Website Kuliah: Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Tampilkan postingan dengan label KHUTBAH JUMAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KHUTBAH JUMAT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Januari 2018

MENINGGALKAN YANG TIDAK BERGUNA



MENINGGALKAN YANG TIDAK BERGUNA
Oleh: Abdullah, M.Pd.I
Dosen PAI FTIK IAIN Palangka Raya

الْحَمْدُ لِلَّهِ، الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالهُدَى وَدِيْنِ الحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ المُشْرِكُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سيدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا مُحَمَّد وعلى آله وأصحابة أجمعين. أما بعد؛ فيا عباد الله أوصيكم وإياي بتقوى الله وطاعته فقد فاز المتقون.يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT, dengan berupaya sekuat tenaga melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi segenap larangan-Nya.

Ma’âsyirol muslimîn rahimakumullâh
Di antara tanda baiknya seorang muslim adalah ia meninggalkan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Waktunya diisi hanya dengan hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya. Sedangkan tanda orang yang tidak baik Islamnya adalah sebaliknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:"Telah bersabda Rasulullah saw. :
مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكَهُ مَا لَا يَعْنِيهِ
"Sebagian dari kebaikan keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya". (HR. at Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Hadits ini mengandung makna bahwa di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baik berupa perkataan atau perbuatan. Rasulullah saw., (لايقول ولايفعل إلا معروفا) beliau tidak berkata maupun berbuat kecuali hal yang terpuji   .
Tanda baiknya seorang muslim adalah dengan ia melakukan setiap kewajiban. Juga di antara tandanya adalah meninggalkan perbuatan yang haram sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Seorang muslim (yang baik) adalah yang tangan dan lisannya tidak menyakiti orang lain” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40).

Jika Islam seseorang itu baik, maka sudah barang tentu ia meninggalkan pula perkara yang haram, yang syubhat dan perkata yang makruh, begitu pula berlebihan dalam hal mubah yang sebenarnya ia tidak butuh. Meninggalkan hal yang tidak bermanfaat semisal itu menunjukkan baiknya seorang muslim.
Ma’âsyirol muslimîn rahimakumullâh
Ketika seorang sahabat meninggal dunia, seseorang berkata, أَبْشِرْ بِالْجَنَّةِ (berilah kabar gembira dengan syurga ), Maka Rasulullah saw. Bersabda :

عَنْ أَنَسٍ قَالَ تُوُفِّيَ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ يَعْنِي رَجُلًا أَبْشِرْ بِالْجَنَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَلَا تَدْرِي فَلَعَلَّهُ تَكَلَّمَ فِيمَا لَا يَعْنِيهِ أَوْ بَخِلَ بِمَا لَا يَنْقُصُهُ
“Apakah kalian tidak tahu, mungkin ia pernah mengucapkan perkataan yang tidak mendatangkan manfaat atau bakhil terhadap sesuatu (harta) yang sebenarnya tidak akan berkurang (jika disedekahkan).” (HR Tirmidzi).

Oleh karena itu, alangkah beruntungnya orang-orang yang senantiasa menghitung-hitung perkataannya. Umar bin Abdul Aziz r.h berkata:
مَنْ عَدَّ كَلَامَهُ مِنْ عَمَلِهِ، قَلَّ كَلاَمُهُ إِلَّا فِيْماَ يَعْنِيْهِ
“Siapa yang menghitung perkataannya dibanding amalnya, maka ia akan sedikit bicara kecuali dalam hal yang bermanfaat” (Ibnu Rajab (w. 795 H), Jâmi’ al ‘Ulûm wa al Hikam, 1/291).

Ma’âsyirol muslimîn rahimakumullâh
Mayoritas perkara yang tidak bermanfaat muncul dari lisan yaitu lisan yang tidak dijaga dan sibuk dengan perkataan sia-sia”  Tentang keutamaan menjaga lisan ini diterangkan dalam ayat berikut yang menjelaskan adanya pengawasan malaikat terhadap perbuatan yang dilakukan oleh lisan ini. Allah Ta’ala berfirman,
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (16) إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (17) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (18)
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS. Qaaf: 16-18).

Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Yang dicatat adalah setiap perkataan yang baik atau buruk. Sampai pula perkataan “aku makan, aku minum, aku pergi, aku datang, sampai aku melihat, semuanya dicatat. Ketika hari Kamis, perkataan dan amalan tersebut akan dihadapkan kepada Allah” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 13: 187).
Ma’âsyirol muslimîn rahimakumullâh
Ketika kita tidak berupaya menyibukkan diri bersiap-siap menghadapi kehidupan akhirat kelak, maka Allah bisa memberikan kesibukan lain yang tidak bermanfaat untuk kehidupan kita. Ketika kita tidak sibuk menyerukan dakwah Islam atau pun hal kebajiakan lainya, kita akan dibuat sibuk berbicara menyerukan yang lain, padahal ini adalah diantara tanda bahwa Allah tidak senang dengan kita. Diriwayatkan dari Imam Al Hasan, ia berkata:

من علامة إعراض الله تعالى عن العبد أن يجعل شغلبه فيما لايعنيه
“Diantara tanda ‘berpalingnya’ Allah Ta’ala dari seseorang yaitu apabila orang itu sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna (bagi kepentingan akhiratnya)”. (Ibn Daqîq al ‘îd (w. 702H), Syarh al Arba’in an Nawawiyyah, hal 62)

Ma’âsyirol muslimîn rahimakumullâh
Ada orang yang ketika diajak mengaji, menuntut ilmu, maupun berbuat kebajikan lainnya selalu beralasan sibuk, namun ternyata masih sempat meunjun (memancing) berjam-jam lamanya, padahal dia tidak termasuk orang yang kekurangan lauk untuk makan. Ada orang yang bergelimang harta, namun ‘tidak ada waktu’ untuk menenggelamkan diri beribadah kepada Allah Ta’ala, anehnya sebagian besar waktunya habis untuk bekerja mengumpulkan harta lagi, padahal harta yang sudah Allah berikan kepadanya tidak akan mampu dia habiskan.
Ada juga orang yang sibuk atau menghabiskan waktu dengan Hp/handphone yang selalu berada ditangannya, karena itu, sebenarnya dia  membuang banyak waktu dengan sia-sia, kecuali ia menggunakannya pada hal atau perkara yang bermanfaat. Kita dingatkan:  demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali mereka yang beriman, beramal sholeh, dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
Ma’âsyirol muslimîn rahimakumullâh
Mudah-mudahan kita dibimbing Allah swt, untuk selalu berkata maupun berbuat kecuali pada hal-hal/perkara yang bermanfaat dan Mudah-mudahan Allah swt. menjauhkan kita semua dari  hal yang tidak bermanfaat,. Amiiin ya Rabbal Alamiin.

الْحَمْدُ لِلَّهِ، والصلاة والسلام على رسول الله- محمد بن عبد الله، أوصيكم  ونفسي بتقوى الله وطاعته فقد فاز المتقون ، وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآَنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ، أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ (16) إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ (17) مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (18) [ق/16-18]. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ والْمُسْلِيِمْات والمؤمنين المؤمنات مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.



Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وحده لاشريك له، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا مُحَمَّد وعلى آله وأصحابة أجمعين. أما بعد؛ فيا عباد الله اتقوا اللهَ ما استطعتم وسارعوا إلى مغفرةِ ربِّ العالمين.يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
واعلموا أنَّ اللهَ سبحانَه وتعالى أمركم بِأَمْرٍ بَدأَ فيه بنفسه، وثنى بملائكَتِه المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِه، فقَالَ اللهُ تَعَالَى ِفْي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا مُحَمَّد سَيِّدِ المرسبين، وعلى آبه وأصحابه وقرابته وأزواجه وذرياته أجمعين. وارْضَ اللهم على أربعة الخلفاء الراشدين، سيدِنا أبي بكْرٍ وعمرَ وعثمان وعليٍّ، وعلى بَقِيَّةِ الصحابة والتابعين، وتايع التابعين، ومن تبعهم بإحسانٍ إلى يوم الدين، وعلينا يرحمتك يا أرحم الراحمين.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لنا لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. إنك سميع قريبٌ مجيب الدَّعَوَات، يا قاضيَ الحاجات، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، واشكروه على نِعَمِهِ يزدْكم، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. والله يعلم ما تصنعون.





Share:

BAIK DAN BURUK DALAM PANDANGAN ISLAM




BAIK DAN BURUK  DALAM PANDANGAN ISLAM

Oleh: Abdullah, M.Pd.I
Dosen PAI FTIK IAIN Palangka Raya

الْحَمْدُ لِلَّهِ، وإِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سيدنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا مُحَمَّد وعلى آله وأصحابة أجمعين. أما بعد؛ فيا عباد الله أوصيكم وإياي بتقوى الله وطاعته فقد فاز المتقون.يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Hadirin ... Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah

Marilah kita selalu bertaqwa kepada Allah taala, yaitu dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan meningggalkan laranganNya.
Istilah baik dan buruk merupakan dua kata yang banyak digunakan untuk menentukan suatu perbuatan yang dilakukan oleh manusia. Perkembangan pemikiran manusia selalu berubah, begitu juga patokan yang digunakan orang untuk menentukan baik dan buruk manusia, oleh karena itu sangat penting kita mengetahui pandangan Islam tentang persoalan ini di tengah maraknya berbagai aliran yang memperbincangkan persoalan ini.
Hadirin ... Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah
Ada beberapa aliran filsafat yang mempengaruhi pemikiran tentang baik dan buruk ini, diantaranya:
1.      Baik dan Buruk Menurut Aliran Adat Istiadat, menurut aliran ini ditentukan berdasarkan adat istiadat yang berlaku dan dipegangi oleh masyarakat. Orang yang mengikuti dan berpegang teguh pada adat dipandang baik, dan orang yang menentang tidak mengikuti adat-istiadat dipandang buruk dan mendapat hukuman secara adat. Adat istiadat selanjutnya dipandang sebagai pendapat umum. Karena hakikat dari adat itu sendiri sebenarnya adalah produk budaya manusia yang sifatnya nisbi dan relatif, maka nilai baik dan buruk tersebut juga sangat relatif juga

Hadirin ... Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah

2.      Baik & Buruk Menurut Aliran Hedonisme, Menurut paham ini, bahwa perbuatan yang baik adalah perbuatan yang banyak mendatangkan kelezatan, kenikmatan dan kepuasan nafsu biologis. Munculnya berbagai produk makanan, minuman (dengan muatan alkohol),dan pakaian, tempat hiburan, film-film dan buku-buku berbau seks, pergaulan bebas, dan sarana lainya jelas lebih diarahkan pada upaya memenuhi kepuasan dan  kelezatan hawa nafsu. Dampak kehidupan hedonistik ini sudah demikian parah, karena semakin dipersubur dan didukung oleh keberhasilan pembangunan bidang materian yang kurang seimbang  dengan pembangunan bidang spiritual dan moral.
                                                                                                         

Hadirin ... Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah

Dari dua aliran tersebut masih banyak lagi pemikiran-pemikiran yang mempengaruhi dalam penentuan baik dan buruk  seperti  aliran humanisme, utilitarianisme, vitalisme, religiousisme, dan evolusisme. Lalu bagaimana baik  dan buruk menurut pandangan Islam?

Hadirin ... Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah

Ajaran Islam bersumber dari wahyu Allah SWT berupa al-Qur`an yang dalam penjabarannya dicontohkan oleh Sunah Nabi Muhammad SAW. Masalah akhlak dalam ajaran Islam mendapatkan perhatian besar. Istilah baik dan buruk menurut Islam harus didasarkan pada petunjuk al-Qur`an dan al-Hadis. Kalau kita perhatikan, istilah baik dan buruk dapat kita jumpai dalam Qur`an maupun Hadis, seperti al-hasanah, thayyibah, khairah, karimah, mahmudah, dan  al-birr.
1.        Al-hasanah menurut al-Raghib al-Afahani adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang disukai atau dipandang baik. Kemudian al-hasanah dibagi menjadi tiga bagian. Yaitu, pertama; hasanah dari segi akal, kedua, hasanah dari segi hawa nafsu atau keinginan dan ketiga, hasanah dari segi pancaindra, sedangkan Lawan dari al-hasanah adalah al-sayyiah . Yang termasuk al-hasanah adalah keuntungan, kelapangan rezeki, dan kemenangan. Adapun yang termasuk al-sayyiah seperti kesempitan, kelaparan, dan keterbelakangan.
2.        Adapun kata at-thayyibah khusus digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang memberikam kelezatan kepada panca indra dan jiwa. Seperti makanan pakaian, tempat tinggal dan sebagainya. Adapun lawannya adalah al-qabihah yang artinya buruk.
3.        Berikutnya, kata al-khoir digunakan untuk menunjukkan suatu yang baik oleh seluruh umat manusia. Seperti berakal, adil, keutamaan dan semua yang bermanfaat bagi manusia. Lawan dari al-khoir adalah as-syarr.
4.        Adapun kata al-mahmudah dipakai untuk sesuatu yang utama sebagai akibat dari melakukan sesuatu yang disukai Allah SWT. Kata mahmudah lebih cenderung pada arti yang bersifat bathin dan spiritual. Seperti ayat.  QS.al-Isra`,17:79.

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (٧٩)
79. Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji

5.        Berikutnya, kata al-karimah digunakan untuk perbuatan dan akhlak terpuji yang dimunculkan dalam realitas kehidupan sehari-hari.  Kata al-karimah biasa digunakan untuk perbuatan yang terpuji dalam sekala besar. Seperti menafkahkan hartanya dijalan Allah, berbuat baik kepada kedua orang tua dan lainnya.
6.        Selanjutnya, adalah kata al-birr,  dipakai untuk menunjuk pada upaya memperluas atau memperbanyak melakukan perbuatan yang baik. Kata tersebut bisa dipakai untuk sifat Allah dan bisa untuk sifat manusia. Kalau kata tersebut dipakai untuk sifat Allah, maka maksudnya bahwa Allah memberikan balasan pahala yang besar. Kemudian kalau dipakai untuk manusia,  maka yang dimaksud adalah untuk ketaatan dan ketundukan seorang hamba. Seperti pada ayat[1][18]QS. Al-Baqoroh, 2:177
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ (١٧٧)
177. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa

Hadirin ... Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah

Penjelasan al-birr dalam hadis juga disebutkan, yaitu ada salah seorang sahabat Nabi SAW bernama Wabishah bin Ma`bad berkunjung kepada Nabi SAW. Beliau menyapa dengan bersabda:
جئتَ تسأل عن البر قلتُ : نعم: قال اِسْتَفْتَ قلبَكَ البرُ ما اطْمأَنتْ إليه النفْسُ ، واطمأنَ إليه القلب، والإثم ما حالك في النفس وتزْحد في الصدور وإنْ أفتاك الناس واقنوك.
Engkau datang menanyakan tentang al-birr (kebaikan) ? ” Benar, wahai Rasul” jawab Wabishah, “Tanyailah hatimu!” al-birr adalah sesuatu yang tenang terhadap jiwa, dan yang tentram terhadap hati, sedangkan dosa adalah yang mengacaukan hati dan membimbangkan dada, walaupun setelah orang memberimu fatwa.(HR. Ahmad dan Ad-Darimi)

Dalam hadis lain, Nabi menjelaskan al-birr dengan sabdanya:
الْبر حسن الخُلقِ والإثم ماحاك في صدرك وكرهْتَ أن يطَّلِعَ عليه الناس (رواه أحمد)
Al-birr adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang beredar dihatimu dan kamu tidak suka orang lain mengetahuinya. (HR. Ahmad)
Dalam hadis tersebut kata al-birr  dihubungkan dengan ketenangan jiwa dan akhlak terpuji, ini merupakan kebalikan dari dosa. Jadi al-birr artinya akhlak yang mulia.

Hadirin ... Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah

Adanya berbagai istilah kebaikan yang demikian Variatif yang diberikan al-Qur’an dan Hadis itu, menunjukkan bahwa penjelasan tentang sesuatu yang baik menurut ajaran Islam  lebih lengkap dan komprehensif dibandingkan  dengan arti kebaikan yang disebutkan sebelumnya. Berbagai istilah yang mengacu kepada kebaiakan itu menunjukkan bahwa kebaikan dalam pandangan Islam meliputi kebaikan yang bermanfaat bagi fisik, akal ,rohani, kesejahteraan di dunia dan kesejahteraan di akherat serta akhlak yang mulia.

Hadirin ... Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah

Penentuan baik buruk dalam Islam tidak semata-mata berdasarkan amal perbuatan yang nyata saja, tetapi lebih dari itu adalah niatnya. Islam juga memperhatikan  kriteria lainnya, yaitu dari segi cara melakukan perbuatan itu, seseorang yang berniat  baik, tapi dalam melakukannya menempuh cara yang salah, maka perbuatan tersebut dipandang tercela, seperti seseorang mengeluarkan sedekah dianggap baik menurut agama, tetapi cara memberikan sedekah tersebut dapat menyakitkan hati si penerima, maka perbuatan tersebut dinilai tidak baik. Allah Berfirman
قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ (٢٦٣)
263. Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun

Hadirin ... Jama'ah Jum'ah Yang dimuliakan Allah

Perbuatan yang dinilai baik dalam Islam adalah perbuatan yang sesuai dengan petunjuk Qur`an dan Sunnah. Seperti taat kepada Allah dan Rasul-Nya, berbuat baik kepada kedua orang tua, saling menolong dan mendoakan dalam kebaikan, menepati  janji, menyayangi anak yatim, amanah, jujur, ikhlas, ridho dan sabar merupakan perbuatan yang baik.
Sedangkan perbuatan buruk adalah perbuatan yang bertentangan dengan Qur`an dan Sunnah. Seperti bersikap membangkang terhadap perintah agama, durhaka kepada ibu bapak, saling bertengkar, dendam, mengingkari janji, curang, khianat, riya, sombong, putus asa dan lain sebagainya.
 Namun demikian al-Quran dan al-Sunnah bukanlah sumber ajaran yang eksklusif atau tertutup. Kedua sumber tadi bersikap terbuka untuk menghargai bahkan menampung pendapat akal pikiran, adat istiadat dan sebagainya yang dibuat oleh manusia dengan catatan semua itu tetap sejalan dengan petunjuk al-Quran dan al-Sunnah.
Semoga kita semua selalu mendapatkan limpahan Rahmat,taufik dan Hidayah dari Allah taala dan senantiasa dalam kebaikan- amiin ya Rabbal’alamiin.

الْحَمْدُ لِلَّهِ، والصلاة والسلام على رسول الله- محمد بن عبد الله، أوصيكم  وإياي بتقوى الله وطاعته فقد فاز المتقون إن أحسن الكلام، وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآَنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ،
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ،وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِيِمْنَ والْمُسْلِيِمْات والمؤمنين المؤمنات مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Khutbah Kedua : Abdullah,M.Pd.I.

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وحده لاشريك له، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا مُحَمَّد وعلى آله وأصحابة أجمعين. أما بعد؛ فيا عباد الله اتقوا اللهَ ما استطعتم وسارعوا إلى مغفرةِ ربِّ العالمين.يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
واعلموا أنَّ اللهَ سبحانَه وتعالى أمركم بِأَمْرٍ بَدأَ فيه بنفسه، وثنى بملائكَتِه المُسَبِّحَةِ بِقُدْسِه، فقَالَ اللهُ تَعَالَى ِفْي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا مُحَمَّد سَيِّدِ المرسبين، وعلى آبه وأصحابه وقرابته وأزواجه وذرياته أجمعين. وارْضَ اللهم على أربعة الخلفاء الراشدين، سيدِنا أبي بكْرٍ وعمرَ وعثمان وعليٍّ، وعلى بَقِيَّةِ الصحابة والتابعين، وتايع التابعين، ومن تبعهم بإحسانٍ إلى يوم الدين، وعلينا يرحمتك يا أرحم الراحمين.اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لنا لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. إنك سميع قريبٌ مجيب الدَّعَوَات، يا قاضيَ الحاجات، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، واشكروه على نِعَمِهِ يزدْكم، وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ. والله يعلم ما تصنعون.





Share:
Copyright © Web Kuliah Abdullah | Powered by Blogger | Design by ronangelo Theme Editor: Abdullah Jejangkit | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com