap nyamuk, niscaya Allah tidak memberi minum orang-orang kafir" Namun nyatanya mereka orang-orang kafir, dzalim, dan  fasik banyak diberikan nikmat harta dunia, berarti nikmat kesenangan dunia tidak ada harganya dibanding nikmat agama(iman  Islam, ilmu dan Ibadah)

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah saw. bersabda:

مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Ada apa antara aku dengan dunia ini? Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara/penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian dia beristirahat sejenak di sana lalu meninggalkannya” (HR. Tirmidzi)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, nabi saw bersabda:

اللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إِلاَّ عَيْشَ الآخِرَةِ

“Ya Allah tidak ada kehidupan yang sejati selain kehidupan akhirat” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah saw  bersabda:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian -dalam hal dunia- dan janganlah kalian melihat orang yang lebih di atasnya. Karena sesungguhnya hal itu akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan kepada kalian” (HR. Muslim)

Dengan demikian perlu ditanamkan dalam hati: "Kita merasakan dapat anugerah yang luar biasa dari Allah Swt berupa nikmat AGAMA: iman, Islam, Ilmu dan Ibadah (bisa shalat, baca Al-Qur'an, menuntut ilmu, dll). Karena  nikmat agama merupakan Nikmat yang agung dari Allah Swt. Janganlah diremehkan(tidak dianggap untung) nikmat agama ini, karena jikalau tidak dianggap berharga nantinya dikwatirkan dicabut Allah Swt. Nauzubillah. Misalnya seseorang mengangap "orang kaya lebih untung dari pada orang berilmu atau orang ahli ibadah/taqwa(walapun tidak kaya harta)". Hal ini berarti meremehkan nikmat agung yang telah diberikan Allah Swt. padahal Nabi Ibrahim As, meminta kepada Allah agar memberikan keimanan(nikmat agama) untuk ayahnya, namun tidak dikabulkan, demikian juga Nabi Muhammad Saw mengharapkan untuk dianugerahkan keimanan kepada paman beliau Abu Thalib, namun Allah juga tidak memberinya.

Demikian juga orang yang belajar/menuntut ilmu agama dan/ mengajar Ilmu agama/bisa berbuat ta'at(ibadah) adalah orang yang dapat anugerah nikmat yang agung dari Allah Swt., maka janganlah meninggalkannya karena kesibukan dunia, seperti karena berbisnis, karena urusan dagang, karena urusan usaha, kebun, ternak, pertanian, dan lain sebagainya, tidak sempat lagi menuntut ilmu atau meninggalkan mengajar agama, hingga meninggalkan(berkurangnya) ibadah. Suatu saat Nikmat yang begitu besar ini(Ilmu, ibadah) akan dicabut Allah Swt, dikarenakan ia memilih dunia.

Puji syukur kita diberikan nikmat Iman, Islam, Ilmu dan bisa beribadah.  Nabi Muhammad Saw.  mendengar seorang laki-laki yang telah mengatakan:
"الحمد لله على الإسلام" "Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam", beliaupun bersabda:

إنك لتحمد الله على نعمة عظيمة(رواه الخرائطي)
"Sesungguhnya engkau telah bersyukur dengan memuji Allah atas nikmat yang sangat besar itu".

الحمد لله على هذا الإيمان والإسلام والعلم والعبادة، وعلى كل حال.
الحمد لله الذي أنعم علينا وهدانا إلى دين الإسلام.

وبالله التوفيف.

Lihat Sumber: Al-Ghazali Minhajul Abidin, h. 98-99.
Share:

Kamis, 06 Agustus 2020

Seperti apa Menghargai Nikmat Allah Swt?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Pentingnya menghargai dan menganggap agung (bersyukur)segala Nikmat yang diberikan Allah Swt., karena itu  segala Nikmat anugerah Allah Swt yang telah disyukuri akan melekat(tidak akan hilang), akan selalu datang dan semakin bertambah.

Firman Allah Swt dalam Q.S. Surat Ibrahim:  ayat 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Perhatikanlah prioritas Nikmat yang disyukuri, jangan terbalik(misal, dapat harta baru disyukuri, sedangkan nikmat yang utama/di atasnya tidak pernah/kurang disyukuri):

Pertama(utama): Iman dan Islam

Kedua: Ilmu Agama/ilmu menambah ketaqwa'an

Ketiga: Ibadah(dapat melaksanakan suatu ibadah/keta'atan)

Keempat/paling akhir: Nikmat duniawi, seperti kesehatan, harta, dsb.

Allah Swt memberi Nikmat beragama Islam (menjadi seorang muslim) hendaklah ia selalu mensyukuri anugerah ini dan janganlah merasa aman bahwa imamnya akan tetap sampai akhir hayatnya. Jika tidak mensyukurinya boleh jadi imannya nanti bisa ditarik Allah Swt sebelum dia meninggal dunia(mati dalam keadaan tidak membawa iman), Na'uzubillah min dzalik. Dan hendaklah berdo'a agar selalu ditetapkan imannya, seperti doa berikut.

اللهم أحينا بالإيمان وأمتنا بالايمان واحشرنا بالايمان وأدخلنا الجنة مع الإيمان 

"Ya Allah hidupkan kami dengan iman, matikan kami dalam iman, bangkitkan kami dengan iman, dan masukkan ke syurgamu dengan iman"

اللهم كما مننت علينا بالإيمان فزذنا منه، وكما مننت علينا بالإسلام فزدنا منه،  وكما مننت علينا بالعافية فزدنا منها

Contoh ucapan pujian syukur atas nikmat Iman dan Islam:

الحمد لله على الإيمان والإسلام
demikian juga ucapan:
الحمد لله الذي أنعم علينا وهدانا إلى دين الإسلام

Seseorang yang mendapatkan ilmu namun tidak mensyukurinya, suatu saat nanti akan dicabut Allah Swt ilmunya dengan: a. Dicabut ilmu secara keseluruhan, dulunya berilmu namun akhirnya hilang, dulunya banyak hafal-hilang hafalannya serta hilang pemahamannya. b. Dicabut dengan hilangnya berkah ilmu itu. Dia tidak bisa mengamalkan ilmunya, padahal dulunya bisa mengamalkanny, dulunya dia rajin beribadah karena tidak disyukuri akhirnya ia meninggalkan ibadah itu.

Begitu juga seseorang yang tidak mensyukuri harta, niscaya kedepannya: (a) akan ditarik dihanguskan hartanya menjadi tidak tersisa dan atau (b) bisa dicabut manfaat dari harta itu, yaitu artinya hartanya masih ada, namun dia tidak bisa mengambil manfaatnya, misalnya terkena sakit hingga tidak bisa menikmati hartanya seperti banyak pemantang, tidak bisa makan ini dan itu(terbatas), anggota tubuh tidak berfungsi, dsb. (meskipun banyak memiliki harta).
Namun ada sebagian manusia yang tidak bersyukur, tapi hartanya tidak berkurang dan bahkan semakin bertambah banyak, juga badannya sehat. Oleh Allah Swt, manusia seperti ini dilanjur dan akan ditumpukkan dan dilipatgandakan azab kepadanya di akherat kelak.
Firman Allah Swt Q.S. An-Nahl: 112:

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ

"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat".

Dengan demikian, apapun pemberian segala nikmat dari Allah Swt. bagi kita wajib untuk mensyukurinya, jika tidak maka "نعمة" berubah menjadi "نقمة" azab Allah Swt.
Tanamkanlah dalam hati: Kita merasakan dapat anugerah yang luar biasa dari Allah Swt, baik nikmat iman, Islam, menjadi umat nabi Muhammad Saw., diberikan ilmu, bisa beribadah membaca al-Qur'an, shalawat, dapat menuntut ilmu, dsb. Karena semuanya itu merupakan nikmat Agung dari Allah Swt., janganlah diremehkan atau tidak dianggap beruntung(yang dianggap untung hanya dari segi harta), karena dikwatirkan nikmat tersebut akan dicabut Allah Swt. Na'uzubillah min dzalik.

والله أعلم
 
Share:

Sabtu, 01 Agustus 2020

PERTANDA KETA'ATAN YANG DITERIMA ALLAH SWT

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

TANDA IBADAH DITERIMA ALLAH

من أشرقت بدايته، أشرقت نهايته
"Barang siapa permulaannya baik bersinar, maka akhirnya orang itu baik"

Contoh: "Aku bersedekah(atau ibadah lainnya, seperti shalat) tidak peduli diterimanya atau ditolak Tuhan, karena itu urusan Allah Swt., namun yang perlu ku syukuri adalah Aku bisa bersedekah serta diberikan kemampuan (taufik) dan hidayahNya, hal ini sungguh luar biasa disyukuri, karena tidak semua orang mampu bersedekah/melakukan ibadah tertentu. 

Setelah selesai melakukan ibadah(sedekah tadi) dan dapat mensyukuri anugerah Allah Swt sehingga dapat melakukannya. Barulah memohon kepada Allah Swt agar berkenan menerima segala ketaatannya.

Jika selesai melakukan ibadah, ingatlah selalu anugerah Allah Swt., niscaya kita tidak beramal untuk makhluk atau Nafsu, dan dapat melupakan Ria dan ujub. Ria maupun Ujub(bangga diri) disebabkan karena merasa dia yang berbuat ta'at serta melupakan anugerah, taufik dan hidayahNya.
Share:

Rabu, 29 Juli 2020

DOA LEBIH CEPAT DIKABULKAN

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

"Doa untuk orang lain lebih cepat kabulnya dibanding doa untuk pribadinya sendiri"

Contoh: "Ya Allah jadikahlah hamba org yg sukses" ini bisa dikabulkan, namun jika dibandingkan dgn doa:

"Ya Allah jadikanlah saudara hamba ini, org yang sukses" 
Doa ini lebih cepat diijabah, org yg mendoakan "Pertama sukses" kemudian temannya.

 -Ini merupakan strategi(حيلة) Aulia/para wali Allah dalam meminta pd Tuhannya.
والله أعلم
Share:

HADIS : MENAHAN DARI BERBICARA BERLEBIHAN

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya
طوبى لمن أمسك الفضل من لسانه، وأنفق الفضل من ماله (رواه البغوي وابن قانع والبيهقي، وقال ابن عبد البر إنه حسن)
"Sungguh beruntung orang yang mampu menahan lisannya dari ucapan berlebihan dan mau menafkahkan kelebihan hartanya"

Share:

AMALAN HARI RAYA

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

AMALAN  HARI RAYA:

1.Sembahyang sunnah  2 rakaat dihadiahkan  untuk orangtua dan keluarga yg sudah meninggal (Antara magrib dan Isya Malam hari raya)
2. Menyesali, berhenti, dan bertekad tidak mengulangi dosanya(pagi) dan berIstigfar 100 x (pagi) :
أستغفر الله العظيم
3. Membaca Tasbih 300 x (pagi) dihadiahkan untuk kaum muslimin-muslimat:
 سبحان الله وبحمده
4. Berdoa (agar Tasbih tersebut diterima menjadi berlipat ganda dan pahalanya untuk kaum muslimin-muslimat.) 
اللهم إني أهديت ثواب هذه التسبيحات لأموات المسلمين والمسلمات 3 x
5. Baca 400 x: (Pagi)
لا إله إلا الله وحده لاشريك له، له الملك وله الحمد يحيى ويميت وهو حي لا يموت بيده الخير وهو على كل شيئ قدير
(Berkeramat di kubur)

Sumber:
1.  مكاشفة القلوب, (484) Senjata mu'min Husin 2.  Qadri

Catatan Abdullah, 30 Ramadhan 1441 H.,  dari Pengajian Guru Muhammad Rijani Palangka Raya.


"Waktu Takbir Hari Raya Fitrah sesudah Baca Wirid, Sedangkan Takbir Hari Raya Adha Adalah sesudah Salam (Sebelum Wirid)"
Share:

RENUNGAN UNTUK BERSIFAT RENDAH HATI

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Bersifat Rendah Hati(التواضع) :  "Tidak keberatan ditempatkan pada tempat yang meskipun bukan tempatnya/tidak sewajarnya(seperti: Dalam undangan seseorang  Ulama ditempatkan di teras rumah, tawing halat, dll., maka dia tidak mempermasalahkan) dan menerima kebenaran dari siapa pun datangnya (walaupun dari bawahannya, seperti:  org yang lebih muda, lebih rendah pendidikannya, pembantu, karyawan, dll)

Lawan kata dari "Rendah hati" adalah : Sombong (التكبر)
Share:

MAKAN YANG HALAL SELAMA 40 HARI!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

"Seseorang yang makan minum (yang diyakini kehalalannya) selama 40 hari, maka akan timbul cahaya memancar dalam hatinya dan Allah Swt akan mengalirkan mutiara-mutiara hikmah dimulutnya. Dan ia diberikan Ilmu(ladunni)"

-Walaupun dia tidak menuntut ilmu, tidak melaksanakan ibadah sunnah(Ibadah fardhu saja yang dikerjakannya)  dalam 40 hari itu, akan tetapi dia menjaga perutnya dari yang haram dan syubhat (tidak diyakini kehalalannya). Hal ini sudah banyak dibuktikan oleh para ulama, seperti dimulai dari 3 hari sudah mulai timbul cahaya dihatinya.
Share:

HADIS : BAHAYA MEMANDANG WANITA CANTIK!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

إن النظر إلى محاسن المرأة سهم مسموم من سهام إبليس،  فمن تركها أذاقه الله تعالى طعم عبادة تسره (رواه الحاكم)

“Sesungguhnya memandang kecantikan seorang wanita (yang tidak halal) adalah sama dengan panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang meninggalkannya(memalingkan pandangan  darinya), maka Allah akan merasakan kepadanya(di dalam hatinya) rasa ibadah yang menyenangkan(kelazatan dalam beribadah)"
Share:

5 Hal yang Tidak boleh didengar telinga!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Hal-hal yang dilarang untuk didengarkan(teliga harus menjaganya):

1. Pembicaraan orang-orang yang menyembunyikannya. Misal mendengarkan pembicaraan orang-orang sedang rapat, sedangkan dia bukan pesertanya.
2. Suara/bunyi Alat-alat yang diharamkan, seperti seruling, gitar, gambus, terumpet, dll (secara langsung). Sebagian membolehkan yang tidak langsung seperti Rekaman, siaran TV/langsung online dengan syarat :a. tidak melalaikan ibadah wajib/Fardhu; dan b. Tidak mendorong/semangat pada kema'siatan
3. Mendengar hal-hal yang dilarang, seperti Ghibah, namimah(adu domba), cerita dusta, dll
4. Ilmu-ilmu yang tidak boleh didengarnya dan dipelajarinya(seperti sihir), atau Ilmu yang dia belum sampai ketingkatan itu(seperti ilmu hakikat, padahal ilmu fardhu ain saja dia belum beres)
5. Suara perempuan yang menimbulkan fitnah, demikian juga sebaliknya suara laki-laki(seperti rayuan kpd org yang bukan istrinya). Karena hal ini bisa menimbulkan pikiran-pikiran ma'siat/tergoda. Sehingga dalam syariat, perempuan dilarang : 1. Azan 2. Baca Al-Qur'an dengan nyaring dihadapan orang yang bukan muhrim, karena kedua hal ini(Azan dan Bacaan Al-Qur'an) merupakan hal disunnahkan untuk mendengarkannya. Namun perempuan tidak dilarang bersya'ir atau bernyanyi, karena hal ini tidak disunnahkan untuk mendengarkannya.

Sumber: Pengajian Kitab Minhajul 'Abidin, ke 35. Guru KH. Muhammad Bakhiet.
MA. 35
Share:

HATI-HATI MEMUJI SESEORANG, UJUNG-UJUNGNYA DAPAT DOSA!!!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Hati-hati dalam memuji seseorang, bisa menjadi DOSA, karena:

1. Bisa berlebihan;
2. Bisa menampakkan Ria, bahkan tidak sesuai dgn dihatinya; seperti Memuji seseorang agar balik dipuji...
3. Dia biasa tidak selamat dari perkataan yg benar, karena ia tidak mengetahui hati org yg sebenarnya;
4. Bisa tidak selamat dari memuji org yg dzalim/fasik;
5. Membuat org yg dipuji jadi sombong dan bangga diri; dan
6. Membuat yg puji merasa senang, lemah, merasa puas dgn apa yg telah diperbuatnya, dan malas dari taat pd Allah.

Jika puji-memuji terhindar dari 6 hal di atas, maka boleh memuji, bahkan kadang dianjurkan.....
Share:

PEMARAH KOK DIANGGAP PEMBERANI DAN MULIA!!!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

ORANG BODOH MENGANGGAP KEMARAHAN
ADALAH BENTUK KEBERANIAN DAN KEMULIAAN

Yang paling bisa membangkitkan kemarahan mayoritas orang-orang bodoh(jahil) adalah anggapan mereka bahwa kemarahan adalah bentuk keberanian dan kemuliaan diri. 

Sehingga hati mereka condong dan menilai baik terhadap amarah(panyarikan). Hal ini adalah bentuk dari kebodohan bahkan termasuk penyakit hati dan kurangnya akal.

Cara mengobati orang bodoh seperti ini adalah menceritakan kisah-kisah orang bijak/penyabar dan pemaaf serta sikap mampu menahan amarah yang terpuji dari mereka, karena semua sikap itu merupakan ajaran dari para nabi dan
para ulama. (Muaidzatul Mu'minin, 105)
Share:

BAGAIMANA MENIRU AKHLAK ALLAH SWT?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

MENIRU AKHLAK ALLAH SWT

Amal Ibadah terbagi dua bagian:

1. Ibadah khusus untuk Hamba(tuhan tidak termasuk), seperti shalat dan puasa
2. Ibadah Rububiyyah /sifat ketuhanan(Amalan yang mencontoh Akhlak Allah), seperti pemaaf, penyantun, menahan marah, dll.

-Ibadah Rububiyyah(Meniru Akhlak Allah)kedudukannnya lebih tinggi dari ibadah sekedar hamba. Dan lebih berpotensi husnul khatimah

-Manusia yang belum bisa mencontoh Akhlak Allah, dia tidak bisa dan sulit masuk syurga, walaupun dia rajin  sholat dan puasa namun misalnya dia bersifat kikir, pemarah, dsb. 
-Demikian sebaliknya seseorang tidak rajin sholat(bahkan kadang meninggalkannya/shalat balangkambingan)namun dia pemurah, penyantun, tidak pemarah, dsb. Orang ini lebih dulu masuk syurga dan berpotensi Husnul khatimah dibanding dengan orang rajin sholat tetapi dia kikir(umpamanya), karena orang yang mencontoh Akhlak Allah, akan dicintai Allah dan suatu saat akan diberi hidayah oleh Allah menjadi orang yang bertaqwa.

-Kedudukan Ibadah Rububiyyah (Mencontoh Akhlak ketuhanan yang telah diperintahkan mengikutinya, seperti pemaaf, penyabar, penyantun, pemurah,kasih sayang, dll) lebih tinggi dibanding Ibadah Kehambaan...

-Amal Ibadah paling mendekatkan diri pada Allah dan Paling meninggikan derajat manusia adalah memaafkan orang yang salah, tidak membalas kedzaliman dengan kejahatan, tetap baik kepada orang berbuat jahat kepadanya& bahkan bertambah baik, karena semua ini adalah termasuk Akhlak Allah Swt.

-Siapa saja yang berakhlak dengan akhlak Allah Swt., maka dia punya kedudukan yang tinggi dekat dengan-Nya.

-Yang perlu diikuti berdasarkan ada suruhan mengikutinya tercantum dalam Al-Qur'an dan Hadis. Seperti pengampun, pemaaf, kasih sayang, dan sebagainya, kalau seperti sifat sombong(متكبر) yang tidak diperintahkan untuk mengikutinya, karena khusus milik Allah Swt.

Semoga bermanfaat dan mengamalkan meniru Akhlak Allah Swt...Aamiin...
Share:

Penyabar plus Pemaaf Seperti Apa?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

SIFAT HILM
(Penyabar lagi Pemaaf)
الحلم هو:
Sifat Hilm bermakna:

1 ترك الانتقام عند شدة الغضل مع القدرة على ذلك
"Meninggalkan tindakan (baik perkataan maupun perbuatan) ketika marah,padahal mampu untuk membalasnya"
 
2. الطمأنينة عيد ثورة الغضب
"Bersifat tenang(kata-kata dan perbuatannya teratur sesuai tuntutan agama) di saat marah bergejolak"

-Sifat Hilm adalah Orang yang marah(terkendali), kelakuan maupun tutur katanya tetap teratur sesuai tuntutan agama. 

-Sifat Hilm tidak bisa didapatkan kecuali dengan melatihnya-dengan memaksa mengusahakan untuk bisa bersifat Hilm. 

إنما العلم بالتعلم والحلم بالتحلم
"Hanyasanya Ilmu itu didapat dengan belajar dan sifat Hilm hanya bisa diraih dengan berusaha melatih sifat hilm(penyabar plus memaafkan)"
-Pada awalnya memang berat dan harus berusaha sekuat tenaga dalam mendapatkan sifat  Hilm, jika dilatih  akan menjadi kebiasaan yang melekat sehingga amarahnya tidak mudah berkobar...
-Hilm bukan menolak kejahatan dengan KEJAHATAN , namun membalasnya dengan perkara baik  (ادفع بالتي هي أحسن)
Contoh: Jika dicela,  tidak dihiraukannya, tidak membalas, tidak melawani orang yang jahil.
Jawabannya:
إن كنت كاذبا فغفر الله لك، و إن كنت صادقا فغفر الله لي
"Jika memang kamu berbohong, semoga Allah mengampunimu, namun jika engkau benar semoga Allah mengampuniku"


Apakah perlu membalas perbuatan Dzalim? 

إنِ امرؤٌ عيَّركَ بما فيكَ فلا تُعَيّـِرْهُ بما فيهِ (رواه أحمد)
"Jika ada seseorang mencelamu tentang sesuatu yg ada pd dirimu, jangan engkau balas menghinanya dengan sesuatu yang ada pada dirinya"

Terkait perbuatan zalim yang muncul dari seseorang tidak boleh dibalas dengan perbuatan serupa, seperti Ghibah dibalas ghibah, cacian dibalas cacian serupa, begitu maksiat lainnya.

Apabila seseorang didzalimi, seperti dicela orang lain, maka ada dua pendapat ulama berikut:

1. Ketika dicela, dia memaafkan dan tidak membalas, menyerahkan pada Allah membalasnya. (lebih utama)
2. Boleh membela dengan syarat tidak melampaui batas atau mengada-ada/berlebihan. (Pendapat kedua ini masih dikwatirkan akan melampaui batas, lebih baik diam saja, mengambil pendapat pertama)

Lihat sumber Muidzatul Mu'minin dari Ihya Ulumiddin, h. 112-113.
Share:

DISADANGI UMUR SUDAH 40 TAHUN???

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

BILA USIA TELAH SAMPAI 40 TAHUN 

Allah Ta'ala berfirman :

حَتَّى إَذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِيْنَ سَنَةً قَالَ ...
"رَبِّ أَوْزِعْنِى أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِى أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِى فِى ذُرِّيَّتِى إِنِّى تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ"

"...Sehingga apabila dia telah dewasa dan usianya sampai 40 tahun, ia berdoa : "Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhai, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir terus sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang muslim" (QS. Al-Ahqaf : 15).

Bila Usia 40 Tahun, maka manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah ke masa dewasa yang sebenar-benarnya...

Bila Usia 40 Tahun, maka hendaknya manusia memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian, semakin meneguhkan tujuan hidup, menjadikan uban sebagai peringatan dan semakin memperbanyak syukur...

Bila Usia 40 Tahun, maka meningkatnya minat seseorang terhadap agama, sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Banyak yang mulai menutup aurat dan mengikuti kajian-kajian agama. Jika ada orang yang telah mencapai usia ini, namun belum ada juga minatnya terhadap agama, maka bisa jadi pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia...

Bila Usia 40 Tahun, maka tidak lagi banyak memikirkan "masa depan" keduniaan, mengejar karir dan kekayaan. Tetapi sudah jauh berpikir tentang nasibnya kelak di akhirat...

Bila Usia 40 Tahun, jika masih gemar melakukan dosa dan maksiat, mungkin meninggalkan shalat, berzina dll, maka akan lebih sulit baginya untuk berhenti dari kebiasaan tersebut...

Bila Usia 40 Tahun, maka perbaikilah apa-apa yang telah lewat dan manfaatkanlah dengan baik hari-hari yang tersisa dari umur yang ada, sebelum ruh sampai di tenggorokan. Ingatlah menyesal kemudian tiada guna...

Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhu berkata :

"Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak bagus dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke Neraka"

Imam Malik rahimahullah berkata :

"Aku dapati para ahli ilmu di negeri kami mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka usia 40 tahun. Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, mereka pun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasi untuk meningkatkan ibadah dan ilmu)" (At-Tadzkiroh hal 149).

Imam asy-Syafi’i rahimahullah tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab :

"Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk-pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara’ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah"

Abdullah bin Dawud rahimahullah berkata :

"Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. Lalu mengejar segala ketertinggalan pada usia sebelumnya dengan amal-amal di hari sesudahnya" (Ihya Ulumiddin IV/410).

Wahai Saudaraku, bagaimanakah dengan dirimu ?

“Barangsiapa menunjukkan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengikuti ajakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun juga.”  (HR. Muslim no. 2674).
Share:

Kok memilih Dunia??? Mencontoh tujuan HP diciptakan

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Ibadah adalah pilihan, jangan terjebak MEMILIH DUNIA dan mengalahkan tujuan hakikat diciptakan Manusia

Manusia diciptakan untuk BERIBADAH, ibadah adalah utama selainnya akan dikesampingkan(pasti dikalahkan). Apapun ada pekerjaan harus ditinggalkan jika datang perkara ibadah ...

"Tidaklah aku ciptakan Jin dan manusia, kecuali hanya  untuk beribadah kepadaKu"

HP dibuat sebagai alat komunikasi, tatkala datang panggilan masuk, semua aplikasi kegiatan di hp, seperti SMS,WA, melihat foto atau vedio, mendengarkan musik, game, dll niscaya akan terhenti menuju panggilan masuk, karena kembali pada tujuan utama dibuatnya HP...
Share:

TIDAK SEMUA ILMU WAJIB DISAMPAIKAN???

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Tidak semua Ilmu wajib disampaikan pada Ummat, orang bodoh bisa salah memahaminya...

 ليس كل حق يقال، لكل مقام رجال"
"Tidak semua yang benar mesti disampaikan, tiap-tiap orang ada kedudukan/kelas masing-masing (Abdullah Al-Haddad)

Obat itu baik, namun tidak semua orang bisa meminumnya, seperti obat penenang yg mestinya diminum untuk orang yang tidak bisa tidur, dll, bukan bisa untuk semua orang yang bisa berakibat mabuk. Obat tersebut baik namun yang meminum bukan kedudukannya.

-Begitu juga ilmu (yang mendalam, yang halus-halus, غامض ) tidak semua orang bisa menerimanya. Orang yang bodoh akan terkena fitnah, "Barangkali dia bisa salah paham dan  tidak melakukan shalat(kada basembahyangan), tidak berpuasa, dll meninggalkan kewajiban yang diperintahkan Allah Swt., karena maqam/tingkatnya belum sampai untuk menerimanya.
Share:

Senin, 27 Juli 2020

Seseorang masuk syurga dengan Rahmat Allah Swt., lalu apa gunanya Amal?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Seseorang masuk syurga dengan Rahmat Allah Swt, lalu apa gunanya Amal?
Ibnu mas'ud berkata: "1. Kita selamat dari titian sirathal mustaqim dengan kema'afan Allah Swt(amal tidak bisa menyelamatkan); 2. Kita masuk syurga karena Rahmat Allah Swt., kalau dihitung, amal ibadah tidak bisa membayar tiket syurga.

Dengan demikian, amal kita berfungsi hanya untuk mendapatkan jatah-jatah syurga, sedikit/banyaknya fasilitas yang diterimanya, kalau modal masuk syurga tidak bisa. Oleh karena itu hendaknya : a. Ikhlaskan ibadah kita hanya untuk Allah semata; b. Janganlah menganggap agung, jangan mengandalkan, menganggap luar biasa ibadahnya,  ibadah kita tidak ada apa-apanya, apalagi jika dibanding dengan amal ibadah para nabi&malaikat.
Share:

Rabu, 22 Juli 2020

Pandanglah Anugerah Allah Swt., bukan melihat segi perbuatan ibadah kita!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Pandanglah Anugrah Allah Swt., bukan melihat segi perbuatan ibadah kita!

"Seseorang bisa beribadah shalat malam, menuntut ilmu,dsb., berarti mendapat anugerah Allah Swt., inilah  yang dibanggakan, bukan bangga pada diri yang tidak ada harganya. Cobalah lihat orang-orang yang tidak dapat hidayah taufik pertolonganNya, mereka sibuk dunia dan melupakan ibadah"

Shalat jika kita pandang/dinilai/dihargai dari segi perbuatan kita, sedikit sekali nilainya(tidak seberapa). Akan tetapi Allah Swt. dengan sifatnya yang maha pemurah memberikan balasan/ganjaran yang luar biasa. Tentu tidak pantas memandang/ta'jub pada amal(perbuatan taat) kita, karena sangat murah (apalagi jika dibandingkan dengan banyaknya ibadah para nabi, para malaikat, orang-orang shaleh, dan aulia Allah Swt.) Yang dipandang adalah dari segi PEMBERIAN(ANUGERAH) ALLAH SWT.

Allah Ta’ala berfirman :
قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
Artinya : “ Katakanlah : “ Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah dengan itu mereka bergembira, karunia dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari pada apa yang mereka kumpulkan “.( Yunus : 58 ).

Sebagai contoh: Dalam melaksanakan shalat 2 (dua) rakaat (tentu tidak sempurna dan banyak kekurangannya, seperti kurang khusu', tergesa-gesa, tidak memahami apa dibaca, dsb). Namun Allah Swt. memberikan ganjaran yang tidak bisa dihitung dan sangat berharga. Pantaskah kita Ujub/ta'jub pada diri terhadap shalat dua rakaat yang penuh cela itu? Pantaskah kita membanggakan shalat dua rakaat itu? Padahal kita bisa melaksanakan shalat(beribadah) adalah anugerah Allah Swt., bisa bergerak, berbicara, bernafas, melaksanakan syarat dan rukun, diberi kehidupan, dan nikmat lainnya yang tak terhitung banyaknya. Mestinya yang dibanggakan adalah Allah Swt, bukan pekerjaan shalat dua rakaat itu(ibadah).

Dengan demikian, janganlah kita memandang segi ibadah yang telah dilakukan , seperti shalat, baca Qur'an, Zikir, dan ketaatan lainnya yang telah dikerjakan, karena ini merupakan kebodohan(tidak berakal), mestinya yang kita banggakan adalah anugerah Allah Swt, sehingga kita bisa beribadah kepadaNya.

والله أعلم
Share:

Minggu, 19 Juli 2020

Pilih Ikhlas atau terjerumus Sifat Munafik&Ria?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Ikhlas beramal(1) dan Ikhlas dalam mencari ganjaran(2)

Ayat menerangkan agar kita dapat menjadi orang yang ikhlas dalam ibadah. Di antaranya adalah firman Allah Ta’ala,

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya (artinya: ikhlas) dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus” (QS. Al Bayyinah: 5).

Ibadah yang terdorong perintah Allah Swt/mendekatkan diri pada Allah disebut Ikhlas beramal(1), jika ibadah yang terdorong makhluk disebut NIFAQ/MUNAFIK, misalnya: Beribadah karena ingin dekat dengan manusia, selamat dari ejekan orang-orang, atau dikatakan termasuk orang dermawan atau orang baik-baik/taqwa dan dorongan selain Allah lainnya. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.,  ia berkata bahwa Nabi Saw bersabda:

قال الله تعالى: أنا أغنى الشركاء عن الشرك، من عمل عملاً أشرك فيه معي غيري تركته وشركه
“Allah Ta’ala berfirman: ‘Aku adalah Tuhan yang paling tidak perlu sekutu terhadap. Barangsiapa melakukan suatu perbuatan, kemudian aku disekutukan dengan selainku(yang lain), akan Ku tinggalakan ia bersama kesyirikannya‘” (HR. Muslim)

Selanjutnya setiap Ibadah yang dikehendaki manfaatnya di akherat disebut IKHLAS dalam mencari ganjaran(2). 
Misalnya: Seseorang baca surah Al-Waqi'ah dorongannya karena disuruh/diperintahkan Allah Swt serta agar diberi sifat Qana'ah(merasa cukup dan puas terhadap apa yang diterimanya dari Allah Swt) atau agar diberi rezeki agar bisa kuat/bertambah Ibadah dan menuntut Ilmu atau supaya murah rezeki agar bisa membayar hutang, karena membayar hutang termasuk kewajiban(bukan duniawi). Namun walaupun ibadahnya karena Allah Swt, akan tetapi yang dikehedakinya adalah manfaatnya di dunia, ini termasuk RIA MURNI(mengharap ganjaran dunia), misalnya: Seseorang membaca Surah Al-Waqi'ah dorongannya terbatas agar rezekinya melimpah ruah, juga seperti bersedekah semata-mata agar diluaskan rezeki. Karena semua ini termasuk mencari ganjaran kepada hal-hal yang bersifat duniawi. 

Firman Allah Swt:
مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الْآخِرَةِ نَزِدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ ۖ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ
Artinya: Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. (QS. Asy-Syura : 20)

Dengan demikian, "Segala sesuatu untuk persiapan Ibadah, sama dengan(menjadi) Ibadah" Seperti Rezeki yang luas untuk digunakan dalam kebaikan. Beribadah agar luas rejekinya untuk bisa melaksanakan haji/modal menuntut ilmu/bisa bersedekah/agar Ibadah bisa lurus. Namun jika beribadah semata-mata agar "mendapat banyak rezeki(keuntungan dunia)", hal ini termasuk perbuatan RIA MURNI.

Jadi dalam niat/dorongan seseorang dalam beribadah harus dikembangkan, misalnya: seseorang beribadah(seperti bersedekah)agar diberikan rezeki luas untuk beribadah kepada Allah Swt. 

Ria berbeda dengan do'a yang minta kepada Allah Swt. tanpa mengandalkan sesuatu. Contoh: Ya Allah murahkanlah rezeki hamba! Ini bukan ria, karena ria mengandung harapan(manfaat dunia) dengan mengandalkan ibadahnya.

Dengan demikian, setiap ada amalan seperti baca Al-Qur'an, shalawat, Istigfar, tasbih, shalat sunnah, zikir, dan lain sebagainya harus IKHLAS BERAMAL dan IKHLAS DALAM MENCARI GANJARAN.(Lihat sumber : Al-Ghazali, Minhajul 'Abidin, h. 80-82)

والله أعلم

Share:

Sabtu, 18 Juli 2020

Khayal Semata (Berharap Syurga namun tidak berbuat Ta'at)

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

الأمنية (Khayalan Semata)

ترجو النجاة ولم تسلك مسالكها، إن السفينة لا تجرى على اليبس
"Engkau berharap keselamatan, namun tidak menempuh jalannya. Perahu itu tidak berjalan di tempat yang kering"

Maksudnya: Mengkhayal mengharapkan diampuni Allah dan masuk syurga, sementara dia tidak berbuat taat(taqwa). Seperti tidak shalat/shalat balangkambingan, perkara yang haram dikerjakannya, tidak berpuasa, dan berbuat ma'siat lainnya ... misal perkataan seseorang: "Nantinya aku diampuni Allah juga!

Orang ini seperti petani yang tidak menggarap ladangnya sama sekali sepanjang tahun, tapi ia berharap bisa panen besar di musim panen nanti. Maka "harapan" ini tidak punya dasar dan tidak lebih dari pikiran yang sia-sia(khayal belaka)

والله أعلم
Share:

Jumat, 17 Juli 2020

Waspada waspada lah ! Dosa berbuat dzalim pada Makhluk

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

"Betapapun banyak amal Ibadah, namun masih ada sangkut paut(dosa)dengan makhluk, seperti pernah menganiaya atau mengambil harta orang(contoh:mencuri/menipu/hutang tidak dibayar, dll), dsb. Dia belum sempat taubat dengan mengembalikan atau minta halal dan minta ridha kepada orang yang telah didzalimnya di dunia ini. Allah Swt tidak akan membiarkannya. Walaupun kebaikan 10.000 tapi ada satu dosa pada makhluk, ini tidak akan selamat sebelum orang yang terdzalimi tersebut menghalalkan, meridhakan di hari perhitungan(hisab) akherat kelak"


"Berbeda dengan dosa yang berkaitan dengan Allah Swt, seperti meninggalkan shalat dan puasa, dst. Jika banyak kebaikan dibanding  dosanya, misal 110(kebaikan) berbanding 100(dosa), maka dia  akan selamat"

والله أعلم
Share:

Rabu, 15 Juli 2020

PENYAKIT AHLI IBADAH

Penyakit orang Ahli Ibadah yang tanpa didampingi Ilmu yang bagus/cukup: 
"Menyangka rasa untung, merasa sudah baik, merasa bakal masuk syurga matinya nanti, merasa aman dari siksa/azab Allah Swt. ",  ternyata di akherat kelak berlainan dengan apa yang dia kira." 
نعوذ بالله من ذلك
Share:

JANGAN BANGGA DENGAN IBADAHMU

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Janganlah bangga dengan Ibadahmu...

Carilah kekurangan yang dilakukan dalam beribadah,dan salahkanlah dirimu atas kekurangan itu, karena disitu masih tetap ada berbagai kejahatan, dosa, dan aneka bahaya....

Misal: Tidak seberapa ibadahku ini, orang saleh terdahulu lebih banyak ibadahnya!!!

-Seseorang yang sudah ujian, belum tentu dia lulus, jadi janganlah  bangga. Begitu pula janganlah  bangga dengan ibadah, bangga dengan amal kebaikan yang telah dilakukannya, karena belum finish sebelum dia menemui kematian...

Share:

PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

PUTUS ASA DARI RAHMAT ALLAH

Contoh perkataan orang yang putus asa dari rahmat Allah Swt.:

-"Aku banyak ba isi dosa, mun ba ibadah kada diterima jua!"

-"Aku kulir manuntut ilmu, kena pacang kada kawa mamakai(mengamalkan)  jua !" 
(padahal sebenarnya dia tidak tahu taqdir/ketetapan tuhan terkait dia nantinya bs mengamalkan atau tidak)

-Ba apa turun pengajian, kada kawa mamakai jua!!

Janganlah merasa tidak ada harapan lagi untuk bisa diampuni Allah, Rasa kebanyakan berbuat salah dan dosa, rasa tidak ada lagi hati untuk bisa dibukakan kebaikan/menjadi orang baik. Karena punya pengalaman jahat, seperti pernah mencuri, merampok, berzina, minum arak, mengkonsumsi narkoba bahkan orang kafir atau menyembah berhala, karena Allah mengampuni dosa seluruhnya.

Orang non muslim/kafir/penyembah berhala, jika mengucap dua kalimat syahadat(masuk Islam), maka dia menjadi orang yang bersih, orang yang baru laksana orang yang dilahirkan kembali.

إن الإسلام يجب ما قبله
"Sesungguhnya Islam memutuskan apa-apa yang sebelumnya"

Dan dinyatakan juga oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika 'Amr bin Al 'Ash ingin masuk Islam dengan syarat Allah mengampuni dosa-dosanya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

« أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الإِسْلاَمَ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ وَأَنَّ الْهِجْرَةَ تَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهَا وَأَنَّ الْحَجَّ يَهْدِمُ مَا كَانَ قَبْلَهُ ».

artinya: "Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa Islam menghapuskan apa yang terjadi sebelumnya (berupa dosa) dan berhijrah menghancurkan apa yang terjadi sebelumnya dan haji menghancurkan apa yang terjadi sebelumnya." (HR. Muslim.)

Firman Allah Swt dalam Al-Quran Surat Az-Zumar Ayat 53:

۞ قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

Artinya: Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas(banyak berbuat dosa) terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.


والله أعلم
Share:

Minggu, 12 Juli 2020

ALLAH BUKAN MENGUJI TAPI MEMBAGUSKAN HAMBANYA

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

ALLAH BUKAN MENGUJI TAPI MEMBAGUSKAN HAMBANYA

Allah bukan mencoba/menguji (karna Allah sudah mengetahui) tapi membaguskan kita, cobaan hanya bagi makhluk. 

Semakin banyak cobaan, semakin tinggi derajat seseorang dan semakin disayangi Tuhan. Begitu juga sebaliknya semakin kurang mulia di sisi Allah, jika sedikit cobaan yang diterimanya

 إذا أحب الله قوما إبتلاهم (رواه البيهقي)
"Apabila Allah mencintai  suatu kaum, Dia akan menguji mereka(memberikan bala)"

Waspada jika tidak ada cobaan, seperti tidak pernah sakit berat, rezeki lancar, ringan persoalan hidup, dll, padahal dia bukan ahli taat dan rutin Ibadah. Orang ini dalam posisi AWAS

Kita meminta dihindarkan bala bencana, malahan  Aulia/wali Allah malah berdoa minta tambahkan bala ujian, karna mengejar kedudukan tinggi di sisi Allah Swt.

اللهم زدني البلاء
"Ya Allah tambahkan Bala pada diriku"

والله أعلم

Share:

Sabtu, 11 Juli 2020

REJEKI YANG DIJAMIN (الرزق المضمون)

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya


REJEKI YANG DIJAMIN (الرزق المضمون) 

"Allah Swt. tidak menjamin punya rumah, kendaraan, toko, kebun, dll. Yang dijamin adalah kita pasti hidup berdasarkan umur yang ditetapkan, dijamin rezeki untuk bisa tegak beribadah kepada-Nya, baik melalui bekerja atau tidak, diam dimana saja, di hutan, pasar, kamar, dan tempat lainnya" 

Allah Swt. pasti memberikan kekuatan pada kita, kemampuan tegaknya tubuh hingga bisa beribadah. Sedikitpun kita tidak boleh ragu-ragu, tidak boleh bergolak, bergoncang di dalam hati terkait Rezeki (yang dijamin)ini.
(lihat: Al-Ghazali, Minhajul A'bidin, h. 64)

والله أعلم
Share:

RAHASIA 40 HARI DALAM MEMBENTUK KARAKTER MULIA ???

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Pembiasaan Taat (sesuai fitrah kesucian diri) 40 hingga 120 hari

"Seseorang yang bisa Istiqamah Shalat malam(tahajjud) adalah Tamu Istimewa yang dipilih Allah" 

Tidak akan bisa istiqamah/rutin beribadah, kecuali ditolong Allah Swt.  Insya Allah ia  akan bisa dengan pertolongan-Nya, seperti dengan melakukan hal berikut.

 1. Taubat

-Tidak akan bisa rutin shalat tengah malam kecuali dia bersih dari dosa, sedikit saja  ada dosa, maka ia tidak bisa melaksanakan shalat malam, apalagi telah banyak melakukan dosa..., maka lakukanlah taubat dari segala Dosa. Karena dosa akan mengikat seseorang untuk ringan berbuat Ibadah. Dengan bertaubat seseorang diberikan kemudahan untuk beribadah.

Diingat-ingat kalau seandainya ada dosa yang masih belum taubat, sehingga masih ada dosa yang belum diampuni Allah SWT.

Setelah Taubat Beres, kemudian melatih diri(رياضة النفس):

2. Mujahadah pembiasaan Ta'at 40 hari hingga 120 Hari, terus dirutinkan

-Yakni Pembiasaan Ibadah(misalkan shalat malam) berdasarkan tahapan kejadian Manusia sempurna. Menurut ulama berdasarkan kejadian manusia, 40 hari berupa Air mani, 40 hari (segumpal darah), 40 hari berikutnya (daging), dan 40 hari berikutnya ditiupkan roh.

Caranya yaitu:

-Merutinkan, tidak boleh putus selama 40 hari/malam. Jikalau manusia baik-baik (sedikit dosa, dengan taubat yang mudah beres), cukup 40 hari saja pembiasaan dengan berat (dengan memaksa nafsu agar mau beribadah). Malam yang ke- 41 dan seterusnya akan mudah, dan akhirnya menikmati/ibadahnya(tidak terpaksa/menjadi karakter diri). 

-Jika tidak mempan 40 hari masih berat(karena banyak kekotoran dosa) tambah lagi 40 hari dan biasakan jangan putus hingga 80 hari, InsyaAllah hari ke-81 dan seterusnya akan dimudahkan Allah Swt.

- Jika belum mempan 80 kali (karena sangat luar biasa kotor/sangat banyak dosa pada dirinya) tambah lagi 40 hari, hingga 120 hari, maka hari ke-121 dan seterusnya ini dapat dipastikan InsyaAllah "dirinya memperoleh nikmat dalam beribadah" akan menjadi nyaman, menjadi kebiasaan dan akhirnya mendarah daging.
والله أعلم وبالله التوفيق

Share:

BERSERAH DIRI PADA ALLAH SWT YANG MAHA BIJAKSANA(تفويض)

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

BERSERAH DIRI PADA ALLAH (تفويض)

Tafwid adalah menyerahkan urusan sepenuhnya kepada Allah Swt.

Contoh tafwid:  Seseorang minta pilihkan pada Allah, mana yang terbaik untuknya, karena dia(kita) tidak mengetahui apa yang terbaik untuknya, seperti apakah dia punya harta yang banyak(menjadi kaya)/sederhana/miskin, jadi pejabat/bawahan, tinggal dirumah tertentu/rumah yang lain, lulus/tidak lulus, dll. Karena Yang maha mengetahui hanyalah Allah, pilihan-Nya pasti tidak salah.

Memilih sesuatu menjadi tugas orang yang mengetahui seluk beluknya, atau orang ahli dibidangnya, seperti kita berserah diri pada Dokter terkait pengobatan untuknya. Janganlah keliru/salah, minta pilihkan warna atau pakaian kepada orang yang buta.

Berserah dirilah engkau kepada Allah Swt, setiap hari, dimana dan kapan pun, seperti kalimat berikut:

"Ya Allah urusanku, urusan anak biniku, dan semua urusanku. Kuserahkan pada engkau. Aku yakin, engkau maha bijaksana, maha mengetahui, melindungi, dan engkau tentu tidak akan menyia-nyiakan kami sekeluarga"

Misalnya dihari itu ia apakah diberikan Nikmat atau musibah/hal-hal yang tidak menyenangkannya.  Ia akan meyakini baik dan percaya bahwa tuhan sudah memberikan yang terbaik untuknya, walaupun tidak sesuai dengan kehendak/seleranya...

Firman Allah Swt. dalam Surat Al-Qashash, ayat 68-70:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ مَا كَانَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ سُبْحَانَ اللَّهِ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ (68) وَرَبُّكَ يَعْلَمُ مَا تُكِنُّ صُدُورُهُمْ وَمَا يُعْلِنُونَ (69) وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلا هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي الأولَى وَالآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ (70)

"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan."

والله أعلم 
Share:

KENAPA MENGHADIRI UNDANGAN MENJADI TIDAK WAJIB?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Perbuatan Mungkar di Tempat Undangan: Walimahan, dll.

Tidak boleh menghadiri undangan, seperti walimahan, dsb, jika di tempat tersebut terdapat kemaksiatan/kemungkaran, seperti  ada karoke dgn  artis menyanyi dgn membuka aurat, makanannya haram/dari uang yg haram, ada yang meminun arak,dll. dikecualikan bagi yang mampu merubah kemungkaran pd tempat tersebut, jika tidak maka dia berdosa.

-Padahal penganten/mempelai perlu sekali rahmat keberkahan dari Allah Swt.  agar rumah tangganya bahagia punya keturunan yang shaleh dan shalehah. Akibat pelaksanaan walimah dicampur dengan perkara yang maksiat/mungkar, sehingga akan mengurangi keberkahan dari-Nya, karena rahmat dan keberkahan Allah Swt. tidak akan turun di tempat ma'siat.

-Padahal menghadiri undangan/walimahan hukumnya wajib (dgn syarat yang cukup)

-Menurut Imam Zarkasyi:"Undangan Zaman sekarang sudah hilang kewajiban menghadirinya, statusnya cuma boleh, makruh, atau haram".

-Jika di suatu kampung/daerah/RT setuju terhadap hiburan walimahan  yang mengandung kemungkaran(seperti karoke dgn artis membuka Aurat), dan tidak ada yang menegurnya, maka berdosa sekampungan/se RT an.

Lih Sumber: Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, Kitab Amar Ma'ruf Nahi Mungkar.

Semoga bermanfaat...
Share:

SABAR ADALAH PADA HENTAKAN PERTAMA

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

SABAR KETIKA PADA HENTAKAN PERTAMA

Dari Anas bin Malik, beliau berkata,

مَرَّ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِامْرَأَةٍ تَبْكِى عِنْدَ قَبْرٍ فَقَالَ « اتَّقِى اللَّهَ وَاصْبِرِى » . قَالَتْ إِلَيْكَ عَنِّى ، فَإِنَّكَ لَمْ تُصَبْ بِمُصِيبَتِى ، وَلَمْ تَعْرِفْهُ . فَقِيلَ لَهَا إِنَّهُ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – . فَأَتَتْ بَابَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمْ تَجِدْ عِنْدَهُ بَوَّابِينَ فَقَالَتْ لَمْ أَعْرِفْكَ . فَقَالَ « إِنَّمَا الصَّبْرُ عِنْدَ الصَّدْمَةِ الأُولَى »

”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Bertakwalah pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.” Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika (hentakan pertama/beberapa saat saja) di awal musibah.” (HR. Bukhari, no. 1283)

Contoh: Ketika dicaci/dihina/hal yang membuat marah/sedih, dll, ketika itu hati tidak nyaman. Pada saat itulah seketika menahan marah/sedih dengan kesabaran. Kalau sudah berlalu satu hari, baru ia bisa bersabar,maka tidak termasuk lagi. Karena sudah dilupakan(hati sudah dingin). 
Share:

Jumat, 10 Juli 2020

Mengorbankan Agama demi kepentingan Dunia

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

نرقع دنيانا بتمزيق ديننا فلا ديننا يبقى ولا ما نرقع
"Aku sedang menambal kepentingan duniaku dengan merobek agamaku. Jadi, agamaku tidaklah tetap(tak tersisa lagi) kebaikannya. dan apa yang aku tambalpun tidaklah menjadi bagus" (Ibrahim bin Adham)

Menambal kain dunia dengan kain Agamanya.  Mengorbankan akherat untuk meraih dunia, diibaratkan seperti Baju mahal, bagus, tanpa cacat, kemudian dirobek dan digunakan untuk penambal baju yg sudah usang lagi jelek....
Share:

Senin, 06 Juli 2020

Hukum berjabat Tangan Laki-laki dan perempuan

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Hukum Berjabat Tangan, laki-laki dan perempuan

1. Pendapat Kuat, Haram mutlak, bagi org tua ataupun muda
2. Boleh, jika pakai alas/lapik dgn syarat tdk ada syahwat  serta aman dari fitnah
3. Pendapat paling rendah: Boleh, jika keduanya sama-sama tua atau salah satunya, serta tidak ada syahwat dan aman dari fitnah. /Jika sama-sama MUDA tidak ada ulama yang membolehkan(haram muthlak)

MM 118
Share:

Rabu, 01 Juli 2020

Penting...!!! Apa itu Hakekat Nafsu dalam diri Manusia???

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Penting...!!! Apa itu Hakekat Nafsu dalam diri Manusia???


Sifat Nafsu selalu mementingkan kesenangan seketika, jangka pendek, melupakan akibat. Tidak sedikit orang menyesali perbuatannya karena menuruti keinginan Nafsunya.

Akal Sempurna akan selalu memandang pada akibat kemudian. Sifat akal selalu bertentangan dengan Nafsu (yang membujuk untuk merasakan kesenangan seketika), tetapi akal akan selalu memberikan nasehat kepada hati untuk memikirkan akibatnya.

Seperti anak-anak yang dia sudah tahu sakit salesma(pilek, bahingusan), tetap menghendaki es, coklat yang bisa membahayakan/bertambah sakit(karna nafsu belum berakal). Anak-anak sulit sekali diberi minum obat(dirayu agar mau) karena obat PAHIT seketika (dari nafsu), jika punya akal tentu memandang obat sebagai penyebab kesembuhan dan kesehatan, tentu tidak susah payah minum obat. 

Begitulah NAFSU, tidak tahu urusan yang penting ENAK, jika menurutinya pasti tidak cukup(kada kaawakan)melayaninya, mau ini-itu, yang berakibat membahayakan dirinya.

Oleh karena itu, sangat penting dan  perlu untuk mengendalikan Nafsu perlu bersungguh-sungguh melatih nafsu (رياضة النفس) untuk bisa Istiqamah dalam beribadah kepada Allah.

Seperti dalam membiasakan Shalat malam bangun di akhir malam, melakukan berbagai ibadah sunnah. Pada mulanya semua itu susah dan payah, namun tidak lama, dan pada akhirnya terbiasa(menjadi kebiasaannya)dan tidak sulit lagi, bahkan menjadi Nikmat. contoh lain: Kalau mau bangun malam jam 03.00 untuk beribadah , paling lama 40 hari dikerjakan secara istiqamah, walaupun awalnya beban nafsu sangat berat namun pada akhirnya akan terbiasa, jam berapa saja dia tidur maka ia akan terbangun di waktu itu, karena nafsunya sudah terbiasa dapat dikendalikan.

Perkataan syair:

هي النفس ما حملتها تتحمل، ويروي: ما عودتها تتعود.

"Itulah Nafsu, anda bebani apapun ia akan kuat. dan dirwayatkan: "Selagi engkau membiasakannya, ia akan terbiasa"

Jika ada kemauan yang kuat untuk beribadah, menjadi orang baik. Insya Allah pasti bisa, ibadah itu gampang dan tidak ada yang membahayakan, bahkan membawa kebahagiaan dunia dan akherat.

Jalan menuju Keridhaan Allah adalah sulit yang hanya banyak disulitkan Nafsu manusia, namun semua rintangan hanyalah sebagai rintangan bayangan dan tidak akan membahayakan manusia. Rintangan tersebut hanyalah bayangan takut seakan-akan binatang buas yang bisa menerkamnya, padahal hanya hayalan yang tidak membahayakan. Padahal dijalani  akan mudah dan membawa keberuntungan di dunia dan di akherat.

Semoga kita bisa selalu diberi hidayah dan taufik, kemudahan, kekuatan dalam beribadah kepada Allah SWT. 
آمين، يا رب العالمين
Kemudahan apapun berada dalam genggaman kekuasaan Allah SWT, dan Dia  kuasa melaksanakan apa yang dia kehendaki. 

لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم

Sumber: Lihat Al-Ghazali,  Minhajul Abidin, h. 50-51.
Share:
Copyright © Web Kuliah Abdullah | Powered by Blogger | Design by ronangelo Theme Editor: Abdullah Jejangkit | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com