Website Kuliah: Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Minggu, 21 Juni 2020

SULUK DI JALAN ALLAH MENJAGA DIRI DARI SEGALA DOSA DAN MA'SIAT

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

CARA MENJAGA DIRI  DARI SEGALA DOSA DAN MA'SIAT



Jalan Pertama menuju Allah Adalah Taubat, sambil menjaga diri dari Segala dosa dan ma'siat dgn Cara:
1. Selalu dalam keadaan Suci/Wudhu
2. Meninggalkan bergaul dengan Orang Fasik
3. Meninggalkan tempat-tempat yang terduga banyak maksiat (تهمة) seperti warung, pasar, dll "kadang org katuju mawarung, kd mau baik"
4. Meninggalkan makanan yang haram dan/syubhat
5. Puasa
6. Menyendiri/Khalwat
7. Mengekali "Musyaratah/مشارطة" -berjanji pada diri untuk tidak melakukan dosa dan kemaksiatan- tiap pagi/hbs subuh dan sesudah magrib.
(Bagi org suluk wajib setiap hari), Contohnya lafadz Musyarathah:
a. "Wahai diriku-janji di hadapan Allah- hari ini/malam ini, jangan handak berbuat maksiat"
b. "Wahai diri, ikam hari ini mesti berjanji lawan aku, Jaaangan handak memandang yg haram, jaangan handak mendengar yg haram, jaangan handak melangkah ketempat yg haram, jaangan handak menyakiti makhluk Allah Swt"
c."Wahai diriku ayo berjanji hari ini, jaangan handak ma'siat pd Allah, Jgn handak macam-macam(dzalim) dgn makhluk Allah, hari ini engkau mesti taqwa pd Allah Swt"
d. Wahai diriku hari ini berjanji tidak mau berbuat yang dilarang Allah, tidak mau melakukan hal yang tidak ada manfaatnya. Aku akan melakukan semua perintah Allah dan Aku berbuat sesuatu yang bermanfaat.
-Bila berjanji seperti ini, Insya Allah akan ditolong Allah Swt untuk menyempurnakan janjinya, karna hal ini berhubungan dgn NIAT YG BAIK.
8. Muraqabah/مراقبة : Mencakup dua makna: a. Mengintai diri berdasarkan musyaratah td(melaksanakan janji diri berbuat kebaikan dan tidak akan berbuat dosa/ma'siat); dan atau b. Selalu merasa diawasi Allah.
9. Muhasabah/محاسبة-/memeriksa(evaluasi diri), yaitu menghitung-hitung apa yang telah diperbuatnya berdasarkan yang dia janjikan dlm "musyaratah" apakah ada maksiat atau kebaikan: pagi dan sore(pahalanya sangat besar dibanding baca yasin/tabarak)
-Dari pagi s.d sore/magrib s.d subuh apakah sudah pas semua janji sudah ditepati.
-Misalnya ternyata ada yg tidak tepat janji, jam sekian...sekian... ada melihat yg haram atau memperbut yg dilarang, kemudian bermujahadah berjuang memperbaiki yg tadi.>>> dengan menghukum (معاقبة)
10. Selalu menghukum(معاقبة) terhadap maksiat yang ia lakukan, seperti:
-Karna dia ada berdusta maka diwajibkan atas dirinya baca Fatihan 100 x.
-Matanya berhubung siang tadi ada melihat yg diharamkan, maka ikam malam ini akan kuhukum, malam ini mesti melihat dgn membaca Al-Qur'an selama 1 jam.
-Ternyata ada mengatakan yg haram! Ikam menyalahi janji ada berkata-kata yg haram. Malam ini engkau ku hukum, engkau mesti berzikir 1000 x sebagai gantian dari berucap yg haram/kotor.
Muaqabah ini merupakan salah satu persyaratan agar kita bisa "musyahadah"
Semoga kita bisa mengamalkan.. Aamiin...

Sumber Pengajian 03, Kitan Adab Sulukil Murid, Guru KH. Muhammad Bakhiet AM.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Web Kuliah Abdullah | Powered by Blogger | Design by ronangelo Theme Editor: Abdullah Jejangkit | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com