Website Kuliah: Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Senin, 28 Desember 2020

Ibadah Tafakkur tentang kehidupan dunia dan akhirat

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Tafakkur(memikirkan)Tentang keadaan  Dunia dan Akhirat

A. Tafakkur tentang Dunia(sesuatu sebelum kematian):

1. Tentang susah payah dalam kehidupan dunia. 

الدنيا دار كد وهم وتعب ولا راحة إلا في الجنة 

2. Dunia tidak akan dibawa ke akhirat
3. Dunia itu Tidak ada tempat/sesuatu yang 100 % nyaman,  karena itu pasti ada cacat dan celanya

B. Tafakkur Akhirat(sesudah kematian):

1. Berpikir semakin hari, kita semakin dekat dengan Akhirat/kematian 
2. Berfikir Tubuh semakin dekat dengan akhirat, hendaknya hatipun demikian,  semakin dekat dengan kubur/kematian/akhirat. Semakin hari dunia semakin ditinggalkan, sehingga dekat dengan ajal kematian. Hendaknya  tubuh dan hati berbarengan menuju dan mendekati akhirat, jangan sampai HATI ditinggalkan karena terikat kuat dan terperdaya oleh dunia yang fana ini, sementara tubuhnya saja berangsur-angsur menuju kematian. Tubuh kita semakin hari, semakin menjauhi dunia demikian juga seharusnya hatipun semakin menjauhi dunia. Pikirkankan agar hatinya agar semakin fokus pada bekal akhirat, memikirkan apa yang akan disiapkan untuk akhirat.

"Manusia yang paling rugi(celaka) adalah Manusia yang tubuhnya semakin dekat dengan kubur/kematian, namun hatinya semakin menjauh dari kubur"

"Sejahat-jahat orang yang tua, adalah orang tua yang masih merasa muda. Umurnya sudah tua, misal umurnya sudah berumur 50 tahunan, tapi hatinya masih seperti umur 30 tahunan . Paling baik pemuda adalah pemuda yang  hatinya seperti orang tua- selalu mengingat kematian dan akhirat"

3. Keadaan Akhirat kelak, bagaimana huru hara hari pembalasan. 

Merasa hidup masih lama tinggal di dunia ini (طول الآمل) merupakan penyakit hati yang membinasakan, merasa umur masih panjang(lawas lagi hanyar mati), hidup masih kira-kira masih  5/10/15 tahun lagi, atau bersiap-siap untuk umur di hari tua nanti hingga lupa hal yang paling penting yang semestinya disiapkannya dengan serius(bekal untuk akhiratnya) , PADAHAL  belum tentu dia akan menemui  hari TUA NANTI. Hal ini yang banyak memperdaya kehidupan manusia.

Hendaklah berfikir apa yang sudah anda siapkan untuk bekal akhirat, karena kematian Nyata dan Pasti. 

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr: 18).

Tentang ayat di atas, Ibnu Katsir rahimahullah berkata, 

حاسبوا أنفسكم قبل أن تحاسوا

artinya: hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Lihatlah amalan shalih apa yang telah kalian persiapkan sebagai bekal untuk hari akhirat dan menghadap Allah Rabb kalian.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 7: 235).

Hendaklah anda perhatikan kebaikan dan keburukan yang anda akan peroleh kelak. Hendaklah memikirkan apa buah yang diperoleh dari amalan kelak di hari kiamat. Apakah akan menuai hasil yang baik ataukah malah akan membahayakan karena kejelekan yang dilakukan.

Jika seseorang menjadikan akhirat sebagai tujuan di hadapannya dan jadi tambatan hati, terus bersungguh-sungguh untuk menempuh jalan menuju akhirat. Bersungguh-sungguhlah dengan melakukan banyak amalan yang dapat mengantarkan pada kesamatan di akhirat kelak.

Pelajaran penting yang bisa kita ambil adalah jadikan akhirat sebagai tujuan. Begitu pula jika kita diberi karunia materi dan rezeki yang melimpah, jadikanlah itu sebagaimana perantara menuju kebaikan dan bekal menuju alam akhirat. 

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi Saw. bersabda,

مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ

Barangsiapa yang niatnya untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya hanya untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465.)

Berpikir tentang dunia dan  akhirat ini, berfaedah agar dapat berpaling pada dunia dan menghadap kenegeri akhirat. Maka seyogyanya untuk bersemangat menyiapkan bekal akhirat, karena seseorang Nyata akan  menghadapi Akhirat itu. 

Semoga kita semakin memperhatikan amalan kita sebagai bekal di akhirat kelak.

والله أعلم


Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © Web Kuliah Abdullah | Powered by Blogger | Design by ronangelo Theme Editor: Abdullah Jejangkit | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com