Website Kuliah: Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Rabu, 16 September 2020

Makna Do'a Nabi Minta dihidupkan dalam Keadaan Miskin

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Arti doa Nabi meminta dihidupkan dalam keadaan Miskin, wafat serta dikumpulkan dihalau bersama golongan orang-orang miskin. Maksudnya Bukan miskin dalam artian Sedikitnya Harta, melainkan miskin dalam arti "orang yang bersifat tawadhu/rendah hati" karena sifat tawadhu itu melekat pada orang yang sedikit memiliki harta(miskin).
Oleh karena itu Miskin memiliki dua makna:
1. Sedikit Harta
2. Orang tawadhu(walaupun dia kaya)
Share:

Waspada menyimpan Harta ! dicela Agama?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Niat Menyimpan Harta

Menyimpan harta tanpa tujuan yang baik sangat dicela Agama dan merupakan perbuatan yang tidak terpuji...

Oleh karena itu, dikecualikan jikalau  seseorang menyimpan harta harus disertai niat yang baik berikut ini.

1. Harta disimpan sebagai jaga-jaga kalau ada keperluan mendadak, untuk anak,/Istri, /keluarga/ Tetangga yang memerluakan(untuk nafkah/ meninjamkan/membantu mereka;
2. Untuk Harta warisan/meninggalkan Harta untuk anak-anak agar hidup mereka tidak mengemis/meminta-minta;
3. Disimpan untuk persiapan bayar zakat dengan harta tersebut,karena kwatir pada waktunya tidak memilikinya;
4. Menunggu dan disimpan untuk diberikan kepada org lain yang belum datang.

-Dengan niat baik tersebut, Hartanya akan dijaga dan diberkati Allah.

Sumber Pengajian ke- 22 Kitab Bustanul Arifin, Guru Bakhiet., Semoga bermanfaat...
Share:

Selasa, 15 September 2020

Al-Ghazali: jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

JALAN TAHAPAN BERIBADAH PERSPEKTIF AL-GHAZALI

Karya al-Ghazali berjudul  Minhaj al-'Abidin merupakan kitab yang mengkaji tentang jalan yang ditempuh oleh hamba Allah,jalan yang ditempuh oleh orang-orang dalam  beribadah kepada Allah dalam mendekatkan diri atau taqarrub kepada Allah. Dalam kitab ini al-Ghazali menuturkan bahwa jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah diumpamakan sebagai ‘aqabah, artinya jalan yang mendaki, atau jalan yang kecil,sempit dan mendaki, jika dilalui jalan tersebut banyak sekali rintangannya. ‘Aqabah itu ada tujuh macam atau tujuh tahapan : 

(1) aqabah al-'ilm ‘aqabah dalam mencari ilmu. 
(2) aqabah al-taubah, aqabah yang harus dijalani dalam taubat kepada Allah 
(3) aqabah al-awa'iq, aqabah yang berkaitan dengan rintangan- rintangan, yaitu rintangan-rintangan dalam mendekatkan diri kepada Allah 
(4) aqabah al-'awaridh, aqabah yang  berkaitan dengan segala sesuatu  yang terjadi, yang datang dalam  kehidupan manusia
(5) aqabah al-bawa'ith, aqabah yang berkaitan dengan perkara-perkara yang  mendorong manusia dalam mendekatkan diri kepada Allah
(6) aqabah al-qawadih, aqabah yang berkaitan dengan perkara tercela, yakni sifat buruk yang muncul ketika mendekatkan diri kepada Allah 
(7) aqabah al-hamd wa al-syukr, aqabah yang berkaitan denga puji dan syukur kepada Allah.

Tahapan beribadah yang dikemukaan Al-Ghazali ini adalah untuk ibadah kategori Istiqamah, bukan sekedar beribadah biasa-biasa saja. 
Bukan sekedar ibadah golongan awam, yaitu Dia tidak ada memiliki program tertentu untuk beribadah kepada Allah dalam sehari-hari. Seperti dia melakukan shalat lima waktu tanpa memperhatikan apakah dikerjakannnya diawal waktu atau  tidak, yang penting dikerjakannya. Demikian juga orang ini, melakukan ibadah sunnah tidak Istiqamah/tidak rutin, misalkan dalam melaksanakan shalat tahajjud, jika ia mau ia akan mengerjakannya, namun jika malas meninggalkannya, atau teserah mau baca Al-Qur'an, jika badan rasa letih/malas dia tinggalkan(tidak Istiqamah). 
Konsep jalan Ibadah yang ditawarkan Imam Al-Ghazali ini adalah Ibadah orang-orang Istiqamah bukan sekedar ibadah orang Awam. Ibadah yang dimaksud adalah Ibadah golongan orang-orang Salikin,  yaitu Ibadah orang yang ingin mendekatkan diri dan mengenal Allah SWT dengan memiliki program amalan-amalan  ibadah  yang rutin/istiqamah dilakukannya setiap hari.

والله أعلم
Share:

Konsep Ekonomi Al-Ghazali: Penghidupan atas Kadar Keperluan

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Konsep Imam  Al-Ghazali, kehidupan atas Kadar keperluan
(قدر الحاجة)
Ketika Umat Islam menang dan harta berlimpah, ekonomi keluarga yang stabil/lebih/tanpa kekurangan, banyak kaum muslimin yang terlena berlebihan dalam kehidupan hingga lalai untuk fokus dalam Ibadah/kebaikan. 
Sehingga Al-Ghazali menghidupkan kembali konsep ekonomi berdasarkan Zaman Nabi dan Sahabat atas dasar sekedar keperluan dalam rangka mendukung Ibadah/keta'atan.

Secara utuh pemikiran Al-Ghazali bukan berarti meninggalkan kebutuhan ekonomi, namun yang diperlukan hanya sekedar hajat menguatkan untuk beribadah(baik ibadah mahdah atau kebaikan lainnya(ghairu mahdhah). Jadi ibadah tidak bisa dipahami hanya sekedar hubungan dengan tuhan saja.  


Batasan konsep utama adalah: 
"Jangan sampai kekayaan, harta benda/urusan dunia yang dimilikinya bisa melalaikan ataupun menghilangkan fokus yang sebenarnya yaitu Kehidupan hamba ini diciptakan untuk ibadah"

Sekarang masih terjadi di kalangan kaum muslimin yang terlena dalam kehidupan dunia, seperti contoh kontekstual : Karena berdagang/banyak punya toko, karena usaha/bisnis/urusan kantor, karena kebun, karena ternak, karena sawah/pahumaan, karena asyik main hp/game/hiburan, dan lain sebagainya. Karenanya pikiran penuh dengan urusan dunia,  hingga melupakan dan melalaikan Ibadah/kebaikan.
Share:

Kamis, 03 September 2020

Dosa Berlapis akan membutakan mata hati

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

"Tatkala dosa itu kian berlapis-lapis, tentu akan makin menancap kuat di dalam hati. Dan pada saat itu, hati akan buta sehingga tidak mampu mengetahui kebenaran dan kebaikan agama. Masalah akhirat akan dianggapnya remeh, sementara urusan dunia dianggapnya besar dan amat penting. Akibatnya, fokus perhatiannya hanya terbatas pada dunia saja. Maka, manakala pendengarannya diketuk dengan masalah akhirat dan bahaya yang akan terjadi nanti, pasti akan masuk lewat satu telinga dan akan segera keluar dari telinga lainnya, sama sekali tak berbekas di hati, dan tidak mampu menggerakkan hati untuk bertobat serta meraih hal-hal yang telah hilang itu." (Al-Ghazali, Ihya Ulumiddin, Keajaiban Hati, h. 49)
Share:

Rabu, 02 September 2020

Bagaimana Mensyukuri Nikmat Waktu yang telah diberikan Allah Swt?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

MENGHARGAI WAKTU

Pertama yang harus kita garis bawahi adalah bahwa Islam sangat menghargai waktu, karena waktu adalah sangat bernilai. 

Tahukah kamu bahwa waktu sangat berarti dan penting dalam kehidupan kita, Islam telah memberikan gambaran yang utuh mengenai pentingnya memuliakan waktu. Dalam Al-Qur’an Allah telah menempatkan tentang waktu diposisi sangat tinggi, sampai-sampai Allah bersumpah atas nama waktu. Misalnya “Demi waktu” dalam surah Al-Ashr dan ada contoh lagi yaitu “Demi waktu saat matahari naik sepenggalah,” dalam surah Adh-Dhuha.

Dan ketahuilah bahwa Rasulullah saw pernah mengabarkan bahwa waktu salah satu nikmat diantara nikmat-nikmat Allah kepada hambaNya yang wajib disyukuri, Jika tidak, nikmat tersebut akan diangkat dan pergi menginggalkan pemiliknya.
Manifestasi dari syukur nikmat adalah dengan memanfaatkannya dalam ketaatan dan amal saleh. Nabi saw  bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang kebanyakan orang merugi padanya(tidak bisa memanfaatkan dengan baik), yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412).

Waktu senggang (waktu luang) adalah di antara nikmat yang banyak dilalaikan dan disia-siakan.
Padahal, setiap nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan kepada kita, kelak akan ditanyakan pada hari kiamat, Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
“Kemudian kamu pasti akan ditanya tentang kenikmatan (yang kamu bermegah-megahan di dunia itu).” (QS. At-Takaatsur [102]: 8)
Dalam al-Qur`an, Allah swt pernah bersumpah dengan waktu, misalnya, dalam Q.s. al-‘Ashr (103/13): 3 disebutkan yang artinya: "Demi masa (waktu), sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang orang yang beriman, Beramal saleh(mengerjakankebajikan), Saling berwasiat dengan kebenaran, dan saling berwasiat dengan kesabaran.
Ayat ini, Allah swt membimbing bahwa agar manusia tidak rugi, ada tiga faktor yang bisa menjadikan manusia tidak akan dilindas oleh zaman, karena tiga faktor ini adalah faktor-faktor keberuntungan manusia, yaitu: 1. Iman dan amal saleh;2. Saling mengingatkan dengan kebenaran; dan 3. Saling mengingatkan akan kesabaran/tidak mengeluh.
Waktu merupakan hal yang sangat berharga. Orang Arab mengenal pepatah berikut:
الوقت كالسيف فإن لم تقطعه قطعك
"Waktu adalah seperti pedang, maka jika kamu tidak menebaskannya, ia yang akan menebasmu"
Pepatah ini lebih merupakan perumpamaan tentang betapa pentingnya waktu, karena waktu selalu berjalan tanpa kompromi, dan waktu yang telah berlalu tak pernah akan kembali. Jika kita tidak menggunakan waktu, dalam pengertian berbagai kesempatan, seperti peluang untuk sukses dan berprestasi, bisa jadi kesempatan itu tak akan kunjung lagi. Apalagi waktu kesempatan untuk beribadah janganlah disia-siakan,  karena umur hilang/berkurang tidak bisa lagi kembali dan tidak bisa diganti.

Perkataan syair:
لكل شيء إذا فارقته عوض، وليس لله إن فارفته من عوض
"Segala sesuatu itu apabila engkau tinggalkan ada gantinya, tetapi kalau engkau meninggalkan Allah(Ibadah) maka tidak ada gantinya"

Sebagai contoh, pada hari ini keluputan Ibadah(Dhuha), maka tidak ada gantinya, besok ibadah lain lagi/tugas baru, keluputan dunia ada harapan gantinya, namun ibadah tidak ada gantinya

PENTINGNYA MANAJEMEN WAKTU

Perkataan Syair:
إذا أبقت الدنيا على المرء فما فاته منها فليس بضائر
 "Apabila dunia masih menetapkan agama seseorang, maka apapun yang hilang dari dunia itu tidak akan merugikannya" 

Dalam mempertahankan TUGAS harian selama 24 jam sehari, mampukah kita mempertanggungjawabkan nikmat waktu yang Allah Ta’ala berikan pada kita?

Rasulullah saw bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ

“Tidak akan bergeser kedua kaki keturunan Nabi Adam (manusia) di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2416)

ترتيب الأوراد للغزالي

Penuntut ilmu/طالب العلم diartikan GURU dan MURID, jangan diartikan terbatas Murid saja. Mestinya mereka membuat Jadwal kegiatan harian/Tugas-tugas diri (وظيفة اليوم والليلة), agar hidup menjadi berkah dan sukses.

Sangat penting untuk Menghargai waktu dengan mengatur, terjadwal rutin harian untuk setiap kebaikan: Ilmu, amal(ibadah), dan penunjang keduanya(makan, tidur/istirahat, mencari nafkah). Jika tidak dibuat jadwal harian, diri kita liar serta tidak ada ikatan, sehingga waktu banyak terbuang.  

Agar waktu yang kita miliki dapat berguna dan terisi dengan hal yang bermanfaat, ada baiknya jika kita membuat daftar kegiatan tentang apa saja yang harus kita lakukan setiap hari/waktu.

Bagi penuntut Ilmu tidak akan bisa menjadi orang sukses,  jika tidak mengatur waktu(membuat jadwal harian), hingga tidak ada aturan untuk dirinya.  Mestinya ada jadwal sehingga  kegiatan menjadi teratur tiap hari/waktu, ada sesuatu yang dikerjakan terkait hal-hal yang bermanfaat.

Di antara metode dan kiat terbesar bagi kita agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik adalah dengan meninggalkan segala aktivitas yang sia-sia. Diriwayatkan dari dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi no. 2317; Ibnu Majah no. 3976)

Contoh mengatur jadwal kegiatan:
1.  Jam: 3.30-6.45: Bagun pagi Ibadah s.d Isyrak(terbit matahari); 
2. Jam 06.45-07.30 :Mandi dan Sarapan;
3... dst.s.d full hingga sehari semalam seluruh kegiatan terjadwalkan dengan baik.

Jadwalkanlah hal-hal kebaikan(Ilmu, Ibadah, dan penunjang keduanya) serta lakukan dengan rutin/istiqamah, sehingga menjadi WIRID. Jika tidak demikian akan rentan banyak membuang-buang waktu.

Sangat penting harus mengatur waktu dengan baik. Al-Ghazali memaparkan tentang tarbib Aurad(Susunan Wirid) dalam Ihya Ulumiddin. Bisa dikatakan termasuk menjadi Wirid, seperti jika kebiasaan seseorang setiap hari tidur dari jam 13.00-14.30 WIB , atau tiap sore makan  jam 16.30 WIB, yang penting waktu teratur dengan baik. Jika kita tidak menghargai waktu yang diberikan Allah, maka Allah cabut berkah waktu itu.


BAGI SANTRI(PENUNTUT ILMU) ATURLAH WAKTU. JANGAN DICAMPUR ADUK TANPA JADWAL SERTA HARUS FOKUS.
 
Contoh mencampur adukkan waktu: Belajar sambil main hp media sosial, Zikir dan wirid sambil melihat status wa, IG.

Bagilah waktu menjadi tiga bagian:

1. WAKTU IBADAH
2. WAKTU ILMU (SECARA LANGSUNG TATAP MUKA DENGAN GURU/USTADZ/DOSEN, MUZAKARAH, BELAJAR MANDIRI)
3. PENUNJANG KEDUANYA(Tidur, Istirahat, Membersihkan Rumah, Kerja (jika mencari nafkah) dst. 

والله أعلم

Share:

Sabtu, 29 Agustus 2020

AMALAN : TASBIH YANG SANGAT BESAR PAHALANYA

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Tasbih yang sangat bagus dibaca, sangat besar pahalanya:

سُبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ الله الْعَظِيْمِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Dalam sebuah hadits, dari Ummul Mukminin Juwairiyah binti al-Harits Radhiyallahu 'Anha, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam  keluar dari sisinya pada shalat Shubuh di masjid, sementara Juwairiyah sudah di tempat shalatnya. Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam kembali saat waktu sudah Dhuha dan ia masih duduk di tempat shalatnya tersebut, maka Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam  bersabda, "Engkau masih di tempat ini sejak aku meninggalkanmu?" Ia menjawab, "ya." Lalu beliau bersabda,

لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لَوْ وُزِنَتْ بِمَا قُلْتِ مُنْذُ الْيَوْمِ لَوَزَنَتْهُنَّ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ وَرِضَا نَفْسِهِ وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

"Sungguh aku membaca empat kalimat tiga kali seandainya ditimbang dengan apa yang kamu baca seharian niscaya menyamainya; yakni Subhanallah Wabihamdih 'Adada Khalqih, Wa Ridhaa Nafsih, Wazinata 'Arsyih, Wamidada Kalimatih. (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sebanyak jumlah makhluk-Nya, sesuai dengan keridhaan jiwa-Nya, seberat timbangan 'Arasy-Nya, dan sebanyak jumlah kalimat-kalimat-Nya)." (HR. Muslim) Yakni; dibaca tiga kali setiap pagi.
Share:

Minggu, 23 Agustus 2020

Sekarang Anda berada di golongan manusia yang mana?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

TIGA GOLONGAN MANUSIA DI AKHERAT KELAK, sekarang anda berada pada golongan yang mana?

1. Mati tidak membawa Iman atau kafir, manusia golongan ini kekal di Neraka.
2. Mati banyak membawa dosa mengalahkan amal kebaikannya. Orang ini terlebih dahulu masuk neraka. Setelah sekian lama akan dibangkitkan masuk syurga dikarenakan membawa Iman.(JALAN MUDAH, seperti :tidak melakukan shalat, dzalim, mengambil hak orang lain, memakan riba, berzina, menipu, minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, pergaulan bebas, dsb. untungnya ia mati beriman)
2. Mati membawa Iman dan Islam. Dosa tidak banyak dikalahkan amal kebaikan, sehingga langsung masuk SYURGA. Inilah yang kita harapkan, namun JALAN SULIT, perlu kesungguhan taqwa, hingga ada harapan diberi Anugerah oleh Allah Swt.
Share:

Jumat, 21 Agustus 2020

MANUSIA IDEAL MENURUT AL-GHAZALI

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Manusia yang Ideal perspektif Al-Ghazali

Setiap nikmat dan pertolongan yang diberikan Allah kepadamu dalam menempuh seluruh tahapan perjalanan ibadah selalu engkau syukuri. Hal ini bisa terjaga langgeng apa yang telah Allah Swt berikan kepadamu, bahkan Dia bisa menambah lebih dari yang engkau idam-idamkan.
Apabila engkau melakukan hal itu, maka berarti engkau sudah berhasil melewati perjalanan yang berbahaya ini, dan engkau beruntung menjadi pemilik dua kekayaan yang mulia dan membanggakan, yaitu: istiqamah dan diberikan tambahan nikmat. Maka, nikmat-nikmat yang sudah ada padamu itu kini lestari bagimu. Engkau tidak akan takut kehilangan. Dia juga memberimu tambahan dengan nikmat-nikmat lain yang belum diberikan kepadamu, yang engkau tidak merasa memintanya dan mengangan-angankannya. 

Ketika itu, engkau pun tergolong manusia yang 'arif, yang memahami ilmu agama, yang bertobat dan suci, serta zuhud pada dunia. Yang berkonsentrasi penuh untuk mengabdi, yang menaklukkan setan, yang Sebenar-benar takwa, dengan hati dan anggota tubuh. Yang bertakwa dengan pendek angan-angan, yang memberi nasihat dan senantiasa khusyu'. Yang bersikap tawadhu' dan tawakal. Yang menyerahkan semua urusan-nya kepada-Nya, lalu ridha dan sabar dalam menerima keputusan-Nya. Yang takut dengan ancaman dan kemarahan-Nya, yang menaruh harapan, yang ikhlas, senantiasa ingat dengan anugerah, yang mensyukuri  nikmat-nikmat Rabb semesta alam. Setelah itu, engkau menjadi orang-orang yang istiqamah, yang dimuliakan dan benar keimanannya. Maka renungkanlah kalimat-kalimat ini.
Semoga Allah Ta'ala memberikan taufiq. 
(Lihat: Al-Ghazali, Minhajul Abidin: h. 433-434)
Share:

Sabtu, 08 Agustus 2020

KAYA (SUGIH) HARTA DUNIA BUKANLAH NIKMAT YANG AGUNG

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

KAYA(SUGIH) HARTA DUNIA
BUKANLAH NIKMAT YANG AGUNG


Dari Sahl bin Sa’id as-Sa’idi radhiyallahu’anhu, Rasulullah Saw. bersabda:

لَوْ كَانَت الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ الله جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِراً مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
“Seandainya dunia ini di sisi Allah senilai harganya dengan sayap nyamuk niscaya Allah tidak akan memberi minum barang seteguk sekalipun kepada orang kafir” (HR. Tirmidzi)


"Andaikata dunia itu ada harga dan nilainya di sisi Allah Swt. seberat sayap nyamuk, niscaya Allah tidak memberi minum orang-orang kafir" Namun nyatanya mereka orang-orang kafir, dzalim, dan  fasik banyak diberikan nikmat harta dunia, berarti nikmat kesenangan dunia tidak ada harganya dibanding nikmat agama(iman  Islam, ilmu dan Ibadah)

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah saw. bersabda:

مَا لِي وَلِلدُّنْيَا ؟ مَا أَنَا في الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

“Ada apa antara aku dengan dunia ini? Tidaklah aku berada di dunia ini kecuali bagaikan seorang pengendara/penempuh perjalanan yang berteduh di bawah sebuah pohon. Kemudian dia beristirahat sejenak di sana lalu meninggalkannya” (HR. Tirmidzi)

Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, nabi saw bersabda:

اللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إِلاَّ عَيْشَ الآخِرَةِ

“Ya Allah tidak ada kehidupan yang sejati selain kehidupan akhirat” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah saw  bersabda:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ ؛ فَهُوَ أجْدَرُ أنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian -dalam hal dunia- dan janganlah kalian melihat orang yang lebih di atasnya. Karena sesungguhnya hal itu akan membuat kalian tidak meremehkan nikmat yang Allah berikan kepada kalian” (HR. Muslim)

Dengan demikian perlu ditanamkan dalam hati: "Kita merasakan dapat anugerah yang luar biasa dari Allah Swt berupa nikmat AGAMA: iman, Islam, Ilmu dan Ibadah (bisa shalat, baca Al-Qur'an, menuntut ilmu, dll). Karena  nikmat agama merupakan Nikmat yang agung dari Allah Swt. Janganlah diremehkan(tidak dianggap untung) nikmat agama ini, karena jikalau tidak dianggap berharga nantinya dikwatirkan dicabut Allah Swt. Nauzubillah. Misalnya seseorang mengangap "orang kaya lebih untung dari pada orang berilmu atau orang ahli ibadah/taqwa(walapun tidak kaya harta)". Hal ini berarti meremehkan nikmat agung yang telah diberikan Allah Swt. padahal Nabi Ibrahim As, meminta kepada Allah agar memberikan keimanan(nikmat agama) untuk ayahnya, namun tidak dikabulkan, demikian juga Nabi Muhammad Saw mengharapkan untuk dianugerahkan keimanan kepada paman beliau Abu Thalib, namun Allah juga tidak memberinya.

Demikian juga orang yang belajar/menuntut ilmu agama dan/ mengajar Ilmu agama/bisa berbuat ta'at(ibadah) adalah orang yang dapat anugerah nikmat yang agung dari Allah Swt., maka janganlah meninggalkannya karena kesibukan dunia, seperti karena berbisnis, karena urusan dagang, karena urusan usaha, kebun, ternak, pertanian, dan lain sebagainya, tidak sempat lagi menuntut ilmu atau meninggalkan mengajar agama, hingga meninggalkan(berkurangnya) ibadah. Suatu saat Nikmat yang begitu besar ini(Ilmu, ibadah) akan dicabut Allah Swt, dikarenakan ia memilih dunia.

Puji syukur kita diberikan nikmat Iman, Islam, Ilmu dan bisa beribadah.  Nabi Muhammad Saw.  mendengar seorang laki-laki yang telah mengatakan:
"الحمد لله على الإسلام" "Segala puji bagi Allah atas nikmat Islam", beliaupun bersabda:

إنك لتحمد الله على نعمة عظيمة(رواه الخرائطي)
"Sesungguhnya engkau telah bersyukur dengan memuji Allah atas nikmat yang sangat besar itu".

الحمد لله على هذا الإيمان والإسلام والعلم والعبادة، وعلى كل حال.
الحمد لله الذي أنعم علينا وهدانا إلى دين الإسلام.

وبالله التوفيف.

Lihat Sumber: Al-Ghazali Minhajul Abidin, h. 98-99.
Share:

Kamis, 06 Agustus 2020

Seperti apa Menghargai Nikmat Allah Swt?

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Pentingnya menghargai dan menganggap agung (bersyukur)segala Nikmat yang diberikan Allah Swt., karena itu  segala Nikmat anugerah Allah Swt yang telah disyukuri akan melekat(tidak akan hilang), akan selalu datang dan semakin bertambah.

Firman Allah Swt dalam Q.S. Surat Ibrahim:  ayat 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".

Perhatikanlah prioritas Nikmat yang disyukuri, jangan terbalik(misal, dapat harta baru disyukuri, sedangkan nikmat yang utama/di atasnya tidak pernah/kurang disyukuri):

Pertama(utama): Iman dan Islam

Kedua: Ilmu Agama/ilmu menambah ketaqwa'an

Ketiga: Ibadah(dapat melaksanakan suatu ibadah/keta'atan)

Keempat/paling akhir: Nikmat duniawi, seperti kesehatan, harta, dsb.

Allah Swt memberi Nikmat beragama Islam (menjadi seorang muslim) hendaklah ia selalu mensyukuri anugerah ini dan janganlah merasa aman bahwa imamnya akan tetap sampai akhir hayatnya. Jika tidak mensyukurinya boleh jadi imannya nanti bisa ditarik Allah Swt sebelum dia meninggal dunia(mati dalam keadaan tidak membawa iman), Na'uzubillah min dzalik. Dan hendaklah berdo'a agar selalu ditetapkan imannya, seperti doa berikut.

اللهم أحينا بالإيمان وأمتنا بالايمان واحشرنا بالايمان وأدخلنا الجنة مع الإيمان 

"Ya Allah hidupkan kami dengan iman, matikan kami dalam iman, bangkitkan kami dengan iman, dan masukkan ke syurgamu dengan iman"

اللهم كما مننت علينا بالإيمان فزدنا منه، وكما مننت علينا بالإسلام فزدنا منه،  وكما مننت علينا بالعافية فزدنا منها

Contoh ucapan pujian syukur atas nikmat Iman dan Islam:

الحمد لله على الإيمان والإسلام
demikian juga ucapan:
الحمد لله الذي أنعم علينا وهدانا إلى دين الإسلام

Seseorang yang mendapatkan ilmu namun tidak mensyukurinya, suatu saat nanti akan dicabut Allah Swt ilmunya dengan: 
a Dicabut ilmu secara keseluruhan, dulunya berilmu namun akhirnya hilang, dulunya banyak hafal-hilang hafalannya serta hilang pemahamannya. 
b. Dicabut dengan hilangnya berkah ilmu itu. Dia tidak bisa mengamalkan ilmunya, padahal dulunya bisa mengamalkannya, dulunya dia rajin beribadah karena tidak disyukuri akhirnya ia meninggalkan ibadah itu.

Begitu juga seseorang yang tidak mensyukuri harta, niscaya kedepannya: 
a.Ditarik dihanguskan hartanya menjadi tidak tersisa; dan atau  
b.Bisa dicabut manfaat dari harta itu, yaitu artinya hartanya masih ada, namun dia tidak bisa mengambil manfaatnya, misalnya terkena sakit hingga tidak bisa menikmati hartanya seperti banyak pemantang, tidak bisa makan ini dan itu(terbatas), anggota tubuh tidak berfungsi, dsb. (meskipun banyak memiliki harta). 
Namun ada sebagian manusia yang tidak bersyukur, tapi hartanya tidak berkurang dan bahkan semakin bertambah banyak, juga badannya sehat. Oleh Allah Swt, manusia seperti ini dilanjur dan akan ditumpukkan dan dilipatgandakan azab kepadanya di akherat kelak.
Firman Allah Swt Q.S. An-Nahl: 112:

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُوا۟ يَصْنَعُونَ

"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat".

Dengan demikian, apapun pemberian segala nikmat dari Allah Swt. bagi kita wajib untuk mensyukurinya, jika tidak maka "نعمة" berubah menjadi "نقمة" azab Allah Swt.
Tanamkanlah dalam hati: Kita merasakan dapat anugerah yang luar biasa dari Allah Swt, baik nikmat iman, Islam, menjadi umat nabi Muhammad Saw., diberikan ilmu, bisa beribadah membaca al-Qur'an, shalawat, dapat menuntut ilmu, dsb. Karena semuanya itu merupakan nikmat Agung dari Allah Swt., janganlah diremehkan atau tidak dianggap beruntung(yang dianggap untung hanya dari segi harta), karena dikwatirkan nikmat tersebut akan dicabut Allah Swt. Na'uzubillah min dzalik.

والله أعلم
 
Share:

Sabtu, 01 Agustus 2020

PERTANDA KETA'ATAN YANG DITERIMA ALLAH SWT

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

TANDA IBADAH DITERIMA ALLAH

من أشرقت بدايته، أشرقت نهايته
"Barang siapa permulaannya baik bersinar, maka akhirnya orang itu baik"

Contoh: "Aku bersedekah(atau ibadah lainnya, seperti shalat) tidak peduli diterimanya atau ditolak Tuhan, karena itu urusan Allah Swt., namun yang perlu ku syukuri adalah Aku bisa bersedekah serta diberikan kemampuan (taufik) dan hidayahNya, hal ini sungguh luar biasa disyukuri, karena tidak semua orang mampu bersedekah/melakukan ibadah tertentu. 

Setelah selesai melakukan ibadah(sedekah tadi) dan dapat mensyukuri anugerah Allah Swt sehingga dapat melakukannya. Barulah memohon kepada Allah Swt agar berkenan menerima segala ketaatannya.

Jika selesai melakukan ibadah, ingatlah selalu anugerah Allah Swt., niscaya kita tidak beramal untuk makhluk atau Nafsu, dan dapat melupakan Ria dan ujub. Ria maupun Ujub(bangga diri) disebabkan karena merasa dia yang berbuat ta'at serta melupakan anugerah, taufik dan hidayahNya.
Share:

Rabu, 29 Juli 2020

DOA LEBIH CEPAT DIKABULKAN

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

"Doa untuk orang lain lebih cepat kabulnya dibanding doa untuk pribadinya sendiri"

Contoh: "Ya Allah jadikahlah hamba org yg sukses" ini bisa dikabulkan, namun jika dibandingkan dgn doa:

"Ya Allah jadikanlah saudara hamba ini, org yang sukses" 
Doa ini lebih cepat diijabah, org yg mendoakan "Pertama sukses" kemudian temannya.

 -Ini merupakan strategi(حيلة) Aulia/para wali Allah dalam meminta pd Tuhannya.
والله أعلم
Share:

HADIS : MENAHAN DARI BERBICARA BERLEBIHAN

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya
طوبى لمن أمسك الفضل من لسانه، وأنفق الفضل من ماله (رواه البغوي وابن قانع والبيهقي، وقال ابن عبد البر إنه حسن)
"Sungguh beruntung orang yang mampu menahan lisannya dari ucapan berlebihan dan mau menafkahkan kelebihan hartanya"

Share:

AMALAN HARI RAYA (MALAM HARI RAYA DAN PAGINYA)

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

AMALAN  HARI RAYA:



1.Sembahyang sunnah  2 rakaat dihadiahkan  untuk orangtua dan keluarga yg sudah meninggal (Antara magrib dan Isya Malam hari Raya)
2. Menyesali, berhenti, dan bertekad tidak mengulangi dosanya(pagi) dan berIstigfar 100 x (pagi) :

اَسْتَغْفِرُآللّٰهَ الْعَظِيْمَ   

3. Membaca Tasbih 300 x (pagi) dihadiahkan untuk kaum muslimin-muslimat:

سُبْحَانَ آللّٰهِ وَبِحَمْدِهٖ 

4. Berdoa (agar Tasbih tersebut diterima menjadi berlipat ganda dan pahalanya untuk kaum muslimin-muslimat.)(1(satu kali)

َاَللَّهُمُّ اِنِّى اَهْدَيْتُ ثَوَبَ هٰذِهِ التَّسْبِيْحَاتِ ِلاَمْوَاتِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ   

5. Baca 400 x: (Pagi)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ   
(Berkeramat di kubur)

Sumber:
1.  (مكاشفة القلوب,(484) 
2. Senjata mu'min Husin Qadri
3. At Tuhfatul Mardiyyah

Catatan Abdullah, 30 Ramadhan 1441 H.,  dari Pengajian Guru Muhammad Rijani Palangka Raya.


"Waktu Takbir Hari Raya Fitrah sesudah Baca Wirid, Sedangkan Takbir Hari Raya Adha Adalah sesudah Salam (Sebelum Wirid)" (Keterangan Guru Bakhiet)

At Tuhfatul Mardiyyah



Do'a Dibaca pada Malam Hari Raya


Mukasyafatul Qulub, Al-Ghazali








Share:

RENUNGAN UNTUK BERSIFAT RENDAH HATI

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Bersifat Rendah Hati(التواضع) :  "Tidak keberatan ditempatkan pada tempat yang meskipun bukan tempatnya/tidak sewajarnya(seperti: Dalam undangan seseorang  Ulama ditempatkan di teras rumah, tawing halat, dll., maka dia tidak mempermasalahkan) dan menerima kebenaran dari siapa pun datangnya (walaupun dari bawahannya, seperti:  org yang lebih muda, lebih rendah pendidikannya, pembantu, karyawan, dll)

Lawan kata dari "Rendah hati" adalah : Sombong (التكبر)
Share:

MAKAN YANG HALAL SELAMA 40 HARI!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

"Seseorang yang makan minum (yang diyakini kehalalannya) selama 40 hari, maka akan timbul cahaya memancar dalam hatinya dan Allah Swt akan mengalirkan mutiara-mutiara hikmah dimulutnya. Dan ia diberikan Ilmu(ladunni)"

-Walaupun dia tidak menuntut ilmu, tidak melaksanakan ibadah sunnah(Ibadah fardhu saja yang dikerjakannya)  dalam 40 hari itu, akan tetapi dia menjaga perutnya dari yang haram dan syubhat (tidak diyakini kehalalannya). Hal ini sudah banyak dibuktikan oleh para ulama, seperti dimulai dari 3 hari sudah mulai timbul cahaya dihatinya.
Share:

HADIS : BAHAYA MEMANDANG WANITA CANTIK!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

إن النظر إلى محاسن المرأة سهم مسموم من سهام إبليس،  فمن تركها أذاقه الله تعالى طعم عبادة تسره (رواه الحاكم)

“Sesungguhnya memandang kecantikan seorang wanita (yang tidak halal) adalah sama dengan panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang meninggalkannya(memalingkan pandangan  darinya), maka Allah akan merasakan kepadanya(di dalam hatinya) rasa ibadah yang menyenangkan(kelazatan dalam beribadah)"
Share:

5 Hal yang Tidak boleh didengar telinga!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Hal-hal yang dilarang untuk didengarkan(teliga harus menjaganya):

1. Pembicaraan orang-orang yang menyembunyikannya. Misal mendengarkan pembicaraan orang-orang sedang rapat, sedangkan dia bukan pesertanya.
2. Suara/bunyi Alat-alat yang diharamkan, seperti seruling, gitar, gambus, terumpet, dll (secara langsung). Sebagian membolehkan yang tidak langsung seperti Rekaman, siaran TV/langsung online dengan syarat :a. tidak melalaikan ibadah wajib/Fardhu; dan b. Tidak mendorong/semangat pada kema'siatan
3. Mendengar hal-hal yang dilarang, seperti Ghibah, namimah(adu domba), cerita dusta, dll
4. Ilmu-ilmu yang tidak boleh didengarnya dan dipelajarinya(seperti sihir), atau Ilmu yang dia belum sampai ketingkatan itu(seperti ilmu hakikat, padahal ilmu fardhu ain saja dia belum beres)
5. Suara perempuan yang menimbulkan fitnah, demikian juga sebaliknya suara laki-laki(seperti rayuan kpd org yang bukan istrinya). Karena hal ini bisa menimbulkan pikiran-pikiran ma'siat/tergoda. Sehingga dalam syariat, perempuan dilarang : 1. Azan 2. Baca Al-Qur'an dengan nyaring dihadapan orang yang bukan muhrim, karena kedua hal ini(Azan dan Bacaan Al-Qur'an) merupakan hal disunnahkan untuk mendengarkannya. Namun perempuan tidak dilarang bersya'ir atau bernyanyi, karena hal ini tidak disunnahkan untuk mendengarkannya.

Sumber: Pengajian Kitab Minhajul 'Abidin, ke 35. Guru KH. Muhammad Bakhiet.
MA. 35
Share:

HATI-HATI MEMUJI SESEORANG, UJUNG-UJUNGNYA DAPAT DOSA!!!

Website Kuliah : Studi Islam; Pendidikan Islam; Pendidikan Agama Islam; IAIN Palangka Raya

Hati-hati dalam memuji seseorang, bisa menjadi DOSA, karena:

1. Bisa berlebihan;
2. Bisa menampakkan Ria, bahkan tidak sesuai dgn dihatinya; seperti Memuji seseorang agar balik dipuji...
3. Dia biasa tidak selamat dari perkataan yg benar, karena ia tidak mengetahui hati org yg sebenarnya;
4. Bisa tidak selamat dari memuji org yg dzalim/fasik;
5. Membuat org yg dipuji jadi sombong dan bangga diri; dan
6. Membuat yg puji merasa senang, lemah, merasa puas dgn apa yg telah diperbuatnya, dan malas dari taat pd Allah.

Jika puji-memuji terhindar dari 6 hal di atas, maka boleh memuji, bahkan kadang dianjurkan.....
Share:
Copyright © Web Kuliah Abdullah | Powered by Blogger | Design by ronangelo Theme Editor: Abdullah Jejangkit | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com